Mossad Selidiki Lagi Hilangnya Letkol Arad yang Jadi 'Misteri Terbesar' Israel

BBC Indonesia - detikNews
Jumat, 08 Okt 2021 11:01 WIB
Tel Aviv -

Lembaga intelijen Israel Mossad melaksanakan misi untuk melacak kembali Letkol Ron Arad, navigator pesawat yang hilang sejak 1986, yang kasusnya menjadi salah satu misteri besar di negara tersebut.

Hal itu dinyatakan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett dalam pidato pembukaan masa sidang musim dingin Parlemen Israel.

Bennett mengatakan agen Mossad telah memulai "misi yang kompleks, luas dan berani" untuk mengumpulkan informasi terbaru mengenai nasib dan lokasi Letkol Arad.

Namun dia menyatakan di hadapan parlemen bahwa ia tidak bisa mengungkap misi itu secara lebih rinci.

"Hanya ini yang bisa saya bagikan saat ini," tambahnya.

Baca juga:

Siapa Letkol Arad?

Navigator Letkol Ron Arad, dinyatakan hilang sejak pesawat yang dinaikinya jatuh selama serangan bom di Lebanon pada 1986.

Pilot pesawat itu diselamatkan oleh pasukan Israel setelah mereka membayar uang tebusan. Di sisi lain, Letkol Arad, yang merupakan navigator, ditangkap oleh milisi Muslim Syiah Lebanon, Amal.

Setahun kemudian, Amal menawarkan untuk menukar Arad dengan 200 tahanan Lebanon dan 450 tahanan Palestina, di samping tiga juta dolar AS. Namun negosiasi itu dilaporkan gagal setelah Israel menolak untuk menukar sang navigator dengan tahanan Palestina.

Satu laporan tahun 2016 yang dikeluarkan Mossad dan intelijen militer Israel menyimpulkan bahwa Letkol Arad kemungkinan telah meninggal dalam tahanan pada tahun 1988.

Apakah Misi Terbaru ini Berhasil?

Naftali Bennett

Naftali Bennett mengatakan agen-agen Mossad "menggelar operasi yang kompleks dan berani" untuk menemukan lokasi dan mengetahui nasib Ron Arad. (Reuters)

Sejumlah laporan berbeda pendapat mengenai apakah pelacakan tersebut berhasil atau tidak.

Channel 12 melaporkan bahwa Kepala Mossad, David Barnea, mengatakan pada pertemuan internal lembaga itu, "Operasi tersebut adalah operasi yang berani, kompleks, tetapi gagal. Kami gagal."

Kantor perdana menteri membantah laporan tersebut dan menegaskan bahwa misi tersebut "sukses dan dilakukan dengan memenuhi target operasi yang luar biasa".

Kantor perdana menteri juga membela keputusan Bennett untuk mengungkap informasi ini.

Langkah tersebut dinyatakan menunjukkan "usaha dan komitmen besar dalam membawa pulang prajurit kita".

Surat kabar Haaretz juga mengutip sumber-sumber di kantor perdana menteri yang mengatakan bahwa pidato tersebut telah dikoordinasikan dengan Mossad.

Sementara Barnea telah "mengeluarkan pesan kepada anggotanya bahwa misi itu berhasil dan penting".

Sementara itu Israel Hayom mengutip seorang pejabat keamanan senior yang mengatakan bahwa misi tersebut adalah "salah satu yang paling penting dan sukses" dalam sejarah Israel dan bahwa "informasi penting telah diperoleh".

Keluarga Letkol Arad mengatakan mereka selalu "berharap bahwa suatu hari kelak kita akan tahu nasib Ron yang sebenarnya".

Simak juga 'Ribuan Warga Palestina Berebut Izin Kerja di Wilayah Israel':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/nvc)