Ilmuwan Israel Berhasil Perpanjang Umur Tikus, Bisa Diterapkan ke Manusia?

BBC Indonesia - detikNews
Senin, 07 Jun 2021 10:11 WIB
Berbagai penelitian telah dilakukan untuk memperlambat proses penuaan dan menemukan cara untuk bisa hidup lebih panjang. (Getty Images)
Jakarta -

Sebuah tim ilmuwan Israel mengeklaim berhasil memperpanjang usia tikus hingga 23% dan berharap metode ini suatu saat nanti bisa diterapkan pada manusia.

Jika memang aman untuk manusia, maka usia harapan hidup bisa diperpanjang hingga rata-rata 120 tahun.

Perpanjangan usia ini dilakukan dengan meningkatkan pasok protesin SIRT6 -- yang biasanya berkurang seiring dengan bertambahnya usia -- pada 250 tikus.

Dalam artikel di jurnal ilmiah Nature Communications, para saintis mengungkapkan, selain umur yang makin panjang, tikus-tikus tersebut juga lebih awet muda dan makin tidak mudah terkena penyakit kanker.

"Perubahan usia harapan hidup ini signifikan ... dalam konteks manusia, maka usia harapan hidup kita bisa diperpanjang rata-rata hingga hampir 120 tahun," kata Profesor Haim Cohen dari Universitas Bar-Ilan, Tel Aviv, dalam wawancara dengan surat kabar The Times of Israel.

"Perubahan yang kami saksikan pada tikus bisa diterapkan pada manusia. Dan jika memang demikian keadaannya, itu sungguh sangat menggembirakan," katanya.

Cohen dan timnya sekarang mencoba mengidentifikasi obat untuk meningkatkan ketersediaan protein SIRT6 secara aman pada manusia.

Baca juga:

Para saintis mengatakan, tingkat SIRT6 menurun seiring dengan bertambahnya umur, dan banyak yang mencoba hipotesis bahwa mendorong produksi protein ini mungkin akan sangat bermanfaat.

Perempuan lanjut usia

Jika metode menambah pasok SIRT6 dapat diterapkan pada manusia, usia kita bisa ditambah rata-rata hingga 120 tahun, kata peneliti. (Getty Images)

Pada 2012, Cohen menjadi peneliti pertama yang berhasil menambah tingkat SIRT pada binatang dan memperpanjang usia harapan hidup. Proses ini bisa menambah panjang umur tikus-tikus jantan hingga 15%.

Saat itu, eksperimen memperlihatkan tidak ada impak bagi tikus-tikus betina.

Dalam penelitian terbaru -- yang menggandeng sejumlah ilmuwan internasional termasuk Profesor Rafael de Cabo dari Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat -- naiknya usia harapan hidup terjadi baik pada tikus jantan maupun betina.

Dibandingkan tikus-tikus yang tidak ditambah SIRT6-nya, umur tikus-tikus jantan bisa bertambah hingga 30% sedangkan bagi tikus betina, pertambahannya hingga 15%.

Disimpulkan pula, penambahan level SIRT6 membuat tikus-tikus ini memiliki kadar kolesterol yang lebih rendah, lebih kecil kemungkinannya terkena kanker, dan mampu berlari lebih cepat. Variabel-variabel ini membuat para peneliti menyatakan bahwa peningkatan pasok SIRT6 juga mendorong lebih awet muda.

"Penemuan ini menunjukkan bahwa SIRT6 menentukan tingkat penuaan secara sehat. Terlihat pula, menambah SIRT6 berpotensi melambatkan proses penuaan," jelas Cohen.

Perempuan lanjut usia

Ilmuwan tengah mencoba 'menterjemahkan' keberhasilan menambah umur tikus untuk bisa diterapkan secara aman pada manusia. (Getty Images)

Tapi ia menambahkan, untuk saat ini belum tersedia peranti yang bisa menerjemahkan penemuan ini untuk diterapkan pada manusia secara aman.

Pada tikus, menambah tingkat SIRT6 dengan mudah dapat dilakukan dengan melakukan modifikasi genetika. Pada manusia, proses serupa memerlukan obat-obatan tertentu.

Ia sedang mencoba mengembangkannya di laboratorium dan meyakini mungkin akan selesai dalam dua atau tiga tahun ke depan.

"Kami tengah mengembangkan molekul-molekul kecil yang mungkin bisa memperbanyak tingkat SIRT6 atau mendorong jumlah protein ini menjadi lebih aktif ... ini mungkin bisa dipakai untuk memperlambat proses penuaan [pada manusia]," kata Cohen.

Simak juga 'Bentrokan Palestina-Israel Kembali Pecah di Yerusalem!:

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)