ADVERTISEMENT

Otak Skandal Suap AL AS yang Diwarnai Pesta Seks Liar Telah Kabur

BBC Indonesia - detikNews
Kamis, 08 Sep 2022 10:18 WIB
USMS SAN DIEGO
Jakarta -

Seorang pengusaha Malaysia yang menjadi otak di balik skandal penyuapan terparah yang melibatkan Angkatan Laut AS kabur dari tahanan rumah, kata aparat penegak hukum US Marshals Service.

Leonard Glenn Francis, yang dikenal sebagai "Fat Leonard," (Leonard Gemuk) memotong gelang GPS di kakinya sebelum menghilang dari rumahnya di San Diego.

Francis kini sekarang dilaporkan dalam pelarian.

Peristiwa itu terjadi tiga pekan sebelum dia dijadwalkan menjalani hukuman pada 22 September.

Francis telah mengaku bersalah pada 2015 karena menyuap perwira Angkatan Laut AS dengan imbalan kontrak militer yang menguntungkan perusahaannya.

Departemen Kehakiman AS mengatakan skema itu adalah penipuan kolosal yang merugikan Angkatan Laut AS puluhan juta dolar.

Foto file: Sebuah kapal di armada ke-7 Angkatan Laut AS, tempat mana lusinan perwira disuap

Foto file: Sebuah kapal di armada ke-7 Angkatan Laut AS, tempat mana lusinan perwira disuap (Getty Images)

Deputi Pengawas US Marshals Omar Castillo mengatakan kepada media bahwa Francis telah memotong gelang GPS-nya dan melarikan diri dari rumahnya pada Minggu pagi (04/09).

Petugas polisi tiba di kediamannya setelah diberitahu oleh agensi yang memantau bahwa perangkat di kaki Francis bermasalah.

"Saat tiba, mereka melihat tidak ada orang di rumah," katanya kepada kantor berita AFP.

Tetangga rumah mengatakan mereka melihat truk bergerak masuk dan keluar dari rumahnya dalam beberapa pekan terakhir, kata Castillo, yang menambahkan bahwa banyak petunjuk sedang diselidiki.

Francis adalah tokoh kunci di balik skandal suap jutaan dolar yang ia operasikan melalui perusahaannya yang berbasis di Singapura.

Perusahaan itu memberikan jasa kepada armada Pasifik Angkatan Laut AS.

Unit tempur Angkatan Laut Amerika Serikat.AFP/RYAN HARPERUnit tempur Angkatan Laut Amerika Serikat.

Francis ditangkap pada tahun 2013 dan mengaku bersalah pada tahun 2015 karena memberikan suap Rp7,4 miliar (US$500.000) kepada perwira Angkatan Laut AS.

Suap itu bertujuan agar mendapatkan pekerjaan resmi dari AL AS ke galangan kapalnya Glenn Defense Marine Asia di Singapura.

Jaksa mengatakan Francis membebankan biaya terlalu tinggi kepada Angkatan Laut hingga Rp521 miliar (US$35 juta).

Kemudian, Francis mengucurkan perwira Angkatan Laut dengan uang tunai, makanan lezat, cerutu mahal, minuman keras langka, dan pesta seks liar di hotel kelas atas untuk mendapatkan kontrak itu.

Tetapi gangguan kesehatan berat dalam beberapa tahun terakhir, termasuk kanker ginjal, membuat Francis ditempatkan di bawah tahanan rumah sejak tahun 2018.

Selain itu, tahanan rumah diberlakukan karena Francis menjadi saksi yang bekerja sama atau justice collaborator selama menunggu hukuman.

Puluhan pejabat Angkatan Laut telah terjerat dalam kasus ini.

Empat perwira dinyatakan bersalah, dan 28 lainnya, termasuk kontraktor dan pejabat angkatan laut, mengaku bersalah sejauh ini, kata laporan media AS.

Simak juga 'Ancam Tabrak Toko di AS Pakai Pesawat, Pilot Ditahan':

[Gambas:Video 20detik]




(ita/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT