Toilet Emas Ditemukan dalam Penyelidikan Suap Polisi Rusia

BBC Indonesia - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 17:52 WIB
Toilet dan wastafel berlapis emas, diduga milik kelompok kriminal polisi lalu lintas Rusia (sledcom.ru)
Jakarta -

Sebuah toilet berlapis emas dan sejumlah barang mewah lainnya ditemukan di sebuah rumah besar yang digerebek oleh penyelidik Rusia, yang mengatakan tengah menyelidiki sekelompok polisi korup.

Situs Komite Investigasi (SK) menayangkan sebuah video yang menunjukkan interior mewah rumah besar, yang merupakan satu dari banyak properti yang digerebek.

Kolonel Alexei Safonov, kepala polisi lalu lintas di wilayah Stavropol selatan, ditangkap bersama enam polisi lainnya.

Baca juga:

Para polisi lalu lintas ini diduga menerima suap untuk mengeluarkan surat izin palsu kepada sejumlah pelaku bisnis.

Surat izin ini ditengarai memungkinkan kendaraan melewati pos pemeriksaan polisi dengan muatan biji-bijian dan bahan bangunan tak berizin.

Para tertuduh belum memberikan komentar apapun atas dakwaan tersebut.

Pasukan polisi Rusia di Caucasus Utara Rusia terlibat dalam operasi anti rasuah ini. SK berkata mereka telah melakukan sekitar 80 pencarian - termasuk di kantor-kantor polisi lalu lintas - dan menyita uang kontan dalam jumlah besar, juga mobil-mobil mewah.

SK video grab showing villa exterior sledcom.ru Video yang diunggah di situs SK ini menunjukkan vila mewah yang diduga milik kelompok kriminal polisi lalu lintas rusia, korupsi sledcom.ru Bahkan area dapur dihiasi dengan berbagai ornamen emas Tempat tidur di vila mewah Rusiasledcom.ruSeorang politisi membandingkan para terdakwa dengan kelompok mafia

SK - badan negara Rusia yang mirip dengan FBI di Amerika Serikat- berkata kelompok Safonov telah menerima suap selama bertahun-tahun, senilai 19M rubel (US$255 ribu atau Rp3 triliun).

Safonov terancam hingga 15 tahun penjara jika terbukti bersalah. Pendahulunya, Alexander Arzhanukhin, termasuk di antara mereka yang ditangkap.

Baca juga:

Alexander Khinshteyn, seorang anggota parlemen dari partai pro-Kremlin, Rusia Bersatu, berkata lebih dari 35 petugas polisi lalu lintas di wilayah tersebut ditahan.

"Intinya, mafia telah beroperasi di Stavropol dan mengambil keuntungan dari apa saja: dari nomor polisi kendaraan pasar gelap sampai izin kargo, hingga pengantaran pasir," katanya melalui aplikasi pesan Telegram.

Begini cara media-media di Rusia melaporkan kasus suap polantas di Stavropol:

https://twitter.com/BBCSteveR/status/1417739953023430658

(ita/ita)