Aktor Myanmar Ditangkap Puluhan Tentara, Begini Aksinya saat Demo

BBC Indonesia - detikNews
Jumat, 09 Apr 2021 15:29 WIB
Jakarta -

Penangkapan model dan aktor populer Myanmar, Paing Takhon, oleh aparat keamanan pada Kamis (08/04) langsung mengundang perhatian banyak khalayak, bahkan hingga di luar negeri. Paing diketahui memiliki jutaan fans di Myanmar, Thailand, dan negara-negara lain.

Akun pribadi Paing di media sosial telah ditutup bersamaan dengan kabar penangkapannya.

Pria berusia 24 tahun itu secara terbuka menentang pemerintah militer Myanmar, yang melakukan kudeta pada 1 Februari lalu.

Dia terlihat ikut berdemonstrasi di jalan serta menggalang protes anti-kudeta lewat media sosial.

Sejak melancarkan kudeta, militer Myanmar gencar menangkap para pemrotes dan aktivis. Aparat keamanan pun belakangan ini juga meringkus para selebriti atau tokoh-tokoh berpengaruh lainnya yang anti-kudeta.

Menurut pengakuan adik Paing Takhon, aparat keamanan sampai mengerahkan sekitar 50 tentara dan delapan truk militer untuk menangkap abangnya.

Paing turut dalam setidaknya dua kali demonstrasi, bergabung dengan para pemrotes. Kehadiran dia tak pelak mengundang perhatian khalayak sehingga aksinya diabadikan lewat lensa kamera.

Salah satunya dalam aksi unjuk rasa pada 11 Februari lalu.

Saat itu Paing berdemonstrasi bersama rekan-rekannya menentang kudeta militer di depan gedung Kedutaan Besar China di Yangon.

Dalam demo itu, dia mengenakan baju cheongsam warna merah, yang merupakan pakaian tradisional masyarakat China. Demonstrasi itu berlangsung sehari sebelum hari perayaan Imlek.

Paing pun menunjukkan beberapa poster tuntutan. Bertuliskan bahasa Mandarin dan Inggris, salah satu poster itu menyerukan "Dukung Myanmar!!! Jangan dukung diktator!!!"

Pesan itu sengaja ditulis juga dalam bahasa Mandarin bisa jadi agar dibaca oleh para diplomat China. Seminggu sebelumnya, di New York, China menggunakan hak veto untuk menggugurkan resolusi agar Dewan Keamanan PBB mengencam kudeta militer di Myanmar.

Tidak hanya itu, Paing pun memamerkan selebaran kertas yang bertuliskan dalam bahasa Inggris. "Polisi menembak perempuan (mahasiswi) berusia 19 tahun, yang tidak melanggar garis peringatan yang dibuat polisi," demikian tulisan itu yang diakhiri dengan tagar #penjahatperang.

Pekan berikutnya, pada 17 Februari, Paing juga turun ke jalan. Tetap di Kota Yangon dengan lokasi yang berbeda.

Kali ini, dia berpakaian layaknya seorang pendemo yang siap menghadapi bentrokan dengan aparat. Dia mengenakan pakaian serbahitam dengan sarung tangan dan helm di kepala. Terlihat pula masker gas yang menggantung di lehernya beserta kacamata pelindung yang menempel di helm.

Sebuah tayangan video menunjukkan saat pasukan keamanan menembakkan gas air mata ke para pemrotes, dan Paing dikabarkan saat itu ada di garis depan.

"Dia tidak saja aktor, model, dan penyanyi, namun juga pahlawan kita," tulis seorang fan di laman penggemarnya, seperti yang dikutip kantor berita Reuters.

"Saat aparat menembakkan peluru tajam, dia lari bersama kami dan tidak menyerah. Dia lalu bertanya kepada temannya di akhir video, 'Ke mana kita harus pergi selanjutnya?'"

Sejak itu berita mengenai Paing tidak lagi muncul hingga kabar penangkapannya. Belum ada laporan di mana dia ditahan.

Menurut adiknya, Thi Thi Lwin, kepada Reuters, kakaknya ditangkap Kamis pagi sekitar pukul 04.30 di rumah orang tua mereka di Yangon. Paing sudah tinggal di sana selama beberapa hari karena merasa tidak sehat.

Penangkapan lebih dari seratus selebriti, penyanyi hingga influencer

Paing tidak sendiri. Ada sejumlah selebriti yang turut ditangkap aparat.

Salah satunya aktor legendaris dan juga merangkap sutradara, Lu Min, yang membintangi lebih dari 1.000 film. Dia ditangkap Februari lalu karena mendukung gerakan anti-kudeta, ungkap istrinya.

Komedian terkenal di Myanmar, Zarganar, juga ditangkap pada Selasa (06/04). Dia pun pernah ditahan pada 2008 oleh junta militer dan dibebaskan tiga tahun kemudian.

Lebih dari 600 orang telah dibunuh oleh aparat keamanan di tengah maraknya gelombang protes anti-kudeta, ungkap data yang dihimpun kelompok aktivis.

Selain menindak para aktivis, militer juga mengeluarkan surat penangkapan atas lebih dari 100 aktor, penyanyi, artis, dan tokoh-tokoh lain yang punya pengaruh bagi masyarakat, termasuk di media sosial alias influencer.

Khin Myat Myat Naing, seorang blogger pelancong yang punya lebih dari 750.000 pengikut akunnya di media sosial, turut masuk dalam daftar penangkapan. Menurut dia, aparat khawatir atas unggahan yang mendukung gerakan pembangkangan sipil dan pemerintahan yang digulingkan militer.

"Saya akan berupaya semaksimal mungkin demi mereka yang sudah ditangkap," tulisnya di Facebook.

Mereka yang masuk daftar yang dituduh melanggar hukum pidana Myanmar pasal 505 a termasuk pasangan bintang film Eaindra Kyaw Zin dan Pyay Ti Oo, sejumlah penyanyi, yaitu Tu Tu, Chit Thu Wai, dan Athen Cho Swe.

Simak video 'Kekerasan Militer Masih Terjadi di Jalanan Myanmar':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)