Cara Menakjubkan Satwa Liar Menyembuhkan Diri Sendiri

BBC Indonesia - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 10:53 WIB
Getty Images
Jakarta -

Sesuatu yang aneh terjadi 35 tahun lalu, saat seorang pakar primata Mike Huffan mempelajari sekelompok simpanse di Tanzania barat.

Chausiku, salah satu simpanse betina, meninggalkan anaknya ke simpanse dewasa lain. Ia naik pohon dan berbaring di tempat yang dibuat simpanse ini sendiri.

"Aneh bagi simpanse untuk tidur pada siang hari," kata Huffan.

Namun kemudian sesuatu yang luar biasa terjadi.

Chausiku turun dari pohon, menggendong anaknya, berjalan pelan dan kesulitan menggerakkan badannya. Ia diikuti kelompoknya dan kemudian duduk di depan semak-semak tumbuhan.

"Nama tanaman itu mjonso," kata asistennya, Mohamedi Seifu Kalunde, seorang pakar tanaman.

Mohamedi dilatih orang tua dan kakek neneknya untuk mengetahui tanaman yang dijadikan obat.

"Obat itu sangat ampuh dan penting untuk kami," katanya.

Baca juga:

Tanaman ini disebut vernonia pahit dan digunakan untuk mengobati malaria, parasit di usus, diare serta gangguan perut.

Kelompok ilmuwan di Afrika dan Amerika Tengah menyebut tanaman ini dengan "daun pahit", dan juga menggunakannya sebagai obat malaria, disentri dan gangguan perut lain.

Chausiku memetik sejumlah dahan, dan mengambil daunya serta mengunyahnya. Dalam jumlah banyak, konsumsi daun ini bisa mematikan.

Primata biasanya tidak mengkonsumsi daun jenis ini.

Apakah simpanse ini memang tahu bahwa daun ini bisa digunakan sebagai obat?

Chausiku kemudian tidur lebih cepat dari biasanya.

Keesokan harinya...

Vernonia amygdalina

Daun pahit Vernonia amygdalina untuk obat. (Getty Images)

Dalam pengamatan Huffman dan Mohamedi, simpanse betina ini masih sakit beberapa saat kemudian.

Ia bergerak pelan dan hanya makan sedikit.

Namun tiba-tiba, sekitar 24 jam setelah mengunyah mjonso, semuanya berubah.

Simpanse ini berlari di sepanjang hutan, rawa dan memetik berbagai buah-buahan dan tanaman.

Observasi Huffman dan Mohamedi ini terjadi selama dua hari pada November 1987 dan merupakan bukti pertama yang didokumentasikan tentang satwa yang makan tanaman untuk obat dan sembuh.

Apakah binatang menemukan obat?

Temuan mereka memang bukti ilmiah pertama binatang yang mengobati sendiri.

Namun Huffan menekankan langkah mereka itu bukan "temuan" tetapi "temuan kembali" sesuatu dalam budaya yang hilang.

Bukan itu saja, Huffan meminta pakar biokimia lain untuk menganalisis tumbuhan Vernonia amygdalina.

Pakar primata ini juga mengumpulkan kotoran Chausiku sebelum dan sesudah sakit dan menemukan setelah ia menguyah daun pahit, telur parasit di kotorannya berkurang 90% hanya dalam waktu satu hari.

Selain itu, mereka juga menemukan dalam pengamatan selanjutnya bahwa simpanse cenderung mengunyah daun pahit itu selama musim hujan, pada saat banyak parasit.

"Itulah awal perjalanan yang dimulai 35 tahun lalu," kata Huffman, yang ketika itu adalah profesor di Universitas Kyoto, Jepang dan menjadi pakar obat binatang yang mengobati diri sendiri.

Chowsiku dan daun pahit itu menjadi kunci dalam penelitian berikutnya.

Tindakan yang dilakukan Chowsiku tak hanya dilakukan oleh simpanse. Mamalia lain, kelompok burung dan bahkan serangga juga mencari obat dengan cara mereka sendiri.

Kebiasaan aneh

Huffman sendiri mulai menyelidiki laporan dari tempat lain di Tanzania yang menyebutkan bahwa monyet "memiliki kebiasaan aneh mengambil daun-daun kasar, dimasukkan ke mulut dan menelannya".

"Selama bertahun-tahun, saya mempelajari tindak tanduk ini, sampai saya menemukan bahwa monyet-monyet itu sebenarnya mencoba mengeluarkan parasit."

Daun-daun kasar itu sulit dicerna sehingga "memakan waktu melintasi usus dan berfungsi untuk membersihkan sistem pencernaan".

"Dalam waktu tepat enam jam, parasit-parasit bisa terbuang," kata Huffman.

Huffman melanjutkan penelitian dengan para koleganya.

Temuannya adalah terdapat 40 spesies daun kasar yang digunakan oleh 17 populasi yang berbeda dari simpanse, bonobo dan gorila untuk membuang parasit.

Primata-primata ini bukan satu-satunya satwa yang menggunakan teknis itu.

"Kini kami tahu bahwa mamalia kecil seperti musang juga menelan daun-daunan untuk menangkal parasit, dan demikian pula dengan mamalia besar seperti beruang coklat dan hitam."

"Juga angsa Kanada, yang biasanya makan daun sebelum migrasi di musim dingin dan pindah ke selatan dalam perjalanan jauh. Unggas ini membersihkan sistem pencernaan mereka sebelum melakukan perjalanan panjang dan melelahkan tanpa bisa makan," tambah Huffman.

Orang utan di Kalimantan

Simpanse di Tanzania.

Temuan Huffman 35 tahun lalu menjadi kunci penelitian berikutnya. (Getty Images)

"Tahun lalu, pengamatan orang utan di Kalimantan menunjukkan orang mengunyah tanaman tertentu dan menjadikan seperti bahan untuk diusap ke bagian tubuh selama 15 sampai 45 menit," kata Dr Kim Walker dari Royal Botanic Gardens, Kew London.

"Yang menarik adalah, tanaman yang digunakan adalah tumbuhan yang sama yang digunakan manusia untuk sakit persendian," katanya.

"Ada banyak binatang yang menggunakan obat semacam itu untuk menyembuhkan patogen dan infeksi yang mereka alami," kata Jaap De Rhoda, pakar biologi di Universitas Emory, Atlanda, Amerika Serikat.

"Namun saya tertarik untuk memahami apa yang digunakan binatang kecil seperti serangga untuk obat."

Serangga ternyata adalah kelompok binatang yang menggunakan berbagai cara untuk obat.

Contohnya adalah kupu-kupu. Serangga ini mengkonsumsi tanaman bunga biji atau milkweed tertentu untuk mencega dari parasit mematikan Ophrycocystis Electroscirrha.

Pertanyaannya adalah apakah bila sakit, kupu-kupu, khususnya jenis monarki, khusus mencari tanaman bunga biji untuk mengobati diri sendiri?

Kupu-kupu dengan tumbuhan biji bunga.

Kupu-kupu dengan tumbuhan biji bunga. (Getty Images)

"Secara mengejutkan, kami temukan kupu-kupu monarki yang tengah sakit bertelur di tanaman obat untuk mengurangi infeksi untuk telurnya," kata De Rhoda.

Selain itu, ada pula binatang lebih kecil lain yang juga tahu cara mencari obat.

Kumbang madu.

Kumbang madu mengumpulkan damar pohon untuk obat. (Getty Images)

"Kumbang madu memiliki cara berbeda untuk menangani infeksi," tambahnya.

"Satu contoh adalah, kumbang mengumpulkan damar dari pohon ... dan terbukti berguna untuk mengurangi berbagai patogen," katanya lagi.

Damar tidak hanya berguna untuk mempertahankan sarang mereka namun "digunakan juga untuk mengobati penyakit".

Dari seri BBC CrowdScience

(ita/ita)