Sembunyi di Roda Pesawat 11 Jam, Penumpang Gelap Ditemukan Selamat

BBC Indonesia - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 16:11 WIB
Ilustrasi roda pesawat. (Getty Images)
Jakarta -

Penerbangan antarbenua itu memakan waktu sekitar 11 jam. Pesawat kargo yang ditumpangi penumpang gelap itu sempat berhenti di Nairobi, Kenya.

Penumpang gelap menghadapi risiko besar dan diyakini sulit bertahan hidup jika bersembunyi di bagian roda pesawat.

Alasannya, dia akan menghadapi udara yang sangat dingin dan kadar oksigen rendah di ketinggian.

"Pria itu ditemukan hidup di bagian roda hidung pesawat dan dibawa ke rumah sakit dalam kondisi stabil," kata juru bicara Polisi Militer Kerajaan Belanda, Joanna Helmons, kepada kantor berita AFP.

"Sangat luar biasa bahwa pria itu masih hidup," katanya.

Baca juga:

Usia dan kewarganegaraan penumpang gelap itu belum diumumkan kepada publik.

Menurut lembaga penyiaran Belanda, NOS, suhu tubuh pria itu meningkat saat ditemukan. Namun saat ambulans tiba, dia dapat menjawab sejumlah pertanyaan dasar.

Seorang juru bicara maskapai kargo Cargolux mengkonfirmasi kepada Reuters bahwa penumpang gelap itu berada dalam pesawat yang dioperasikan Cargolux Italia.

Menurut data penerbangan, satu-satunya penerbangan kargo Cargolux dari Johannesburg ke Schiphol pada hari Minggu juga berhenti di Nairobi. Belum jelas apakah pria itu naik pesawat di Afrika Selatan atau Kenya.

Kepolisian Belanda menyatakan menemukan seorang penumpang gelap yang bersembunyi di dalam roda pesawat pada penerbangan dari Johannesburg, Afrika Selatan menuju Amsterdam.

(ita/ita)