New York Tinggal Selangkah Lagi untuk Legalkan Ganja

BBC Indonesia - detikNews
Jumat, 26 Mar 2021 17:53 WIB
Berdasarkan UU baru, sebagian penghasilan pajak dari penjualan ganja akan diinvestasikan kembali di komunitas marjinal. (Getty Images)
Jakarta -

Negara Bagian New York telah merampungkan rancangan undang-undang untuk melegalkan penggunaan ganja untuk rekreasi bagi warga berusia di atas 21 tahun, lansir media AS.

Para pejabat mengatakan mereka berharap RUU baru ini akan mengakhiri penindakan untuk pelanggaran sepele terkait mariyuana, yang kerap dialami kelompok minoritas.

Berdasarkan beleid yang disebut "Undang-undang Kanabis" itu, sebagian dari pendapatan pajak dari penjualan ganja juga akan diinvestasikan di komunitas marjinal.

UU tersebut akan mendirikan lembaga baru, Kantor Manajemen Kanabis (OCM), di New York.

Lembaga ini akan dikontrol oleh Dewan Pengendalian Kanabis, menurut memo yang dilihat media AS CNN.

Memo tersebut menambahkan bahwa setengah dari lisensi bisnis yang relevan akan diberikan kepada "pelamar ekuitas sosial", termasuk "mereka yang berasal dari komunitas yang terdampak oleh larangan ganja serta bisnis milik perempuan dan kelompok minoritas".

Surat kabar New York Times melaporkan bahwa para pejabat di ibu kota negara bagian, Albany, mencapai kesepakatan dengan Gubernur Andrew Cuomo pada Selasa (23/03) setelah bertahun-tahun berusaha dan gagal dalam melegalkan kanabis rekreasional.

Bahasa yang digunakan dalam beleid tersebut belum difinalisasi, namun ia dapat dibawa ke parlemen paling cepat pekan depan. Jika disetujui, UU tersebut mungkin tidak akan berlaku sampai tahun depan.

Liz Krueger, senator dari kubu Demokrat, berkata kepada New York Times: "Ketika RUU ini akhirnya dibawa ke pemilihan suara dan ditanda tangani, New York dapat mengatakan bahwa kita akhirnya membatalkan hukum peradilan pidana yang tidak mencapai apa-apa kecuali merusak hidup banyak orang."

RUU ini menyusul legalisasi ganja rekreasional bagi warga berusia di atas 21 tahun di negara bagian tetangga, New Jersey, bulan lalu, dan pengurangan hukuman bagi pelanggaran terkait ganja bagi warga berusia di bawah 21 tahun.

(ita/ita)