ADVERTISEMENT

Fantastis! Motor Terbang 'Hoverbike' Terjual Hampir Rp 10 M

BBC Indonesia - detikNews
Senin, 01 Nov 2021 13:32 WIB
Jakarta -

Sebuah perusahaan start-up Jepang mencoba meyakinkan para pengguna mobil super untuk beralih ke 'hoverbike' atau motor terbang yang baru saja mereka luncurkan. Motor terbang tersebut dibandrol seharga US$680.000 (Rp9,7 miliar).

ALI Technologies' XTurismo Limited Edition, yang berbasis di Tokyo mengatakan hoverbike mulai dapat dipesan di Jepang sejak Rabu (27/10).

Peluncuran produk ini turut didukung oleh perusahaan elektronik raksasa, Mitsubishi, serta pesepakbola Jepang, Keisuke Honda.

Menurut ALI Technologies, hoverbike dapat terbang selama 40 menit dengan kecepatan mencapai 100 kilometer per jam dari satu kali pengecasan.

Baca juga:

Perusahaan menargetkan untuk memproduksi 200 motor terbang seberat 300 kilogram single-rider pada pertengahan 2022.

Setiap unit hoverbike dilengkapi dengan mesin konvensional serta empat motor bertenaga baterai.

https://youtu.be/6mbir6u_AHo

"Untuk saat ini, pilihan para pengendara telah berubah antara berkendara di darat atau di udara," kata Chief Executive ALI Technologies, Daisuke Katano.

"Kami menawarkan metode baru untuk berkendara," lanjut dia.

Kepadatan merupakan salah satu masalah besar di Kota Tokyo yang dihuni oleh 13,5 juta penduduk. Kota berteknologi tinggi ini merupakan salah satu wilayah metropolitan terpadat di dunia.

Namun, aturan yang berlaku di Jepang saat ini belum memungkinkan hoverbike untuk melintas di jalan-jalan sibuk. Meski demikian, Katano berharap tim penyelamat dapat menggunakan hoverbike untuk mengakses area yang sulit dijangkau.

Fiksi ilmiah

Ben Gardner dari Pinsent Masons, mengatakan kepada BBC News bahwa kendaraan yang dulunya tampak seolah jauh di masa depan kini menjadi kian nyata.

"Akhirnya, ada ruang bagi kami untuk melihat kendaraan seperti itu digunakan di Inggris," kata dia.

Hanya saja, hukum yang berlaku di Inggris belum bisa menyatakan bahwa kendaraan seperti hoverbike layak jalan. Meski demikian, Gardner mengatakan perhatian kepada teknologi baru seperti ini dalam beberapa tahun terakhir dapat menjadi pertanda menuju perubahan.

"Uji coba teknologi yang muncul saat ini seperti mobil tanpa pengemudi, robot otonom, dan drone menunjukkan ada cetak biru untuk bentuk transportasi yang tadinya tadinya hanya ada di dunia fiksi ilmiah, kini masuk ke dunia nyata," katanya.

Para perusahaan modal ventura, perusahaan penerbangan, serta perusahaan Uber yang ambisius dengan Uber Elevate, kini bertaruh pada industri otomotif terbang yang diklaim sedang berkembang. Para analis berpendapat industri otomotif terbang bisa bernilai hingga US$1,5 triliun (Rp21.288 triliun) pada 2040.

(ita/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT