Sidang Digelar, Saksi Ungkap Momen Akhir George Floyd Meregang Nyawa

BBC Indonesia - detikNews
Selasa, 30 Mar 2021 14:51 WIB
Jakarta -

Pada hari pertama sidang pengadilan atas Derek Chauvin, polisi kulit putih di Amerika Serikat yang dituduh membunuh George Floyd, seorang saksi mata menceritakan saat-saat akhir jelang warga kulit hitam tersebut meregang nyawa.

Donald Williams III, seorang saksi yang dihadirkan jaksa, mengatakan Floyd "perlahan tidak bergerak" selama sembilan menit ketika Chauvin menekan punggung dan leher Floyd dengan lututnya.

Sedangkan pengacara Chauvin mengatakan bahwa penggunaan kekuatan oleh kliennya itu "tidak terlihat menyenangkan, tetapi diperlukan".

Sidang pengadilan kasus pembunuhan atas Floyd itu dipandang banyak orang sebagai momen penting dalam permasalahan ras di AS.

Kasus itu terjadi pada Mei 2020 di Kota Minneapolis - di mana Chauvin terekam dalam video menekan leher Floyd dengan lututnya - dan aksi maut itu memicu protes di AS dan di seluruh dunia menentang kebrutalan polisi dan rasisme di AS.

Chauvin, 45 tahun, yang telah diberhentikan dari kepolisian, menolak dakwaan pembunuhan dan tindakan tak berencana yang menyebabkan orang lain tewas. Dia terancam hukuman 40 tahun penjara.

Tiga petugas kepolisian lainnya yang terlibat dalam insiden itu juga diadili tahun ini. Mereka adalah Tou Thao, J Alexander Keung dan Thomas Lane.

Ada yang terjadi pada hari pertama persidangan?

Saksi bernama Donald Williams, seorang pengusaha berusia 33 tahun, mengaku saat itu hendak memasuki toko Cup Foods, di Minneapolis, Minnesota, ketika dia menyaksikan penangkapan polisi atas Floyd pada 25 Mei 2020.

George FloydPembunuhan polisi atas George Floyd pada Mei 2020 memicu protes di penjuru AS dan mancanegara. (Reuters)

Dia lalu memutuskan untuk tidak langsung memasuki toko karena ada "suasana yang ganjil" dari penangkapan itu. William berupaya mengajak bicara dengan para polisi yang sedang meringkus Floyd.

Kemudian dia mendesak para petugas itu untuk memeriksa denyut nadi Floyd.

Dalam kesaksiannya di persidangan, Williams menjelaskan bahwa Floyd saat itu terlihat mulai sekarat.

"Dia mulai kehilangan kesadaran, seperti seekor ikan yang kekurangan oksigen," tuturnya. "Matanya perlahan berputar sampai "dia tidak lagi bernyawa".

Pada awal persidangan, jaksa penuntut memulai dengan menunjukkan rekaman video berdurasi sembilan menit hasil rekaman salah satu orang yang menyaksikan Chauvin menekan leher Floyd dengan lututnya.

Jaksa penuntut Jerry Blackwell mengatakan kepada juri bahwa Floyd mengucapkan sebanyak 27 kali bahwa tidak bisa bernapas.

Menurut Blackwell, rekaman itu membuktikan Chauvin "bertindak fatal... tanpa memperhatikan dampaknya pada tubuh George Floyd". Pengacara Chauvin, Eric Nelson, dalam pernyataan pembukanya mengatakan bahwa bukti-bukti itu "jauh melebihi tayangan 9 menit dan 29 detik" dari rekaman video itu.

Dia mengatakan bukti akan menunjukkan bahwa Floyd "meninggal akibat aritmia jantung yang terjadi akibat hipertensi, penyakit jantung koroner, konsumsi metamfetamin dan fentanil, dan adrenalin yang mengalir di tubuhnya".

Warga lainnya bernama Jena Scurry juga memberi kesaksian, Dia adalah petugas operator panggilan darurat 911 yang mengarahkan polisi ke toko Cup Foods setelah George Floyd dilaporkan karena diduga menggunakan uang palsu $20.

Ia dapat menyaksikan penangkapan terhadap Floyd melalui tayangan dari CCTV yang terpasang di sisi gedung.

Scurry mengakui bahwa ia hanya sesekali sambil menerima panggilan telepon lain. Namun, ia mengaku kepada juri bahwa dia sempat mengira "tayangan di layar itu berhenti" karena lamanya waktu Floyd diringkus di jalan dan dia lalu menjadi "khawatir bahwa ada sesuatu yang salah".

Satu lagi kesaksian disampaikan oleh Alisha Oyler, seorang pegawai di salah satu toko dekat lokasi kejadian, dan salah satu orang yang merekam insiden itu.

Sebelum persidangan dimulai, keluarga Floyd, serta pengacara hak-hak sipil dan para aktivis berlutut di luar gedung pengadilan selama saat Chauvin menekan leher Floyd dengan lututnya.

Apa yang diketahui terkait persidangan itu?

Ada lima belas orang juri yang awalnya dipilih - sembilan perempuan dan enam laki-laki. Sembilan di antaranya adalah orang kulit putih dan enam orang kulit hitam atau multiras.

Courtroom graphicBBC

Seorang juri - yang jadi cadangan jika ada yang keluar sebelum persidangan dimulai - diberhentikan pada hari Senin. Persidangan dimulai dengan 12 juri dan dua orang cadangan.

Mereka tidak akan diidentifikasi dan tidak akan ditampilkan selama persidangan yang disiarkan di televisi itu. Persidangan diperkirakan akan berlangsung sekitar 4 minggu.

Gedung pengadilan, yang terletak di pusat kota Minneapolis, telah dipasang fasilitas keamanan, termasuk beton penghalang, pagar besi, serta kawat berduri.

Mengapa kasus ini menjadi perhatian?

Rekaman video Derek Chauvin berlutut di atas leher George Floyd pada Mei lalu itu sudah ditonton masyarakat dunia.

Bagi banyak orang, kematian Floyd saat berada di tahanan polisi menjadi simbol nyata kebrutalan polisi di AS - terutama terhadap komunitas non-kulit putih.

Insiden itu memicu demonstrasi di seluruh dunia yang menuntut keadilan atas warga non-kulit putih di AS.

Namun, terlepas dari protes global, nasib atas pengungkapan kasus itu sempat tidak menentu. Apalagi di AS, polisi jarang dihukum atas kematian yang terjadi saat mereka sedang bertugas. Itu pun proses peradilan baru berlangsung jika ada yang dituntut.

Putusan dalam kasus ini akan dilihat secara luas sebagai indikasi bagaimana sistem hukum AS menilai kematian warga yang terjadi saat tengah ditahan polisi.

(ita/ita)