Abaikan Ancaman Rusia, Barat Janjikan Lebih Banyak Senjata untuk Ukraina

BBC Indonesia - detikNews
Rabu, 20 Apr 2022 13:49 WIB
Jakarta -

Negara-negara sekutu Ukraina berjanji akan mengirim lebih banyak senjata untuk membantunya mempertahankan diri melawan gelombang baru serangan Rusia di wilayah timur.

Dalam konferensi video 90 menit pada hari Selasa (19/04), AS serta negara-negara sekutu lainnya berjanji untuk mengirimkan bantuan artileri, senjata anti-tank, dan pertahanan udara ke Kyiv.

Ukraina mengatakan mereka membutuhkan senjata untuk mempertahankan diri setelah Rusia meluncurkan serangan baru di timur negara itu.

Pertempuran di sana menandai hal yang disebut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebagai awal dari "pertempuran untuk Donbas".

Baca juga:

"Ini akan menjadi konflik artileri," kata Perdana Menteri Inggris Boris Johnson di parlemen setelah pertemuan dengan para pemimpin negara lainnya.

"Mereka (Ukraina) membutuhkan dukungan dengan lebih banyak artileri, itulah yang akan kami berikan kepada mereka."

Berbicara kepada wartawan di New Hampshire, Presiden AS Joe Biden mengonfirmasi bahwa Washington juga akan mengirim ke Ukraina lebih banyak artileri senjata berat yang digunakan dalam perang darat.

Di Berlin, Kanselir Olaf Scholz mengatakan Jerman sedang menyediakan dana untuk memungkinkan Ukraina membeli senjata anti-tank dan amunisi dari produsen senjata Jerman.

"Tujuannya adalah untuk memperkuat militer Ukraina sehingga bisa melawan serangan Rusia," katanya.

Sementara itu, Republik Ceko mengatakan akan mereka siap memperbaiki tank Ukraina dan kendaraan lapis baja ketika mereka rusak dalam pertempuran.

Para negara mitra juga membahas "upaya terkoordinasi untuk menerapkan sanksi ekonomi yang parah untuk meminta pertanggungjawaban Rusia," kata Gedung Putih.

"Kami akan lebih memperketat sanksi kami terhadap Rusia," kata Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen tanpa memberikan perincian lebih lanjut.

Janji pengiriman senjata ini menyusul permintaan terbaru dari Presiden Zelensky agar sekutu meningkatkan pasokan senjata mereka ke Kyiv.

"Kami butuh artileri berat, kendaraan bersenjata, sistem pertahanan udara, dan pesawat tempur apa pun untuk mengusir pasukan Rusia dan menghentikan kejahatan perang mereka." Zelensky mengatakan di Twitter pekan lalu. "Tidak ada yang akan menghentikan Rusia kecuali Ukraina dengan senjata berat.

Awal pekan ini pengiriman pertama paket bantuan militer AS senilai $800 juta (Rp11,4 triliun) tiba di perbatasan Ukraina bantuan yang ditentang keras oleh Rusia.

"Amerika Serikat dan negara-negara Barat di bawah kendalinya melakukan segalanya untuk memperlama operasi militer selama mungkin," kata kepala pertahanan Rusia Sergei Shoigu.

Beberapa pemimpin negara lain yang hadir pada pertemuan virtual hari Selasa termasuk Emmanuel Macron dari Prancis, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, serta para pemimpin Italia, Jepang dan Polandia.

Para pemimpin negara Barat juga membahas cara memberikan jaminan keamanan kepada Ukraina setelah perang meskipun negara tersebut bukan anggota NATO, kata seorang penasihat kepresidenan Prancis.

NATO adalah aliansi militer yang 30 anggotanya - termasuk AS, Inggris dan Jerman - sepakat untuk saling membantu jika terjadi serangan bersenjata terhadap salah satu dari mereka.

Karena Ukraina bukan anggota NATO, aliansi tidak berkewajiban untuk membelanya.

Negara-negara NATO khawatir bahwa melibatkan diri dalam konfrontasi bersenjata langsung akan berujung pada konflik habis-habisan antara Rusia dan Barat.

Alih-alih demikian, mereka memasok Ukraina dengan bantuan militer senilai jutaan dolar sejak Rusia melancarkan invasi.

Rusia peringatkan Barat

Rusia telah secara resmi memperingatkan Amerika Serikat - dan negara-negara sekutunya - agar tidak memasok senjata ke Ukraina.

Peringatan tersebut - disampaikan dalam catatan diplomatik resmi dari Moskow yang salinannya telah dilihat oleh media di AS - menyebut pengiriman senjata AS dan NATO seperti 'menyiram bensin' ke api konflik di Ukraina, dan dapat menyebabkan hal yang disebut para diplomat Rusia sebagai 'konsekuensi yang tidak dapat diprediksi'".

Pesan tersebut dikirim pada hari Selasa (12/04), tepat ketika kabar tentang paket bantuan militer baru yang disiapkan AS untuk Ukraina mulai bocor ke media.

Sejak perang dimulai, AS telah memasok lebih dari $3 miliar bantuan militer ke Ukraina.

Pertempuran di Ukraina Timur

Rusia kini mengalihkan fokus perangnya ke Ukraina timur, setelah mengalami kemunduran di dekat Ibu Kota Kyiv.

Kepala staf presiden Ukraina, Andriy Yermak, mengatakan bahwa pertempuran ini menandai "fase kedua" perang.

Kementerian Pertahanan Inggris memberikan kabar terbaru tentang perang di Ukraina, dengan fokus pada situasi di timur negara itu.

Dalam sebuah twit, Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan:

  • Ukraina memukul mundur "banyak" serangan dari pasukan Rusia.
  • Penggempuran dan serangan Rusia di garis kontrol di wilayah Donbas semakin intens
  • Rusia masih terhambat oleh "tantangan lingkungan, logistik dan teknis" yang sudah terlihat dalam perang serta perlawanan yang "sangat bersemangat" dari para pembela Ukraina
  • Rusia "menyerang tanpa pandang bulu" di kota pelabuhan Mariupol yang terkepung. Kementerian Pertahanan mengatakan ini mencerminkan ketidakmampuan Moskow untuk mencapai tujuannya secepat yang mereka inginkan

Simak Video 'Kanada Akan Kirim Artileri Beratnya ke Ukraina':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)