Peneliti Ungkap Misteri 'Gigi Ngilu' Setelah Makan Es Krim

BBC Indonesia - detikNews
Sabtu, 27 Mar 2021 19:05 WIB
Getty Images
Berlin -

Para ilmuwan mengatakan mereka telah menemukan alasan mengapa menggigit es atau meminum sesuatu yang sangat dingin menyebabkan rasa ngilu yang menyiksa bagi sebagian orang.

Mereka telah menemukan sel dan sinyal di bagian gigi yang sensitif, yang mendeteksi penurunan suhu yang besar dan memicu sakit gigi.

Orang dengan kerusakan gigi rentan terhadap rasa sakit ini.

Temuan ini membuka jalan untuk penemuan produk perawatan baru, seperti pasta gigi atau penambal gigi khusus, atau bahkan permen karet, kata mereka.

Prof Katharina Zimmermann adalah peneliti utama dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances itu.

"Begitu ada molekul yang ditargetkan, ada kemungkinan pengobatan," kata Zimmermann.

Target yang dia maksud disebut TRPC5, dan tim Prof Zimmermann di Universitas Friedrich-Alexander Erlangen-Nrnberg di Jerman menelusuri lokasinya ke jenis sel spesifik- yakni odontoblas - yang berada di antara pulpa lunak bagian dalam dan lapisan luar yang keras dari gigi yang terdiri dari dentin, kemudian enamel.

Enamel tidak bisa merasa, berbeda dengan dentin.

Dentin terhubung ke pulpa paling dalam, tempat sel-sel saraf berada.

Jika dentin terekspos, setelah kerusakan gigi atau penyakit gusi misalnya, rangsangan akibat suhu yang dingin atau cairan tertentu akan menyebabkan ngilu.

Para peneliti mempelajari tikus dan manusia untuk memahami bagaimana rasa sakit muncul, lalu merekam apa yang terjadi di sel dan saraf.

Dr Zimmermann mengatakan: :Pada gigi manusia dengan lubang dan karies gigi, kami menemukan saluran TRPC5 yang lebih tinggi, dan oleh karena itu kami percaya bahwa rekayasa untuk menghambat TRPC5, yang dapat diterapkan secara lokal ke gigi melalui strip atau permen karet, mungkin akan sangat membantu dalam mengobati sakit gigi atau dentin yang sangat sensitif."

Satu obat yang bisa didapat di dapur- minyak cengkeh - mengandung bahan kimia yang menghalangi jalur TRPC5 ini.

Meski begitu, para ilmuwan tidak merekomendasikan perawatan sendiri.

Orang yang mengalami sakit gigi yang mengkhawatirkan tetap harus menemui dokter gigi, kata mereka.

Prof Damien Walmsley dari British Dental Association (BDA) mengatakan memblokir rasa sakit mungkin memberikan pertolongan sementara, tetapi penting untuk mengobati dan mencegah penyebabnya.

Menyikat secara teratur dapat menghentikan penyakit gigi dan gusi, sarannya.

"Penelitian ini menarik, tetapi kita tidak dapat mengabaikan penyebab gigi sensitif atau rasa nyeri. Dokter gigi dapat menangani penyebabnya dengan mencabut gigi yang rusak dan memberi nasihat terkait pasta gigi untuk gigi sensitif."

Ia mengatakan bahwa di masa depan, penghambat TRPC5 dapat dimasukkan ke dalam pasta gigi atau sejenisnya untuk mencegah rasa sakit akibat gigi yang sensitif.

Tim Prof Zimmermann tidak menerima pembiayaan komersial untuk studi tersebut, yang didanai oleh pemerintah.

Kerusakan gigi terjadi ketika enamel dan dentin gigi menjadi lunak akibat serangan asam setelah seseorang makan atau minum apapun yang mengandung gula, kata BDA.

Seiring waktu, asam membuat rongga (lubang) pada gigi.

Risiko kerusakan gigi meningkat seiring dengan konsumsi makanan atau minuman manis atau asam, jadi sebaiknya batasi konsumsi Anda.

(nvc/nvc)