Rusia Mati-matian Lindungi Putin dari COVID-19, Apa yang Dilakukan?

BBC Indonesia - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 11:57 WIB
Getty Images
Jakarta -

Sejak awal pandemi virus Corona, otoritas Rusia telah berusaha keras melindungi Presiden Vladimir Putin dari paparan infeksi.

Tetapi bagaimana gaya Kremlin mengatur karantina dan berapa biaya yang sudah digelontorkan?

Selama setahun terakhir, ratusan orang harus dikarantina di Rusia, sebelum berada di dekat Vladimir Putin.

Beberapa orang harus mengisolasi diri walaupun mereka tak melakukan kontak langsung dengan sang presiden, tetapi sebagai tindakan pencegahan karena mereka berhubungan dengan orang lain yang akan bertemu dengannya.

Pada 25 Maret 2020, Presiden Putin berpidato dan mengumumkan bahwa 1 April akan menandai dimulainya "sepekan tidak bekerja", karena virus korona menyebar cepat di Rusia.

Baca juga:

Kemudian pada akhir April, kebijakan lockdown menyeluruh diberlakukan dengan dilakukan penutupan toko-toko yang tidak penting, larangan pertemuan massal dan sebagian besar penduduk beralih bekerja dari rumah.

Sementara itu, 60 awak penerbangan khusus Rossiya, yang melayani Presiden Putin dan pejabat tinggi Rusia lainnya, dikarantina untuk pertama kalinya pada 26 Maret 2020 di sebuah hotel tidak jauh dari Moskow.

Sejak itu, ratusan pilot, petugas medis, pengemudi, dan staf pendukung lainnya, sebagaimana tamu presiden, telah menghabiskan waktunya di lokasi karantina pada selusin hotel di seluruh Rusia, untuk melindungi Presiden Putin dari infeksi Covid-19.

Baru-baru ini, presiden Rusia dilaporkan telah diberi vaksin yang dikembangkan Rusia - meskipun belum ditentukan vaksin yang mana - tetapi kerja sama dengan sejumlah hotel "karantina" agaknya masih berjalan dengan baik hingga tahun depan.

BBC Rusia telah menghitung bahwa Direktorat Presiden Federasi Rusia, badan eksekutif yang bertanggung jawab atas kelancaran aparatur kepresidenan, menerima 6,4 miliar rubel (sekitar $84 juta) untuk tindakan pemberantasan pandemi yang diambil dari anggaran negara.

Vladimir Putin on a screen in front of an audienceGetty Images

BBC Rusia telah menemukan bahwa setidaknya 12 hotel telah digunakan untuk karantina bagi para pejabat Kremlin.

Hotel-hotel tersebut berada di Moskow dan di kawasan regional, termasuk wilayah yang dianeksasi yaitu Krimea, serta di lokasi yang tidak jauh dari wilayah selatan kota Sochi, tempat penyelenggaraan Olimpiade musim dingin 2014, sekaligus salah satu tempat favorit Presiden Putin.

Tidak ada hotel-hotel pribadi dalam daftar karantina - semua hotel di mana para tamu dan staf pelayanan menghabiskan waktu berada di Direktorat Kepresidenan. Beberapa pemesanan berlaku hingga Maret 2022.

Awak penerbangan Rossiya tampaknya menjadi penghuni utama hotel-hotel tersebut. Awak kapal melayani para pejabat termasuk Presiden Vladimir Putin sendiri, serta Perdana Menteri Mikhail Mishustin dan delapan menteri kabinet lainnya.

BBC Rusia mengetahui bahwa Presiden Putin menghabiskan sebagian besar kerjanya selama tahun dari kediamannya di Sochi.

Sebuah sumber yang mengetahui kondisi karantina mengatakan bahwa puluhan pilot dan staf udara lainnya harus melakukan karantina di dekat Sochi untuk menyediakan transportasi bagi presiden, serta perdana menteri, menteri luar negeri, dan banyak lainnya.

Di antara mereka yang dikarantina adalah para pilot pesawat dan helikopter.

Vladimir Putin on a stageGetty Images

Peringatan 75 tahun kemenangan pada Perang Dunia Kedua seharusnya menjadi sebuah perayaan besar di Rusia.

Kenangan perang terakhir dan peran Rusia menaklukkan kekuatan Nazi merupakan bagian penting dari narasi patriotik pemerintahan Putin.

Perayaan itu akan berlangsung di Lapangan Merah pada 9 Mei, Hari Kemenangan Rusia.

Sebaliknya, perayaan itu dipindahkan ke tanggal 24 Juni 2020 dan digelar dalam skala yang jauh lebih kecil, meskipun tetap dilakukan parade militer.

Para veteran perang dan selebriti berjabat tangan dengan Presiden Putin dan menerima penghargaan untuk memperingati acara kemenangan tersebut.

Situs berita Bloomberg melaporkan bahwa sebelum bertemu dengan presiden, lebih dari 200 orang, termasuk 80 veteran perang yang berusia 80-an dan 90-an, harus dikarantina selama dua pekan sebelum acara tersebut.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengkonfirmasi bahwa menjelang acara parade di bulan Juni itu "sekelompok veteran" dikarantina "dalam kondisi sebaik-baiknya", walaupun ia menekankan bahwa ini dilakukan sebagai tindakan pencegahan demi kepentingan mereka sendiri.

President Putin laying flowers on a graveKremlin.ru

Kantor berita resmi Rusia, TASS dan RIA-Novosti menerbitkan kisah-kisah yang identik, yang menggambarkan bagaimana "salah satu hotel-hotel di Moskow" telah diperlengkapi untuk karantina sekitar 20 orang jurnalis.

Mereka masing-masing tinggal di satu kamar tunggal, dan meninggalkan kamarnya hanya setelah dibersihkan.

Mereka tidak dapat berbicara satu sama lain secara langsung, dan hanya dapat berkomunikasi secara virtual.

Mereka tidak diizinkan merokok atau minum alkohol. Paket dan parsel dari luar hotel karantina hanya dapat diserahkan setelah pemeriksaan dan dilakukan sterilisasi dengan desinfektan.

Para wartawan yang mengisolasi diri diberi makan tiga kali sehari, dengan makanan dan minuman mereka ditinggalkan di luar kamarnya, bersama dengan peralatan makan sekali pakai.

Siapapun yang melakukan kontak dengan para jurnalis diwajibkan mengenakan seragam APD lengkap.

Ada juga laporan tentang pejabat pemerintah daerah yang diisolasi menjelang kunjungan Presiden Putin.

Misalnya, di kota Sarov di wilayah Nizhny Novgorod, otoritas lokal menetapkan anggaran satu juta rubel ($13.000) untuk tindakan "yang bertujuan mencegah penyebaran infeksi virus korona selama kunjungan Presiden Federasi Rusia".

BBC Rusia mengetahui bahwa sekitar 20 anggota staf pemerintahan lokal Sarov diisolasi di sebuah rumah penginapan untuk veteran perang.

Biaya untuk tinggal mereka termasuk tempat tidur kayu, set tempat tidur, setrika dan empat brankas untuk keamanan.

BBC menanyakan kepada juru bicara Kremlin perihal tindakan berskala besar dan meluas dalam tindakan pencegahan demi melindungi Presiden Putin dan apakah, sepengetahuannya, negara lain menerapkan praktik serupa. Dmitry Peskov menolak berkomentar.

Simak juga 'Vladimir Putin Teken Aturan Bisa Kembali Jadi Presiden 2 Periode':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)