China Temukan Topeng Emas Usia 3.000 Tahun yang Picu Gelombang Meme

BBC Indonesia - detikNews
Rabu, 24 Mar 2021 13:22 WIB
Jakarta -

Topeng emas berusia 3.000 tahun di luar dugaan menjadi sensasi di media sosial setelah ditemukan belum lama ini di Provinsi Sichuan, China.

Topeng ini merupakan satu dari sekitar 500 benda dari zaman perunggu yang digali dari satu situs arkeologi di Sanxingdui.

Para ahli mengatakan penemuan ini bisa memberi pemahaman baru atas sejarah kuno di kawasan tersebut sebelum tahun 316 Sebelum Masehi.

Di luar aspek sejarah, topeng ini juga menjadi bintang di media sosial dan menjadi inspirasi untuk membuat meme dan video.

Tak lama setelah penemuan topeng emas ini diumumkan hari Sabtu (20/03), para pengguna platform blog mikro Weibo membuat aneka foto dan video menggunakan gambar topeng itu.

Tanda pagar "kompetisi mengedit topeng emas Sanxingdui" sudah dilihat setidaknya empat juta kali. Foto topeng ini sendiri -- yang asli, bukan yang hasil editan -- juga mendapat banyak pujian.

Baca juga:

Netizen menggambarkannya sebagai topeng "yang sungguh indah" dan "sangat menakjubkan".

Para pejabat di museum Sanxingdui -- salah satu situs arkeologi paling penting di China -- juga ikut berkomentar.

Melalui Weibo, pejabat museum mengatakan, "Selamat pagi. Kami baru saja bangun tidur, sepertinya semua orang sedang sibuk mengedit foto ya."

Tak lupa museum ini mengunggah meme mereka.

Selain itu, museum juga meluncurkan video musik untuk promosi dengan menggunakan topeng kuno ini.

Lagu rap oleh pembawa acara televisi yang memuji "kecerdasan" peradaban masa lalu juga viral.

Ini bukan pertama kalinya artefak China menarik perhatian para pengguna media sosial. Agustus lalu, ditemukan benda kuno, yang oleh warganet digambarkan mirip karakter babi di gim video Angry Birds.

Tim arkeolog di Sanxingdui, selain menemukan topeng emas, juga menemukan benda-benda yang terbuat dari perunggu, gading, dan batu giok.

Badan Warisan Budaya Nasional menjelaskan benda-benda ini ditemukan di tempat yang dulunya mungkin dipakai "untuk acara pengorbanan". Dikatakan orang-orang yang hidup di masa itu "biasa melakukan upacara persembahan dengan harapan mendapatkan perdamaian dan kemakmuran".

Jejak peradaban Sanxingdui ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang petani pada 1929.

Hingga saat ini, lebih dari 50.000 artefak telah diangkat.

(ita/ita)