Alec Baldwin Akui Kariernya Mungkin Berakhir Usai Penembakan di Lokasi Syuting

BBC Indonesia - detikNews
Sabtu, 04 Des 2021 13:22 WIB
Alec Balwin adalah produser sekaligus berperan sebagai salah satu tokoh dalam film Rust tersebut. (Getty Images)
Washington DC -

Alec Baldwin mengakui bahwa karier aktingnya mungkin bakal berakhir setelah insiden penembakan menewaskan sinematografer Halyna Hutchins di lokasi syuting film "Rust".

"Bisa jadi," kata aktor berusia 63 tahun itu dalam wawancara dengan George Stephanopoulos dari ABC News. Baldwin menambahkan bahwa dia tidak peduli dengan hal itu.

Aktor itu mengatakan dia "tidak menarik pelatuk" pistol saat insiden itu terjadi di New Mexico pada 21 Oktober lalu.

"Seseorang memasukkan peluru tajam di pistol," katanya. "Bukan saya yang melakukannya."

Baldwin terkenal setelah membintangi film Glengarry Glen Ross dan The Hunt For Red October serta aksinya meniru Donald Trump di acara Saturday Night Live.

Baca juga:

Wawancara ABC disiarkan di AS pada Kamis (2/11) malam. Ini pertama kalinya Baldwin membicarakan insiden itu di depan kamera. Sebelumnya, dia hanya pernah melakukan wawancara singkat dengan TMZ pada bulan Oktober, dalam upaya untuk menghentikan paparazzi mengikuti dia dan keluarganya.

"Saya tidak tahu apa yang terjadi di lokasi itu. Saya tidak tahu bagaimana peluru itu ada dalam senjata itu. Saya tidak tahu," kata Baldwin.

"Tapi saya siap melakukan apa pun yang bisa membuat hal ini tidak terjadi lagi."

Aktor tersebut mengatakan bahwa selama latihan pada 21 Oktober, Hutchins mengarahkan setiap gerakan Baldwin.

"Dia memberitahu saya cara memegang pistol seperti yang dia inginkan."

"Saya memegang pistol seperti yang dia minta, yang akhirnya diarahkan tepat di bawah ketiaknya."

Untuk mendapatkan bidikan, aktor tersebut mengatakan bahwa dia perlu mengokang pistol - tetapi tidak menembakkannya.

"Pemicunya tidak ditarik. Saya tidak menarik pelatuknya."

"Saat saya mengokang pistolnya, saya berkata, 'Apakah kamu bisa melihatnya? Apakah kamu bisa melihatnya? Apakah kamu bisa melihatnya?'

"Dan kemudian saya melepaskan pelatuknya, dan pistol itu meledak," kata Baldwin.

Hutchins, 42 tahun, tertembak di lokasi syuting film Rust di Negara Bagian New Mexico, Amerika Serikat, ketika Baldwin tanpa sepengetahuannya menembakkan pistol yang terisi peluru betulan.

Sutradara film ini, Joel Souza, terluka pada bahunya.

"Dia [Hutchins] adalah teman saya. Di hari saya tiba di Santa Fe dan mulai syuting, saya ajak dia makan malam bersama Joel," kata Baldwin kepada sekelompok fotografer yang telah mengikutinya dan keluarganya di Negara Bagian Vermont.

"Kami adalah kru yang bekerja sangat, sangat baik dalam pengambilan gambar ini lalu peristiwa mengerikan ini terjadi."

Video wawancara singkat para wartawan dengan Baldwin ini diterbitkan oleh TMZ. Baldwin berkata insiden seperti ini adalah "kejadian satu dari satu triliun" dan kecelakaan yang sangat jarang terjadi.

"Usaha yang sedang berjalan untuk membatasi penggunaan senjata api di lokasi film adalah sesuatu yang sangat menarik bagi saya," dia menambahkan.

Santa Fe County Sheriff Adan Mendoza

Sheriff Wilayah Santa Fe County Adan Mendoza mengatakan senjata yang digunakan berfungsi. (Getty Images)

Pada Rabu, para penyelidik mengatakan sebuah "proyektil timah" telah dikeluarkan dari bahu Souza, dan ini terlihat seperti peluru sungguhan. Mereka juga berkata ada "beberapa kepuasan" seputar keamanan di lokasi.

Sementara itu, pengacara untuk Hannah Gutierrez-Reed, kru yang bertanggung jawab atas pergantian senjata di lokasi syuting Rust, mengeluarkan pernyataan pada pekan ini yang menyatakan kliennya tidak mengetahui "dari mana peluru betulan itu berasal".

Gutierrez-Reed juga berkata dia "tidak pernah melihat seorang pun menembakkan peluru betulan dengan senjata di set, dan dia tidak akan mengizinkannya" dan menyalahkan para produser karena mengurangi pendanaan, dan menciptakan kondisi kerja yang tidak aman.

Baldwin, yang juga merupakan salah satu produser Rust, mengaku dia "sangat meragukan" produksi film tersebut akan dilanjutkan. Sementara itu, juru bicara untuk para produser film ini belum memberikan komentar.

600 barang bukti

Saat memaparkan temuan awal terkait penembakan yang terjadi pada Kamis (21/10) lalu, para petugas mengatakan mereka yakin aktor Alec Baldwin diberikan senjata berisi peluru tajam.

"Semua opsi masih terbuka lebar," kata Jaksa distrik setempat, Mary Carmack-Altwies. "Tidak ada yang dikesampingkan pada tahap ini."

Lokasi syuting film Rust.

Lokasi syuting film Rust. (Reuters)

Pihak berwenang mengatakan pada hari Rabu (27/10) bahwa mereka telah menemukan sekitar 600 barang bukti sejauh ini - termasuk tiga senjata api dan 500 butir amunisi.

Sheriff Wilayah Santa Fe, Adan Mendoza, mengatakan bahwa kumpulan amunisi tersebut merupakan "campuran peluru kosong, peluru tiruan dan apa yang kami duga sebagai peluru sungguhan" walau masih memerlukan analisis laboratorium.

Dia juga mengatakan bahwa "proyektil timah" ditemukan pada bahu sutradara Joel Souza, yang terluka dalam insiden itu, dan diserahkan sebagai barang bukti.

"Saya pikir faktanya jelas - sebuah senjata diserahkan kepada Baldwin. Senjata itu berfungsi dan menembakkan peluru tajam yang membunuh Hutchins dan melukai Souza," katanya tentang pembunuhan itu.

Mendoza mengatakan kepada wartawan bahwa ada hingga 100 orang di lokasi syuting film berjudul Rust ketika penembakan itu terjadi.

Dia juga mengonfirmasi bahwa dua orang lain telah memegang senjata itu sebelum diberikan kepada Baldwin, yaitu ahli senjata film, Hannah Gutierrez Reed, dan asisten sutradara, Dave Halls.

Senjata.

Senjata api (Getty Images)

Catatan pengadilan mengatakan Halls menyebut "cold gun", mengacu bahwa senjata itu aman digunakan.

Rincian terbaru dari wawancaranya dengan polisi, yang dilaporkan oleh media AS pada hari Rabu (27/10), mengatakan bahwa asisten direktur itu telah mengakui kepada penyelidik bahwa dia tidak memeriksa ruang senjata untuk peluru tajam sebelum menyerahkannya kepada Baldwin.

Dokumen surat perintah penggeledahan terbaru mengungkap ahli senjata Gutierrez Reed mengatakan kepada penyelidik bahwa "live ammunition", atau peluru tajam, tidak disimpan di lokasi syuting, dan akses pada senjata biasanya terbatas pada beberapa orang dengan akses ke sebuah brankas.

Polisi mengidentifikasi senjata api yang ditembakkan oleh Baldwin sebagai "revolver F LLI Pietta Long Colt .45 edisi antik".

Penyelidik juga telah menemukan selongsong peluru bekas yang diduga berasal dari insiden penembakan.

Baldwin, yang dikenal atas karyanya dalam serial AS 30 Rock dan Saturday Night Live disebut sebagai aktor dan produser di Rust.

Dia tengah bekerja sama dengan penyelidik dan sebelumnya mengungkapkan keterkejutan dan kesedihannya atas apa yang dia sebut sebagai "kecelakaan tragis".

Penembakan yang mematikan pada pekan lalu itu memicu perdebatan tentang peraturan keselamatan di lokasi syuting film Hollywood dan penggunaan 'senjata properti' pada proses produksi.

"Jelas saya pikir industri ini memiliki catatan rekor yang aman baru-baru ini," kata Sheriff Mendoza kepada wartawan. "Saya pikir ada kepuasan diri di lokasi syuting ini, dan saya pikir ada beberapa masalah keamanan yang perlu ditangani oleh industri dan mungkin oleh negara bagian New Mexico."

Todongkan pistol ke kamera dalam latihan saat syuting

Hutchins.

Hutchins meninggal karena luka di dadanya akibat tembakan dengan menggunakan senjata yang digunakan dalam industri hiburan. (Getty Images)

Alec Baldwin tengah latihan menggunakan senjata dan mengarahkannya ke kamera selama latihan di lokasi syuting, kejadian yang berujung tragis, menurut dokumen hukum.

Sinematografer Halyna Hutchins tertembak di bagian dada pada insiden yang terjadi Kamis (21/10), di lokasi syuting film Rust, sementara sutradara Joe Souza terluka.

Afidavit berisi pernyataan dari Souza dan operator kamera Reid Russell memberikan informasi baru terkait apa yang terjadi.

Baldwin diberikan senjata yang digunakan untuk syuting dan diberitahu bahwa senjata itu hampa, menurut dokumen pengadilan.

Souza berdiri di belakang Hutchins saat keduanya terkena tembakan, menurut afidavit itu.

Souza menerima perawatan pada bahunya dan kemudian diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

[Gambas:Instagram]

"Joel [Souza] mengatakan bahwa mereka meminta Alec duduk di bangku di gedung gereja dan dia [Alec] tengah berlatih menggunakan senjata," kata dokumen itu.

"Joel mengatakan ia melihat dari balik bahu [Hutchins], ketika dia mendengar apa yang terdengar seperti bunyi cambuk dan kemudian letupan keras."

Dokumen itu menyebutkan Hutchins yang berusia 42 tahun tertembak di dada.

"Joe kemudian ingat samar-samar [Hutchins] mengeluh tentang perutnya sambil memegang. Joe juga mengatakan [Hutchins] mulai jatuh ke belakang dan ia berhasil ditahan."

Russell yang berdiri di samping Hutchins pada saat insiden itu mengatakan kepada polisi dengan mengutip Hutchins bahwa ia tidak merasakan kakinya.

Ketika ditanya bagaimana Baldwin memegang senjata api di lokasi syuting, Russell mengatakan aktor itu sangat hati-hati dan menyebut contoh ia memastikan tidak ada aktor anak yang berada di dekatnya saat menggunakan senjata.

Serge Svetnoy, teknisi listrk untuk film Rust, mengatakan dalam unggahan di Facebook Minggu (24/10) bahwa ia memegang Hutchins ketika ia sekarat. Svetnoy menyebut kematiannya karena "keteledoran dan orang yang tidak profesional."

Juga hari Minggu, seorang kru yang bekerja dengan Halls dalam proyek lain mengatakan ia telah mengangkat isu itu pada 2019 lalu.

Maggie Goll, pembuat senjata yang digunakan dalam industri hiburan mengatakan kepada Associated Press (AP), dalam kejadian 2019 itu, Halls tak mengindahkan protokol keselamatan untuk senjata di lokasi TV dan masih terus syuting ketika ada kru yang pingsan.

Halls tidak membalas permintaan AP untuk berkomenar.

Goll menambahkan, "Ini bukan masalah dengan Dave Halls ... ini bukan salah satu orang. Ini masalah yang lebih besar terkait keselamatan di lokasi syuting dan apa yang perlu kita lakukan."

Detail investigasi polisi dirilis pada Jumat (22/10) setelah surat izin penggeledahan diajukan ke pengadilan di Santa Fe, Negara Bagian New Mexico.

Catatan itu menyebut pakaian Baldwin dengan noda darah dibawa sebagai alat bukti bersama dengan senjata tersebut.

Amunisi dan senjata properti syuting lainnya juga dibawa oleh polisi dari lokasi.

"Hati remuk dan syok"

Aktor berusia 63 tahun itu kemudian ditanyai oleh polisi, namun belum ada seorang pun yang didakwa atas insiden ini.

Sebelumnya, Baldwin yang membintangi dan menyutradarai film itu berkata dia akan "bekerjasama secara penuh" dengan Kantor Sheriff Wilayah Santa Fe.

Pada Jumat, Baldwin mengunggah cuitan yang mengatakan bahwa dia telah menghubungi suami Hutchins, anak laki-laki mereka, dan menawarkan dukungan.

"Hati saya remuk untuk suaminya, anak mereka, dan siapa saja yang mengenal dan mencintai Halyna," tulisnya.

Hutchins bekerja sebagai pengarah fotografi di lokasi syuting Rust.

"Tidak ada kata yang bisa menggambarkan rasa syok dan kesedihan saya tentang kecelakaan tragis yang mengambil nyawa Halyna Hutchins, seorang istri, ibu, dan rekan kami yang sangat dikagumi," cuitnya.

"Saya bekerjasama penuh dengan polisi untuk menginvestigasi bagaimana tragedi ini terjadi."

Hutchins diterbangkan dengan helikopter setelah insiden penembakan pada Kamis siang, namun kemudian meninggal dunia karena luka-lukanya.

Menurut Los Angeles Times, belasan kru kamera Rust melakukan walk out beberapa jam sebelum tragedi itu terjadi, setelah memprotes soal kondisi kerja di lokasi syuting.

Anggota serikat pekerja mengatakan mereka mengeluhkan tentang penginapan. Sebelumnya, mereka dijanjikan tinggal di kamar hotel di Santa Fe selama syuting,

Namun ketika proses pengambilan gambar dimulai, mereka harus berkendara sekitar 80 kilometer dari Alburquerque setiap pagi untuk ke lokasi syuting.

Merujuk pada situs pribadinya, Hutchins berasal dari Ukraina dan dibesarkan di pangkalan militer Soviet di Arktika.

Ia belajar jurnalisme di Kiev, Ukraina. Selain itu, ia juga belajar film di Los Angeles, AS.

Ia dinobatkan sebagai "bintang baru" oleh majalah American Cinematographer pada 2019.

Dia adalah direktur fotografi untuk film aksi Archenemy yang dibuat tahun 2020 dan disutradarai oleh Adam Egypt Mortimer.

"Saya sangat sedih kehilangan Halyna. Dan sangat marah karena ini bisa terjadi di lokasi syuting," kata Mortimer dalam cuitan di Twitter.

Dalam sebuah pernyataan di majalah Variety, International Cinematographer's Guild mengatakan kematian Hutchins adalah "berita yang menghancurkan" dan "kehilangan yang mengerikan".

Insiden seperti ini di lokasi syuting sangat jarang terjadi, namun bukannya tidak pernah terjadi sama sekali.

Senjata betulan kerap digunakan dalam pengambilan gambar, dan diisi dengan peluru kosong katrid yang menghasilkan kilatan dan ledakan tanpa mengeluarkan proyektil.

Pada 1993, Brandon Lee anak laki-laki bintang bela diri Bruce Lee meninggal dunia di set film setelah tak sengaja tertembak senjata properti saat syuting adegan kematian dalam The Crow.

Sebuah set peluru putar salah dimasukkan ke dalam senjata itu.

Menanggapi pemberitaan pada Kamis, saudara perempuan Brandon Lee, Shannon, mencuit, "Hati kami tertuju pada keluarga Halyna Hutchins dan Joel Souza dan semua yang terlibat dalam insiden di film 'Rust'. Tidak seorang pun yang seharusnya terbunuh oleh senjata di lokasi syuting. Titik."

(nvc/nvc)