Pemilik Restoran Italia Jadi Korban Salah Sasaran Penerapan Sanksi Era Trump

BBC Indonesia - detikNews
Senin, 05 Apr 2021 16:42 WIB
Getty Images
Jakarta -

Seorang pemilik restoran di Verona, Italia, menjadi korban salah sasaran penerapan salah satu sanksi terakhir Donald Trump sebelum meninggalkan Gedung Putih.

Itu terjadi karena namanya serupa dengan nama orang yang dituduh menghindari sanksi pada sektor minyak Venezuela.

Kesalahan itu terjadi sebagai bagian dari tindakan tegas pemerintahan Trump terhadap perusahaan minyak mentah Venezuela yang masuk daftar hitam Departemen Keuangan AS.

Pemilik restoran, Alessandro Bazzoni, menemukan dirinya masuk dalam daftar tersebut pada Januari silam, namun pekan ini namanya sudah dicabut dari daftar itu.

Pakar hukum mengatakan kesalahan identitas semacam ini terjadi kerap terjadi dan kadang memakan biaya yang tak sedikit.

Pada 2019, pemerintahan Trump mengenakan sanksi pada BUMN minyak Venezuela, Petroleos de Venezuela (PDVSA), sebagai bagian dari strategi Trump untuk mendesak pengunduran diri Presiden Nicolas Maduro.

Maduro dituding melakukan korupsi, pelanggaran HAM dan mencurangi kemenangannya pada pemilu ulang di tahun 2018.

Pada hari terakhirnya di Gedung Putih Januari silam, Trump menerapkan sanksi pada pria bernama Alessandro Bazzoni yang dituding terkait dalam jaringan yang berusaha menghindari sanksi pada sektor minyak Venezuela.

Departemen Keuangan AS juga memberikan sanksi pada sejumlah perusahaan yang disebutnya berkaitan dengan Bazzoni, membuat Bazzoni yang lain - yang merupakan pemilik restoran di Italia - masuk ke dalam daftar hitam tersebut.

President Maduro leads a military exercise in Caracas - 27 January

Sanksi terhadap BUMN minyak Venezuela diterapkan sebagai bagian dari strategi Trump untuk mendesak pengunduran diri Presiden Nicolas Maduro. (EPA)

Beberapa bulan kemudian, kesalahan itu baru diketahui dan pemilik restoran itu kini telah dikeluarkan dari daftar hitam sanksi AS.

Pada Rabu (31/03) Departemen Keuangan AS mengakui kesalahan tersebut dan mengeluarkannya dari "daftar warga negara yang ditunjuk secara khusus".

Berbicara dari restorannya di Verona, Bazoni mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa itu adalah kesalahan dan ia bersyukur dirinya tak lagi terlibat dalam daftar hitam.

Kesalahan identitas

Sanksi adalah hukuman yang dijatuhkan suatu negara atau sekelompok negara pada negara lain atau perusahaan tertentu.

Misalnya, AS melarang perusahaan Amerika di industri tertentu untuk mengekspor barang mereka ke Irak.

Konsekuensi dimasukkan ke dalam daftar sanksi AS dapat sangat merugikan bagi individu dan perusahaan, mengingat Amerika adalah ekonomi dan negara adidaya terbesar di dunia.

Para ahli mengatakan ada banyak kasus yang terjadi di balik layar, di mana bank diminta untuk membekukan transaksi pembayaran individu dan perusahaan yang salah sasaran dalam penyelidikan pemerintah AS.

"Sering kali sasarannya adalah orang yang tak bersalah, namun dampaknya pada bisnis mereka bisa menghancurkan. Dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk mengatasi kesalahan identitas ini dengan jumlah uang yang besar," kata Nicholas Turner, seorang pengacara di Steptoe & Johnson di Hong Kong, kepada BBC.

"Kami berharap pemerintah AS memiliki akses ke informasi yang superior tentang orang-orang yang menjadi sasarannya, namun bukan itu saja masalahnya.

"Kadang kala, pemerintah menggunakan informasi yang bisa ditemukan siapa pun secara online. Jika informasi itu tak diverifikasi secara layak, kesalahan bisa terjadi dengan mudah."

Raksasa teknologi China

Pada Januari, Donald Trump juga memberi sanksi kepada perusahaan teknologi China pada masa hari-hari terakhirnya di Gedung Putih, termasuk produsen ponsel Xiaomi.

Ia mengeklaim perusahaan-perusahaan itu berafiliasi dengan militer China dan membagikan data kepada pemerintah China.

Bulan lalu, sanksi terhadap Xiaomi dibatalkan karena pengadilan menemukan tidak ada cukup bukti untuk mendukung klaim bahwa pihak Xiaomi berafiliasi dengan militer China.

"Jika kesalahan ini dapat terjadi terhadap perusahaan sebesar Xiaomi, tidak heran jika pemain yang lebih kecil berada dalam situasi ini. Sayangnya mereka mungkin tidak memiliki sumber daya seperti yang dimiliki Xiaomi untuk melawannya," tambah Turner.

Simak juga 'Detik-detik Kasino Donald Trump Dihancurkan':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)