Cek Fakta Video Viral Seputar Konflik Israel-Palestina

BBC Indonesia - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 17:10 WIB
Jakarta -

Seiring dengan makin intensnya konflik Israel-Palestina, makin banyak pula beredar klaim-klaim palsu di media sosial dalam beberapa hari terakhir.

BBC mencari konten-konten klaim palsu yang viral ini dan menelusuri asal usul konten-konten tersebut.

Dan berikut beberapa di antaranya, mulai dari video "Hamas menembakkan roket dari kawasan padat penduduk di Gaza" hingga video "Israel sengaja membiarkan Masjid al-Aqsa terbakar".

Baca juga:

'Video roket-roket ditembakkan dari kawasan padat penduduk di Gaza'

Video pertempuran di SuriahYouTubeVideo ini sebenarnya adalah video pertempuran di dalam wilayah Suriah.

Juru bicara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Ofir Gendelman, mengunggah video di Twitter yang ia klaim sebagai "aksi kelompok Hamas menembakkan roket dari kawasan padat penduduk".

"Sepertiga dari lebih 250 roket [yang ditembakkan] jatuh di dalam wilayah Jalur Gaza, menewaskan warga Palestina," kata Gendelman di Twitter.

Namun sejatinya, video yang ia unggah tersebut adalah rekaman video yang diambil di Suriah, bukan Gaza.

Video ini direkam saat militer Suriah menggelar operasi menumpas kelompok-kelompok pemberontak di Kota Deraa pada 2018.

Oleh Twitter, video dari jubir PM Netanyahu tersebut diberi label "video manipulasi" dan Twitter menambah tautan yang menyimpulkan bahwa potongan video yang dimaksud adalah pertempuran di Suriah.

Tindakan Gendelman memicu protes keras, yang memaksanya menghapus cuitannya tersebut.

Cuitan 'militer Israel senang sekali membunuh'

Beberapa pengguna Twitter menyebarkan apa yang mereka klaim sebagai tangkapan layar dari akun militer Israel, IDF, yang mengatakan "Kami senang sekali membunuh" dan "Kami baru saja mengebom anak-anak".

Tangkapan-tangkapan layar ini palsu dan dengan mudah dibuat secara gratis di internet.

IDF tidak pernah mengunggah pesan-pesan tersebut baik melalui akun resmi mereka di Twitter maupun di platform lain mana pun.

Setelah dilakukan penelusuran, tangkapan layar berasal dari akun anti-Israel yang mengeklaim sebagai akun penyedia konten satire.

Video 'pemakaman palsu di Gaza untuk tarik simpati global'

Remaja Yordania pura-pura memakamkan jenazahTwitterAkun-akun pro-Israel mengunggah video yang mereka klaim "pemakaman palsu" di Gaza.

Beberapa pemengaruh (influencer) Israel membagikan video yang mereka klaim sebagai "video warga Palestina berpura-pura memakamkan korban serangan udara Israel di Gaza untuk mendapatkan simpati global".

Dalam video ini -- yang juga dibagikan oleh seorang penasihat di Kementerian Luar Negeri Israel -- tampak beberapa remaja menggotong jenazah.

Lalu terdengar sirene dan tiba-tiba saja anak-anak muda ini mengeletakkan jenazah di tanah dan berlari. Jenazah ini bangun dan berlari.

Video viral ini dibagikan ratusan kali oleh pengguna media sosial yang pro-Israel.

Penelusuran BBC menunjukkan, video itu pernah muncul pada Maret 2020.

Laporan yang menyertai video ini menyebutkan bahwa video ini adalah beberapa remaja Yordania mencoba menghindari pembatasan ketat pandemi Covid-19 dengan seolah-olah melakukan pemakaman jenazah.

Video 'Masjid al-Aqsa terbakar'

Video yang mengeklaim Masjid al-Aqsa 'terbakar'TwitterSejumlah akun mengunggah video di Twitter dengan mengeklaim 'Masjid al-Aqsa terbakar'.

Beberapa akun pro-Palestina membagikan video yang mereka klaim "Masjid al-Aqsa terbakar" dan bahwa "Israel sengaja membiarkan al-Aqsa terbakar".

Tampak orang-orang Yahudi bernyanyi dan meneriakkan kata-kata anti-Palestina di balik Tembok Ratapan, sementara api menyala di kejauhan.

Video ini sebenarnya nyata, namun yang terbakar adalah pohon di kompleks al-Aqsa, bukan masjidnya.

Kompleks Masjid al-Aqsa terletak di kawasan kota lama di Yerusalem dan merupakan tempat suci bagi pemeluk Islam dan Yahudi. Bagi pemeluk Yahudi, kawasan itu biasa disebut Temple Mount.

Al-Aqsa mosqueTWITTER/ARIEH KOVLERYang sebenarnya terjadi adalah pohon di kompeks al-Aqsa terbakar, bukan masjid yang terbakar.

Penyebab api hingga kini belum bisa disimpulkan.

Polisi Israel dalam suatu pernyataan mengatakan bahwa api disebabkan oleh petasan yang dilemparkan oleh warga Palestina yang salat di dalam Masjid al-Aqsa.

Sedangkan pihak Palestina mengatakan, api dipicu oleh lemparan granat kejut aparat keamanan Israel.

Menurut kantor berita Reuters, pohon yang terbakar tersebut berjarak hanya 10 meter dari masjid.

Api akhirnya bisa dipadamkan dan tidak menyebabkan kerusakan.

Video 'Hamas memindahkan rudal-rudal di satu jalan di Gaza'

Rudal tiruanFACEBOOK/MIVZAK LIVEVideo yang diklaim bahwa Hamas 'memindahkan rudal dari satu jalan di Gaza'.

Yang juga banyak dibagikan di media sosial adalah cuitan berisi video yang menunjukkan "truk kelompok Hamas pengangkut rudal di salah satu jalan di Gaza". Terdengar pula seorang anak berbicara di video tersebut.

Postingan ini diunggah oleh akun pro-Israel di Amerika Serikat, yang mengeklaim, "Sekali lagi kita saksikan Hamas menggunakan warga sipil sebagai perisai untuk membunuh orang-orang Yahudi ... karena mereka tahu Israel tidak akan melancarkan serangan balasan karena Israel tak ingin melukai orang-orang yang tak berdosa."

Penelusuran BBC memperlihatkan, video ini pernah diunggah ke Facebook pada 25 November 2018, dengan keterangan yang menyebutkan video ini diambil di Kota Abu Snan, di Galilee, Israel.

Aric Toler, peneliti berbasis informasi terbuka untuk situs jurnalisme investigatif, Bellingcat, mengatakan video ini adalah tiruan rudal milik Israel yang dipakai untuk latihan militer.

Akun pro-Israel yang mengunggah video ini kemudian menghapusnya dan meminta maaf karena "telah menggunakan data yang salah".

Anggota tim liputan: Alistair Coleman, Shayan Sardarizadeh, Christopher Giles dan Nader Ibrahim.

(ita/ita)