Uni Eropa Minta Warganya Kerja dari Rumah Demi Kalahkan Putin

BBC Indonesia - detikNews
Jumat, 22 Apr 2022 17:54 WIB
Jakarta -

Uni Eropa meminta warganya untuk mengemudi lebih jarang, mematikan AC, dan bekerja dari rumah tiga hari seminggu, demi mengurangi ketergantungan pada energi dari Rusia.

Langkah-langkah tersebut, yang disusun dengan Badan Energi Internasional (IEA), akan menghemat pengeluaran rumah tangga rata-rata sebanyak 450 (Rp7 juta) per tahun.

Membeli energi dari Rusia berarti mendukung perekonomiannya dan membiayai perang di Ukraina.

Namun Eropa mengatakan tidak dapat menemukan pasokan alternatif, sehingga meminta masyarakat menyesuaikan gaya hidup mereka.

Baca juga:

Rencana sembilan poin itu, yang berjudul "Bagaimana saya bisa berperan", mengimbau warga untuk mengemudi lebih sedikit, dengan menggunakan transportasi umum, atau bekerja dari rumah tiga hari seminggu.

UE juga meminta warga negara anggotanya untuk:

  • Kurangi penggunaan pemanas di musim dingin, dan AC di musim panas
  • Berkendara lebih lambat di jalan raya, dengan AC mobil dimatikan, sehingga menggunakan lebih sedikit bahan bakar
  • Gunakan kereta api alih-alih pesawat terbang
  • Bepergian dengan transportasi umum, berjalan kaki, atau bersepeda

UE juga meminta kota-kota Eropa untuk mempromosikan hari Minggu bebas mobil, seperti yang sudah dilakukan oleh beberapa kota.

"Dihadapkan dengan peristiwa mengerikan atas penderitaan manusia yang kita lihat setelah invasi Rusia ke Ukraina, orang-orang di Eropa ingin bertindak," kata Fatih Birol, direktur eksekutif IEA.

"Panduan ini memuat langkah-langkah yang mudah diikuti dan dengan sedikit atau tanpa kesukaran supaya kita dapat mengurangi aliran uang ke militer Rusia dan membantu menempatkan kita di jalan menuju Bumi yang lebih bersih dan lebih berkelanjutan."

IEA menghitung bahwa jika setiap warga negara mengikuti rekomendasinya, itu bisa menghemat 220 juta barel minyak setiap tahun, cukup untuk mengisi 120 supertanker. Ini juga akan menghemat 17 miliar meter kubik gas, cukup untuk memanaskan hampir 20 juta rumah.

Pada bulan Maret, Uni Eropa mengumumkan rencana untuk membuat blok itu independen dari impor energi Rusia pada tahun 2030.

Tetapi menteri energi Jerman Christian Lindner mengatakan kepada BBC pada hari Rabu (20/04) bahwa tidak mungkin untuk segera menghentikan impor minyak Rusia.

Laporan tersebut juga merekomendasikan agar warga mempertimbangkan untuk berinvestasi dalam insulasi rumah, termostat digital cerdas, dan mobil digital, yang semuanya dapat membantu mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.

"Semua langkah ini, mereka bisa menjadi kontribusi sukarela," kata Leonore Gewessler, menteri lingkungan Austria. "Tapi mereka membutuhkan tindakan politik untuk mendukungnya."

Austria telah memotong semua tarif transportasi umum menjadi tiga euro per hari, katanya, dan menerapkan program untuk membantu rumah tangga berpenghasilan rendah menggantikan peralatan lama yang tidak efisien.

Eamon Ryan, menteri lingkungan Irlandia, mengatakan dengan bertindak di level Eropa, lebih mudah untuk menyampaikan pesan politik yang tepat.

"Sangat sulit untuk tidak memberi kesan sebagai pihak yang menyuruh-nyuruh warga apa yang harus dilakukan, atau dilihat sebagai karakter yang kejam, seperti orang yang pelit," ujarnya.

Perempuan bersepeda di Austria

Negara-negara Uni Eropa meminta warganya untuk berjalan kaki, bersepeda, atau naik transportasi umum demi mengurangi ketergantungan pada minyak Rusia. (Getty Images)

Secara terpisah, Inggris mengumumkan akan memperketat sanksi terhadap barang-barang non-energi yang diekspor dari Rusia, termasuk larangan impor kaviar, perak, dan produk kayu.

Departemen Perdagangan Internasional mengatakan pihaknya juga meningkatkan pajak atas beberapa ekspor lain dari Rusia dan Belarus, yang mencakup barang-barang senilai total Pound 130 juta.

Produk yang menghadapi bea masuk yang lebih tinggi termasuk berlian, karet, obat-obatan, daging, kopi, tembakau dan produk lainnya.

Menteri Perdagangan Internasional Anne-Marie Trevelyan mengatakan Inggris mengambil setiap kesempatan untuk "meningkatkan tekanan demi mengisolasi ekonomi Rusia".

"Langkah-langkah lebih lanjut ini akan memperketat dan menutup jalan pendanaan yang menguntungkan mesin perang Putin," katanya.

Simak Video 'Kedutaan Rusia di Armenia Digeruduk Pengunjuk Rasa':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)