Merekonstruksi Wajah Orang yang Meninggal 700 Tahun Silam

BBC Indonesia - detikNews
Jumat, 26 Mar 2021 18:03 WIB
Universitas Dundee terlibat dalam penciptaan gambar digital seorang laki-laki dan perempuan. (Elysia Greenway)
Jakarta -

Seniman forensik berhasil merekonstruksi wajah-wajah orang yang hidup di wilayah Leith, Edinburgh, sekitar 700 tahun lalu.

Tulang-belulang mereka ada di antara lebih dari 360 mayat yang ditemukan dalam penggalian di kuburan abad pertengahan, berasal dari antara abad ke 14 dan 17.

Penggalian itu dilakukan sebagai bagian dari upaya membangun jalur trem sepanjang 5km untuk menghubungkan Leith dan Newhaven.

Mahasiswa program master di Universitas Dundee mengerjakan gambar-gambar digital itu.

Guard Archaeology yang berbasis di Glasgow dan arkeolog dari Dewan Kota Edinburgh juga terlibat.

Versi digital dari tengkorak yang ditemukan dalam penggalian di dekat Gereja Paroki Leith Selatan dibuat menggunakan pemindai 3D.

Pindaian tersebut menjadi basis untuk pembuatan "representasi hidup" dari seorang laki-laki dan perempuan yang keduanya berusia antara 35 dan 50 tahun.

Analisis forensik awal menunjukkan si perempuan mungkin menderita kekurangan gizi.

Anggota dewan kota Edinburgh Lesley Macinnes berkata gambar-gambar tersebut memberikan "pengetahuan tentang kehidupan orang-orang yang tinggal di kota kami berabad-abad yang lalu"

Perempuan itu mengatakan: "Pekerjaan yang saat ini sedang dilakukan tidak hanya akan mengungkap masa lalu wilayah ini, tapi juga membantu melestarikannya dalam bertahun-tahun ke depan."

Arkeolog dari dewan kota, John Lawson, menambahkan: 'Seringkali kita sebagai arkeolog hanya melihat sisa-sisa jenazah, namun pekerjaan para seniman forensik di Universitas Dundee membantu menghidupkan jenazah-jenazah tersebut.

"Dan, dengan melakukannya, saya rasa dapat membawa mereka lebih dekat dengan kita hari ini."

Penggalian dilangsungkan pada musim panas lalu di dekat Gereja Paroki Leith Selatan, Constitution Street.

Lokasi ini, yang merupakan tempat berbagai penyelidikan di masa lalu, menunjukkan bahwa pada abad pertengahan kuburan di gereja itu sampai ke bagian jalan, dengan banyak kuburan masih bertahan di bawah permukaan jalanan saat ini.

Sekelompok arkeolog bekerja memindahkan sisa-sisa jenazah manusia yang dapat terdampak oleh pengerjaan proyek trem.

Sejauh ini, mereka telah mengangkat lebih dari 360 jasad dari antara tahun 1300 dan 1650.

Mereka juga menemukan sisa-sisa tembok kuburan abad pertengahan itu.

Jenazah-jenasah tersebut kini sedang diteliti dan dianalisis untuk mengungkap informasi mengenai asal-usul, kesehatan, penyakit, dan pola makan orang-orang Leith di abad pertengahan.

(ita/ita)