Turki Tangkap 15 Anggota Mossad Israel Diduga Mata-matai Mahasiswa Asing

BBC Indonesia - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 23:53 WIB
Operasi penangkapan anggota Mossad di Turki (BBC)
Jakarta -

Turki menangkap 15 orang yang digambarkan anggota jaringan mata-mata dinas rahasia Israel, Mossad, yang diduga melakukan tindakan mata-mata terhadap lawan-lawan Israel dan mahasiswa asing di negara tersebut.

Menurut surat kabar Turki, Daily Sabah, agen-agen yang bekerja untuk Mossad ini telah dipantau selama satu tahun.

Kelima belas anggota jaringan ditangkap di lokasi rahasia di empat provinsi di Turki pada 7 Oktober, namun informasi penangkapan ini baru diumumkan secara terbuka pada Kamis (21/10/2021).

Operasi untuk menangkap anggota jaringan mata-mata ini didukung oleh tak kurang dari 200 aparat.

Menurut informasi, anggota jaringan mata-mata tersebut mengirim informasi kepada Mossad, tentang mahasiswa-mahasiswa asing di perguruan-perguruan tinggi Turki, terutama yang diperkirakan akan bekerja di kementerian pertahanan di masa mendatang.

Baca juga:

Berdasarkan investigasi, ada satu sel yang dianggap penting, karena sel ini mendapat tugas mengontak perwira lapangan Mossad dan bertemu dengan agen-agen Mossad di luar negeri, kata Daily Sabah.

Disebutkan, dalam pertemuan ini, informasi dan dokumen yang dianggap penting bagi Israel diserahkan kepada perwira Mossad.

Dinas rahasia Israel membayar, dengan nilai bervairasi, atas penyediaan informasi tentang kondisi orang-orang Palestina yang tinggal di Turki. Nilai pembayaran dilaporkan mencapai puluhan ribu dolar.

Informasi lain yang dikirim ke agen-agen Mossad adalah siapa saja orang Palestina yang berkuliah di universitas-universitas di Turki dan fasilitas apa saja yang mereka dapatkan.

Informasi ini dipakai untuk menyusun profil untuk kemudian dikirim ke para pejabat Mossad di luar negeri, melalui program daring yang terenkripsi.

Jaringan mata-mata ini juga dikatakan mengumpulkan informasi tentang perkumpulan dan organisasi di Turki dan membagi informasi ini dengan Mossad.

Beberapa anggota jaringan dilaporkan hilang "untuk memudahkan kerja mereka", namun modus ini bisa diendus oleh dinas intelijen Turki.

Saat ini 15 anggota jaringan mata-mata tersebut sedang diinterogasi, dan begitu rampung, berkasnya akan dilimpahkan ke pengadilan.

Lihat juga Video: Bertemu Kamala Harris, Israel Bicara soal Hak Hidup Warga Palestina-Nuklir Iran

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)