Rekaman Video Seks Gegerkan Australia, Staf Anggota Parlemen Dipecat

BBC Indonesia - detikNews
Rabu, 24 Mar 2021 10:20 WIB
olitik Australia kembali menjadi berita utama, seminggu setelah pengunjuk rasa berkumpul di luar Gedung Parlemen. (Getty Images)
Jakarta -

Krisis yang melanda dunia politik Australia terus berkembang menyusul munculnya video yang menunjukkan para staf anggota parlemen melakukan hubungan seks di dalam gedung parlemen dan menyebabkan seorang senior dipecat.

Salah satu video menunjukkan orang itu melakukan hubungan seks di meja seorang anggota parlemen perempuan.

Perdana Menteri Scott Morrison menyebut insiden video seks itu sebagai sesuatu yang "memalukan".

Insiden ini terjadi menyusul munculnya kasus seorang mantan anggota staf yang mengungkapkan bagaimana dia takut kehilangan pekerjaannya setelah mengalami dugaan pelecehan seksual.

Brittany Higgins menuduh dia diperkosa oleh rekan senior di sebuah kantor pada Maret 2019, tetapi dia merasa tertekan untuk tidak melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Kasus tersebut memicu munculnya sejumlah tuduhan. Pekan lalu, ribuan orang turun ke jalan untuk memprotes pelecehan seksual dan pelecehan terhadap perempuan di Australia.

Video-video apa yang muncul baru-baru ini?

Sejumlah video dibocorkan ke media Australia oleh seorang mantan anggota staf pemerintah, yang mengatakan dia menjadi "kebal" terhadap gambar-gambar itu karena banyaknya jumlah yang dia terima.

Selain video-video tersebut - yang direkam dua tahun lalu - dia mengatakan orang-orang menggunakan ruangan tempat berdoa untuk berhubungan seks dan bahkan membawa pekerja seks ke parlemen.

Pelapor itu menggambarkan sebuah "budaya di mana laki-laki berpikir bahwa mereka dapat melakukan apapun yang mereka inginkan", serta menggambarkan beberapa rekannya sebagai "secara moral... bejat".

Apa reaksinya?

Morrison mengatakan kepada wartawan pada Selasa (23/03) bahwa dia "terkejut", dan menambahkan: "Kita harus membereskan rumah ini. Kita harus mengesampingkan politik pada hal-hal ini, dan kita harus mengenali masalah ini, mengakuinya, dan kita harus memperbaikinya."

Dia sebelumnya dikritik atas tanggapannya, termasuk karena menolak bertemu pengunjuk rasa pekan lalu. Dia telah mengundang para pemimpin protes untuk bertemu dengannya di parlemen, tetapi mereka menolak tawaran itu dengan mengatakan mereka tidak akan bertemu "di balik pintu tertutup".

Pertanyaan-pertanyaan mengenai penanganan krisis oleh pemerintah sekali lagi muncul setelah seorang anggota parlemen, Michelle Landry, mengatakan dia "merasa kasihan" atas staf yang dipecat itu.

Tetapi menteri kabinet Karen Andrews mengatakan kepada wartawan bahwa "hati nurani saya tidak akan lagi mengizinkan saya untuk tetap diam" mengenai masalah seks dalam politik Australia, dengan mengatakan bahwa kuota gender untuk perwakilan politik harus dipertimbangkan - sesuatu yang diindikasikan oleh Morrison tidak akan sepenuhnya dia tolak.

"Kita mencobanya dengan cara lain dan itu tidak memberi hasil, jadi saya ingin melihat kita tampil lebih baik ke depan," katanya kepada wartawan.

Partai Labor, partai oposisi, sudah memiliki kuota.

Apa tuduhan lainnya?

Sudah lama ada tuduhan perundungan dan pelecehan dalam politik Australia. Namun, tuduhan Higgins menyoroti perihal kekerasan seksual dan seksisme.

Brittany Higgins speaking at the Canberra March 4 Justice protest on Monday

Kisah Higgins telah menginspirasi perempuan lain untuk angkat bicara. (Getty Images)

Setelah Higgins mengumumkan ceritanya, lebih banyak tuduhan lainnya muncul - dengan Jaksa Agung Christian Porter mengungkapkan bahwa dia menjadi subjek tuduhan pemerkosaan tahun 1988.

Dia membantah tuduhan tersebut, dan polisi menutup penyelidikan karena kurangnya bukti.

Mantan bos Higgins, Menteri Pertahanan Linda Reynolds, juga dipaksa untuk meminta maaf dan membayar kompensasi kepada mantan stafnya, setelah menyebutnya "seorang pembohong".

Para kritikus mengatakan pemerintah juga terlalu lambat dan tidak efektif dalam menanggapi tuduhan seksisme dan misogini yang lebih luas dalam budaya parlementer - masalah yang menurut mereka meluas ke seluruh lini partai.

Partai oposisi Labor mengatakan akan melakukan kajian setelah muncul puluhan tuduhan anonim pelecehan seksual dan pelecehan gender terhadap sejumlah anggota laki-laki dalam partainya.

Mengapa Morrison menghadapi kritik baru?

Dalam jumpa pers, Perdana Menteri mengakui adanya pihak yang mengkritik pernyataan-pernyataannya dalam dua bulan terakhir.

Pernyataan itu reaksi kritis atas dirinya yang merujuk perannya sebagai seorang suami dan ayah saat mendiskusikan tanggapannya atas sebuah dugaan penyerangan.

Morrison juga dituduh menetapkan standar rendah untuk demokrasi ketika dia mengatakan tentang protes yang terjadi: "Tidak jauh dari sini, protes seperti itu, bisa dihadapkan dengan peluru, tetapi tidak di negara ini."

Pada hari Selasa (23/03), dia mengakui "banyak yang tidak menyukai atau menghargai" komentarnya, tetapi bersikeras bahwa dia berkomitmen untuk mendorong perubahan secara luas.

Namun beberapa saat kemudian, Morrison menuai kritik karena secara terbuka menyiarkan keluhan pelecehan seksual yang sebelumnya tidak dilaporkan di sebuah organisasi media.

Para penentang menuduhnya "mempersenjatai" keluhan tersebut menyusul pertanyaan dari seorang reporter Sky News Australia.

"Bagaimana dengan perempuan yang mengajukan keluhan itu sekarang? Menjadi berita nasional," kata Senator dari Partai Labor, Katy Gallagher.

Simak juga 'Saat Gubernur New York Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)