Peta Tiga Dimensi Usia 4.000 Tahun Ditemukan di Prancis

BBC Indonesia - detikNews
Rabu, 07 Apr 2021 14:43 WIB
Jakarta -

Sebuah batu Zaman Perunggu yang baru saja diteliti kemungkinan merupakan peta tiga dimensi tertua di Eropa, kata para peneliti.

Lempengan berukuran 2m kali 1,5m, pertama kali ditemukan pada tahun 1900, ditemukan kembali di ruangan bawah tanah di sebuah kastil di Prancis pada tahun 2014.

Para arkeolog, yang mempelajari pola ukiran pada batu berusia 4.000 tahun itu, mengatakan mereka meyakini bahwa tanda-tanda tersebut merupakan sebuah peta area di wilayah barat Brittany, Prancis.

Mereka mengatakan benda ini merupakan lempengan peta tiga dimensi tertua dari sebuah wilayah di Eropa.

Black and white image of the slab

Lempengan batu ini pertama kali ditemukan pada tahun 1900. (BBC)

Potongan batu, yang dikenal sebagai Saint-Belec Slab, diyakini berasal dari Zaman Perunggu awal, antara tahun 1900 dan 1650 Sebelum Masehi (SM).

Benda ini pertama kali ditemukan pada tahun 1900, saat dilakukan penggalian di kompleks pekuburan prasejarah di Finistre, di wilayah barat Brittany, oleh seorang arkeolog setempat, Paul du Chatellier.

Lempengan itu agaknya terlupakan selama lebih dari satu abad, disimpan selama beberapa dekade di bawah sebuah parit di rumah Chatellier, Chteau de Kernuz.

Namun demikian para peneliti yang melakukan perburuan atas lempengan itu menemukannya di ruangan bawah tanah pada tahun 2014.

Baca juga:

Setelah menganalisis tanda-tanda dan aneka ukiran di batu itu, para peneliti menduga lempengan itu adalah sebuah peta.

"Adanya motif berulang yang digabungkan dengan garis" pada permukaannya menunjukkan bahwa lempengan itu merupakan peta yang menggambarkan area Finistre, ungkap sebuah studi yang diterbitkan dalam buletin French Prehistoric Society.

Para peneliti mengatakan ukiran berupa lekukan merupakan representasi tiga dimensi dari lembah Sungai Odet, sementara sejumlah garis sepertinya menggambarkan jaringan sungai di wilayah itu.

Lokasi geografis mengungkapkan bahwa wilayah yang diwakili pada lempengan itu memiliki akurasi 80% terhadap area di sekitar bentangan sungai sepanjang 18 mil.

"Ini kemungkinan peta tertua dari suatu wilayah yang telah diidentifikasi," kata Dr Clement Nicolas dari Universitas Bournemouth, salah satu pimpinan studi tersebut, kepada BBC.

"Ada beberapa peta yang dipahat di atas batu di seluruh dunia. Umumnya, itu hanyalah interpretasi. Tapi ini pertama kalinya peta menggambarkan suatu area dalam skala tertentu."

Dr Nicolas mengatakan peta itu mungkin digunakan untuk menandai area tertentu.

"Peta ini kemungkinan sebuah upaya untuk menegaskan kepemilikan atas wilayah tertentu oleh seorang pangeran atau raja saat itu," ujarnya.

"Kita cenderung meremehkan pengetahuan geografis masyarakat di masa lalu. Lempengan ini menjadi penting karena menyoroti pengetahuan kartografi ini."

Map: Brittany, shown in north-western France, with Brest, Finistere in the west.

Semua foto di atas diabadikan oleh Denis Gliksman.

(ita/ita)