Lockdown Corona Diperketat di Shanghai, Pintu Dipasangi Alarm

BBC Indonesia - detikNews
Sabtu, 23 Apr 2022 17:39 WIB
Petugas di Shanghai lengkap dengan perlengkapan pelindung. (Getty Images)
Shanghai -

Sekitar 25 juta orang di Shanghai tinggal di tengah lockdown atau karantina wilayah ketat sejak awal April karena terus melonjaknya kasus Omicron di ibu kota finansial China itu.

Inilah untuk pertama kalinya Shanghai menerapkan lockdown secara ketat setelah sebelumnya lebih longgar dibandingkan kota-kota China lainnya.

Langkah baru yang diterapkan termasuk memasang alarm pintu elektronik untuk mencegah mereka yang kena Covid meninggalkan rumah, serta mengungsikan orang untuk menyemprot disinfektan di rumah-rumah.

Minggu ini, ratusan orang dipaksa keluar dari apartemen mereka untuk penyemprotan.

Karantina wilayah di Shanghai pekan ini memasuki minggu ke lima.

Para pejabat kota Shanghai mengatakan semua pasien yang terkena Covid atau mereka yang kontak dengan yang terinfeksi akan dipindahkan ke lokasi karantina milik pemerintah.

Program penyemprotan disinfektan akan ditingkatkan di lokasi-lokasi dengan angka penularan tinggi di Shanghai. Artinya sebagian orang akan dipaksa untuk keluar termasuk mereka yang dites negatif.

Langkah itu dilakukan setelah warga di dua lokasi di Shanghai - Beicai dan Pingwang - diperintahkan untuk meninggalkan rumah-rumah mereka menuju tempat penampungan sementara.

Baca juga:

Di Beican, surat peringatan dikeluarkan untuk warga berisi perintah untuk berkemas dan membuka pintu-pintu lemari mereka.

Mereka juga diminta membuka pintu depan dan meninggalkan binatang peliharaan mereka. Foto-foto di media sosial menunjukkan orang antre dengan koper-koper pada malam hari.

Apa yang terjadi di Shanghai?

Penduduk tak boleh meninggalkan rumah mereka. Sebagian besar harus memesan makanan dan air serta menunggu pengiriman sayur, daging dan telur dari pemerintah.

Video-video yang dibagikan di media sosial menunjukkan penduduk yang marah karena kekurangan makanan dan tak adanya pasokan obat.

Inilah karantina wilayah yang diterapkan secara lebih ketat dan menyeluruh. Sebelumnya, karantina dibatasi di lokasi-lokasi tertentu.

Pembatasan sebelumnya dilakukan di kompleks-kompleks perumahan, yang menampung beberapa ratus orang, dan bukan seluruh kota. Metode seperti ini sebelumnya dianggap berhasil.

Bahkan ketika kasus mencapai hampir 1.800 pada Maret 2021, Shanghai tidak menerapkan karantina wilayah menyeluruh.

Sebagai perbandingan, kota Xian - dengan penduduk hampir 13 juta - ditutup seluruh kota setelah kasus mencapai di bawah 100 pada Desember 2021.

Kota Yuzhou, di Provinsi Henan, dengan penduduk lebih dari 1,1 juta orang ditutup setelah hanya mencatat tiga kasus Covid.

Chat of daily case increase

BBC

Lonjakan kasus terjadi pada akhir Maret, dengan lebih 2.500 kasus pada tanggal 27 Maret saja.

Pemerintah kota memutuskan untuk menerapkan karantina wilayah secara bertahap, yang pertama bagian timur dan kemudian bagian barat beberapa hari kemudian.

Map of Shanghai two-stage lockdown

BBC

Namun kasus terus meningkat. Para pejabat kota Shanghai tak lagi menerapkan pembatasan wilayah terbatas. Karantina seluruh kota mulai dilakukan pada 3 April.

Prof Martin Hibberd dari London School of Hygiene and Tropical Medicine mengatakan kebijakan yang diterapkan Shanghai tak cocok dengan penyebaran Omicron, yang menular lebih cepat.

"Pembatasan wilayah terbatas di perumahan-perumahan tak akan bisa membatasi interaksi sosial secara efektif karena begitu banyaknya orang yang kena tanpa gejala," kata Hibberd.

Mengapa kebijakan Shanghai sebelumnya berbeda dengan seluruh China?

Alasan utamanya adalah pentingnya Shanghai bagi perekonomian China.

Lebih dari 3% Produk Domestik Bruto Shanghai berasal dari Shanghai dan lebih dari 10% perdagangan China juga berasal dari kota itu sejak 2018.

Bandara udara di Shanghai juga berperan dalam mengimpor hampir setengah perlengkapan pelindung dan obat-obatan yang diperlukan China pada masa-masa awal pandemi, menurut media lokal Caixin.

Pada 2020, penerbangan kargo ke Bandara Internasional Pudong Shanghai tercatat sebesar 3,4 juta ton, satu juta lebih besar dibandingkan bandara-bandara di kota-kota seperti Beijing, Guangzhou dan Shenzhen.

Studi dari Chinese University Hong Kong menunjukkan karantina wilayah dua minggu di kota-kota besar seperti Beijing atau Shanghai akan menekan 2% Produk Domestik Bruto bulanan China.

PDB bulanan China pada 2021 mencapai 9,5 triliun yuan rata-rata, jadi negara itu akan merugi 190 miliar yuan setiap minggu bila karantina wilayah dilanjutkan.

Apakah langkah ini cukup untuk menangani lonjakan Omicron?

Prof Hibberd mengatakan langkah ketat di Shanghai ini kemungkinan tidak akan cukup untuk menangani kenaikan kasus Omicron.

Prioritas tertinggi, katanya untuk memitigasi dampak Covid adalah mendorong semua orang, "khususnya mereka yang rentan untuk divaksin."

China telah memberikan lebih dari 11 miliar dosis vaksin atau sekitar 86% dari seluruh penduduk.

Namun angka vaksin untuk mereka yang berusia di atas 80 tahun - kelompok yang paling rentan - masih tetap jauh.

Chart of vaccine rate among different age groups in China

BBC

Komisi Kesehatan Nasional mengatakan memvaksin kelompok lanjut usia harus menjadi prioritas pemerintah daerah. Komisi juga telah menyetujui percobaan klinis dua vaksin Covid-19 yang menggunakan teknologi MRNA.

Sampai sekarang, China sangat tergantung pada vaksin yang diproduksi dalam negeri, yang sejauh ini sulit untuk menangkal varian terbaru.

Komisi Kesehatan menyatakan "vaksin saat ini masih efektif menangani Omicron" namun tidak merinci apakah keefektifan mencakup vaksin-vaksin buatan China.

"Kapan lockdown dilonggarkan"

Shanghai membagi pembatasan wilayah dengan membagi kota menjadi tiga zona, zona lockdown, zona yang dikontrol dan zona pencegahan.

Di lokasi tanpa kasus baru dalam seminggu akan ditandai dengan "dikontrol" dan bila dalam dua minggu tidak ada kasus mereka, lokasi itu akan diturunkan statusnya menjadi "pencegahan."

Penduduk di zona dengan kasus yang rendah memiliki kebebasan lebih, seperti diizinkan berjalan di seputar kompleks perumahan.

Pada tanggal 19 April, Komisi Kesehatan Shanghai mengumumkan dua distrik telah mencapai "kasus Covid Nol" dan bahwa empat juta orang sejauh ini tinggal di kawasan "kontrol" dan "pencegahan."

Laporan tambahan oleh Tim Bowler; gambar grafis Rob England dan Jana Tauschinski

Simak Video 'Sepinya Kota Shanghai yang Dilockdown Karena Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/nvc)