ADVERTISEMENT

Kasus COVID Meluas di China, Ikan-Kepiting Pun Wajib Tes Swab

BBC Indonesia - detikNews
Sabtu, 20 Agu 2022 10:01 WIB
Sebuah video viral di China menunjukkan petugas medis melakukan tes uji Covid terhadap ikan dan kepiting. (Jinan Times)
Jakarta -

Lebih dari lima juta orang di kota pesisir China, Xiamen, diperintahkan untuk menjalani tes uji Covid-19 selama pekan ini. Otoritas lokal meminta hal ini setelah mereka mendeteksi sekitar 40 kasus positif virus tersebut.

Namun perintah tersebut tidak hanya untuk manusia. Pemberitahuan resmi menyatakan, sejumlah binatang laut juga diharapkan menjalani tes uji Covid massal terbaru.

Komite Pengendalian Pandemi Maritim di Distrik Jimei, Xiamen, dalam beberapa pekan terakhir menyatakan bahwa sekembalinya dari menjaring ikan, nelayan dan binatang laut yang mereka bawa harus menjalani tes uji Covid.

Di tengah meluasnya kasus positif di daerah itu, sebuah rekaman video beredar di beberapa media sosial, termasuk TikTok versi lokal, Douyin, yang sejumlah petugas medis melakukan tes PCR kepada ikan dan kepiting hidup.

'Bukan satu-satunya daerah yang melakukan ini'

Meskipun ini mungkin terlihat tidak biasa, ini bukan pertama kalinya ikan hidup diuji untuk melacak Covid.

"Kami telah mengambil pelajaran dari Hainan, yang menghadapi wabah parah," kata seorang pegawai di Biro Pengembangan Kelautan Kota Xiamen kepada surat kabar South China Morning Post.

Pegawai pemerintahan itu berkata, meluasnya penularan Covid berpotensi dipicu kontak antara nelayan lokal dan nelayan dari luar negeri.

Tercatat lebih dari 10.000 kasus positif Covid-19 terjadi sejak awal Agustus di Provinsi Hainan, kawasan China selatan. Sama seperti Xianmen, Hainan berada di wilayah pesisir.

Otoritas lokal yakin penularan Covid yang meluas saat ini berkaitan dengan komunitas nelayan.

Media massa di China telah lama menyatakan keprihatinan bahwa kehidupan laut mungkin memiliki hubungan dengan virus corona. Wabah Covid-19 pertama kali dikaitkan dengan pasar hewan dan binatang laut di kota Wuhan, China.

Meskipun binatang laut tidak mungkin menjadi inang virus corona, banyak kasus penularan di China dikaitkan dengan para pekerja pelabuhan, termasuk yang menangani barang rantai dingin dan para pekerja di pasar khusus binatang laut.

https://twitter.com/manyapan/status/1523245989250883586?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1523245989250883586%7Ctwgr%5E652c95e1d3ec6d3f8febe8ef5d8272de7cd9853a%7Ctwcon%5Es1_&ref_url=https%3A%2F%2Fwww.bbc.co.uk%2Fnews%2Fworld-asia-china-62593217

Pada Juni 2020, penularan Covid yang meluas sempat memicu kepanikan warga yang biasa mengonsumsi salmon.

Media massa milik pemerintah China pada saat itu melaporkan, Covid-19 terdeteksi pada talenan yang digunakan untuk memotong salmon impor.

Tidak hanya menyebabkan restoran dan supermarket menarik salmon dari tempat penyimpanan mereka, isu itu juga sempat menghentikan impor salmon ke China.

Kepanikan kala itu menyebar ke seluruh negeri dan memicu kecemasan soal dampak mengkonsumsi hidangan laut.

Ikan bukan satu-satunya binatang yang menjalani pengujian Covid-19 dalam upaya pemerintah China memusnahkan virus corona selama dua tahun terakhir.

Pada bulan Mei lalu, media resmi China mengedarkan rekaman kuda nil yang sedang diuji di taman margasatwa di Huzhou, Zhejiang timur. Laporan itu menyebut bahwa hewan itu perlu dites dua kali seminggu.

Banyak video lain juga menunjukkan anjing, kucing, ayam, dan bahkan panda menjalani tes PCR di China.

Alasan pemerintah China yang secara luas dikutip oleh media terkemuka adalah untuk memastikan keselamatan hewan, turis, dan pengunjung ke tempat yang dihuni binatang-binatang itu.

Simak juga Video: Pameran Robot di WRC 2022: Robot Swab Covid-19 hingga Humanoid

[Gambas:Video 20detik]




(ita/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT