Vietnam Deteksi Varian Corona Gabungan Inggris-India, Sudah Masuk Indonesia?

BBC Indonesia - detikNews
Senin, 31 Mei 2021 08:12 WIB
Jakarta -

Vietnam telah mendeteksi sebuah varian baru Covid yang mampu menyebar dengan cepat di udara. Varian ini tampaknya merupakan kombinasi varian Inggris dan India, sebut para pejabat setempat.

Menteri Kesehatan Vietnam, Nguyen Thanh Long, merujuk mutasi terbaru ini sebagai varian yang "sangat berbahaya".

"Vietnam telah mengungkap varian baru Covid-19 yang menggabungkan karakteristik dua varian yang pertama kali ditemukan di India dan Inggris," kata Nguyen dalam rapat pemerintah sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.

Ditambahkannya, varian baru ini lebih mudah menyebar di udara dari varian-varian sebelumnya. Varian baru tersebut ditemukan setelah melakukan pengurutan sekuens genom terhadap pasien-pasien baru, demikian dilaporkan surat kabar daring VnExpress.

Kode genetika varian ini, menurut Nguyen, akan dipublikasikan dalam waktu dekat.

Baca juga:

Virus terus bermutasi dan sebagian besar variannya tidak banyak berdampak, namun beberapa di antaranya justru lebih menular.

Varian Covid-19 pertama kali diidentifikasi di India pada Oktober lalu, yaitu B.1.617.2. Menurut sejumlah pakar, varian ini lebih mudah menular ketimbang varian Inggris/Kent, yaitu B.1.1.7.

Berdasarkan hasil penelitian, sejumlah vaksin seperti Pfizer dan AstraZeneca, sangat efektif melawan varian India setelah pemakaian dua dosis. Namun, perlindungan dari satu dosis terlihat berkurang.

Tidak ada bukti bahwa mutasi virus corona menimbulkan penyakit yang lebih serius terhadap mayoritas orang.

Covid-19, baik varian maupun versi aslinya, tetap sangat berisiko bagi kaum manula atau orang-orang yang mengidap penyakit bawaan.

Meski demikian, virus yang jauh lebih mudah menular dan punya bahaya yang sama akan menimbulkan lebih banyak kematian pada populasi yang belum divaksinasi.

Vietnam mengalami lonjakan kasus Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir. Tercatat lebih dari 6.700 kasus virus corona telah bermunculan sejak awal pandemi. Dari jumlah itu, lebih dari setengahnya muncul sejak akhir April 2021.

Menurut data Johns Hopkins University, terdapat 47 orang yang meninggal dunia terkait Covid di Vietnam.

Apa saja varian corona yang ada di Indonesia?

Sejauh ini terpantau tujuh varian corona yang berhasil teridentifikasi di Indonesia, yakni varian D614G, B117, N439K, E484K, B1525, B1617, dan B1351.

Pemerintah Indonesia belum merilis informasi apakah varian baru yang terdeteksi di Vietnam telah ditemukan di Indonesia.

Wiku Adisasmito, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, mengatakan pemerintah berupaya mengantisipasi masuknya varian baru dari luar negeri dengan memperketat pengawasan dan karantina bagi pekerja migran yang kembali ke kampung halaman.

Namun, seberapa cepat pemerintah Indonesia mendeteksi varian baru virus corona?

Jawabannya: lambat, seperti diutarakan pakar biomolekular Universitas Yarsi, Ahmad Rusjdan Utomo.

"Jika Inggris melakukan sampling dengan sangat agresif ketika ditemukan kasus dan klaster besar, mereka segera melakukan genome sequencing. Indonesia, masalahnya, kita tidak punya kemewahan itu," kata Ahmad.

Sementara itu, Siti Nadia Tarmizi dari Kementerian Kesehatan mengungkap alasan mengapa diperlukan waktu hampir empat bulan untuk mengonfirmasi varian baru dari Afrika Selatan terdeteksi di Indonesia.

Ia mengatakan hanya ada 17 laboratorium - dari sekitar 700 laboratorium yang ada di Indonesia - yang bisa melakukan whole genome sequencing (WGS) untuk mengetahui varian virus Covid-19

"Dan mengapa prosesnya lama, ini sangat tergantung pada bagaimana pengambilan spesimen. Karena dari pengambilan spesimen, dia harus mengalami suatu proses kalau proses itu baik dan menghasilkan kualitas spesimen yang sesuai, itu baru bisa dibaca oleh mesinnya. Karena kalau spesimennya tidak baik dan dalam prosesnya tidak baik, pasti akan dibaca negatif oleh mesinnya. Ini lebih memang perlu sedikit kehati-hatian," katanya.

Hingga saat ini, baru ada sekitar 1.771 sekuens genom virus corona di Indonesia, atau hanya 0,098% dari total kasus di seluruh dunia, yang diunggah ke Global Initiative for Sharing All Influenza Data (GISAID), sebuah inisiatif global dan sumber utama yang menyediakan akses terbuka ke data genom virus influenza dan corona yang bertanggung jawab atas pandemi Covid-19.

Minimnya data informasi genom ini akan berpengaruh pada penanganan Covid-19.

covid varianBBC

(ita/ita)