Termasuk Polisi Punya 7 Anak, Ini Identitas Korban Penembakan Brutal di AS

BBC Indonesia - detikNews
Rabu, 24 Mar 2021 19:09 WIB
Jakarta -

Pihak berwenang di negara bagian Colorado, AS, telah mengidentifikasi penembak brutal beserta 10 korban yang tewas - yang rata-rata berusia 20 hingga 65 tahun - dalam penembakan di suatu supermarket Kota Boulder.

Penembakan di pasar swalayan King Soopers pada Senin sore waktu setempat itu bisa diatasi setelah polisi membekuk pelaku tunggal setelah terjadi tembak-menembak.

Motif penembakan belum diungkap, tapi tersangka menghadapi 10 dakwaan pembunuhan.

Presiden Joe Biden memberi pujian sekaligus ucapan bela sungkawa bagi seorang polisi yang turut menjadi korban. Biden lantas menyerukan Kongres agar memberlakukan aturan yang memperketat kepemilikan senjata bagi warga sipil.

Pasar swalayan itu berlokasi di suatu kompleks pertokoan yang terkenal ramai di Boulder, yang terletak 50 km dari sebelah utara ibu kota negara bagian Colorado, Denver.

Kasus ini hanya terjadi tidak sampai sepekan dari penembakan brutal di Atlanta, yang menewaskan delapan orang - enam orang di antaranya perempuan keturunan Asia.

Presiden Biden pada Selasa waktu setempat menegaskan kembali seruan untuk memberlakukan larangan penjualan senjata serbu dan berpeluru banyak, serta memperketat pengawasan pembelian senjata api.

Identitas para korban

Seorang polisi, manajer dan pegawai supermarket, serta para pengunjung. Tidak ada kesamaan apapun di antara para korban, kecuali bahwa mereka tengah berada di supermarket saat penembakan terjadi.

Usia mereka antara 20-65 tahun.

Dalam jumpa pers yang berlangsung dalam suasana emosional setelah kasus penembakan itu, Kepala Kepolisian Boulder Maris Herold mengaku kejahatan tersebut telah membuatnya "mati rasa"

penembakan di colorado, eric talley

Eric Talley, 51 tahun, polisi dan ayah dari tujuh orang anak. "Ia tewas saat menyerang untuk menyelamatkan orang-orang yang hanya mencoba menjalani hidup mereka dan pergi berbelanja makanan," kata Jaksa Wilayah Boulder County Michael Dougherty. (Reuters)

"Saya tinggal hanya tiga blok dari supermarket itu. Ini adalah lingkungan saya," ujarnya. Dia menambahkan bahwa seorang polisi yang tewas ditembak bernama Eric Talley. Dia adalah seorang 'laki-laki yang sangat baik' yang memiliki tujuh anak, berusia antara lima hingga 18 tahun.

"Almarhum peduli dengan lingkungan ini, begitu pula dengan Kepolisian Boulder. Dia pun memperhatikan keluarganya dan rela bertaruh nyawa untuk melindungi orang lain," ujar Herold.

https://twitter.com/boulderpolice/status/1374200720350580741

Dalam sebuah cuitan di twitter, seorang korban lain berhasil diidentifikasi: Kevin Mahoney, 61 tahun. Putrinya menuliskan,"Aku beruntung ayah bisa mengantarku ke pelaminan pada musim semi lalu. Sekarang aku tengah hamil dan aku tahu ia ingin aku kuat untuk cucunya."

https://twitter.com/MahoneyEb/status/1374397674628149259

Dan korban lainnya adalah:

  • Neven Stanisic, 23 tahun.
  • Tralona Bartkowiak, 49
  • Suzanne Fountain, 59
  • Teri Leiker, 51 tahun.
  • Lynn Murray, 62
  • Jody Waters, 65

Siapa tersangkanya?

Jaksa Michael Dougherty menyatakan bahwa investigasi kasus itu "masih dalam tahap awal." Namun sudah diketahui tersangka bernama Ahmad Al Aliwi Al Issa (21 tahun) dan diduga pelaku tunggal.

Al Issa berasal dari kota Arvada, Colorado, dan menghabiskan sebagian besar hidupnya di AS.

Pada Senin lalu, pihak berwenang bertekad bahwa investigasi akan berlangsung "tidak sampai lima hari."

Para saksi mata mengungkapkan bahwa tersangka membawa sebuah senapan serbu. Sumber kepolisian yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan kepada media massa AS bahwa senapan itu jenis AR-15. Senjata semi-otomatis yang juga digunakan dalam sejumlah kasus penembakan massal di AS.

Tayangan dari udara menunjukkan tersangka diborgol dan tidak memakai baju, kemungkinan menderita luka-luka di kaki sehingga harus ditandu.

Al Issa tengah ditahan di suatu rumah sakit sambil dirawat dan bila sudah pulih akan dikirim ke penjara di Boulder pada Selasa waktu setempat.

Bagaimana penembakan terjadi?

Penembakan dimulai pada Senin pukul 14.30 waktu setempat (Selasa dini hari WIB), tak lama setelah tersangka masuk ke pasar swalayan.

Baik para karyawan supermarket maupun pembeli banyak yang langsung merunduk sambil melarikan diri begitu rentetan peluru dimuntahkan tersangka dari senapannya.

Beberapa kejadian itu direkam oleh saksi di luar pasar swalayan dan menunjukkan sejumlah korban di dekat tempat kejadian perkara.

Healthcare workers walk out of a King Sooper's Grocery store after a gunman opened fire on 22 March 2021 in Boulder, Colorado

Pembeli di dalam supermarket langsung melarikan diri untuk berlindung saat penembakan terjadi. (Getty Images) penembakan, as

Puluhan petugas FBI dan SWAT mengepung lokasi penembakan brutal di supermarket Kota Boulder. (Getty Images)

"Saya tidak tahu apa yang terjadi... Saya mendengar suara tembakan, seseorang jatuh," teriak orang yang memegang kamera. "Ada seorang penembak, pergi menjauh".

Suara tembakan terdengar saat dia melarikan diri dari toko itu.

Rekaman video tersebut berlanjut dan menampilkan polisi yang tiba di tempat kejadian dan mengelilingi supermarket.

Departemen kepolisian Boulder kemudian memperingatkan orang-orang untuk menghindari daerah tersebut dan mengatakan kepada mereka untuk tidak "menyiarkan di media sosial informasi taktis apa pun yang mungkin Anda lihat".

"Kami sedang di kasir, dan suara tembakan tiba-tiba mulai terdengar," kata Sarah Moonshadow, seorang warga yang terjebak di dalam supermarket dengan anak laki-lakinya, Nicholas, saat penembakan itu terjadi.

Sarah Moonshadow is comforted by David and Maggie Prowell after Moonshadow was inside King Soopers grocery store during a shooting in Boulder, Colorado, on 22 March 2021.

Sarah Moonshadow, yang berada di dalam supermarket King Soopers saat penembakan dimulai, ditemani oleh dua orang lainnya saat keluar. (Reuters)

Dia mengatakan kepada Reuters bahwa dia sempat mencoba membantu salah satu korban yang terluka di trotoar di luar supermarket, tetapi putranya menariknya pergi dengan mengatakan "kita harus pergi".

"Saya tidak bisa membantu siapa pun," katanya.

Rekaman video yang diambil dari udara kemudian menunjukkan seorang pria, yang tampaknya hanya mengenakan celana pendek, dikawal pergi dengan tangannya yang diborgol.

Dalam konferensi pers sesaat setelah kejadian, kepala Kepolisian Boulder, Maris Herold, mengkonfirmasi bahwa seorang tersangka ditahan dan menerima perawatan di rumah sakit. "Saya ingin meyakinkan masyarakat bahwa mereka aman," katanya.

Herold menyebut polisi yang tewas bernama Eric Talley, yang telah bekerja di departemen kepolisian Boulder sejak 2010.

https://twitter.com/boulderpolice/status/1374200720350580741

"Tindakan heroik petugas ini ketika dia menanggapi tempat kejadian... panggilan telepon mengenai tembakan di daerah itu dan panggilan telepon tentang orang yang mungkin membawa senapan patroli," katanya.

Di Twitter, Gubernur Colorado Jared Polis mengatakan, "Doa saya bersama sesama warga Colorado di saat kesedihan dan duka ini saat kita mempelajari lebih banyak tentang sejauh mana tragedi itu."

Ryan Borowski, yang juga berada di dalam supermarket saat kejadian, kepada CNN mengaku tidak mengira bisa muncul kejadian itu. "Perasaan di sini tempat yang paling aman di Amerika dan saya hampir terbunuh sambil menenteng belanjaan minuman ringan dan keripik kentang."

Penembakan di supermarket ini adalah pembunuhan massal kesekian kali yang terjadi tahun ini setelah sempat tidak ada insiden penembakan selama pandemi di AS tahun lalu, ungkap data yang dihimpun oleh Associated Press (AP), USA Today dan Northeastern University. Menurut data itu pembunuhan massal terjadi bila korbannya berjumlah empat orang atau lebih.

Mass shootings in the US since 2010BBC

Sementara itu kalangan pendukung diperketatnya kepemilikan senjata menyatakan insiden di Colorado itu jadi bukti terkini mengenai perlunya kebijakan tersebut.

Masalahnya, hak untuk memiliki senjata api dilindungi oleh Amandemen Kedua Konstitusi AS dan selama ini dibela secara gigih oleh kaum konservatif, termasuk mantan Presiden Donald Trump.

Perbedaan sikap di AS itu belum memiliki solusi walaupun kasus penembakan brutal terus terjadi.

Negara bagian Colorado telah beberapa kali jadi lokasi pembunuhan massal, salah satunya adalah serangan atas SMA Columbine pada 1999 yang menewaskan 12 murid dan seorang guru. Lalu pada 2012 saat terjadi penembakan di bioskop kota Aurora yang menewaskan 12 orang.

(ita/ita)