Surat Meghan Dimuat Tanpa Izin, Koran Inggris Dihukum Pengadilan

BBC Indonesia - detikNews
Selasa, 23 Mar 2021 16:41 WIB
PA Media
Jakarta -

Pengadilan Tinggi di Inggris memerintahkan koran mingguan The Mail on Sunday (MoS) untuk menerbitkan pernyataan di halaman depan bahwa pihaknya melanggar hak cipta milik Meghan Markle karena pernah menerbitkan surat pribadinya tanpa izin. Pengelola media itu pun minta penangguhan terkait putusan pengadilan tersebut.

Meghan menang gugatan di pengadilan terkait kasus pelanggaran hak cipta setelah koran tersebut menampilkan isi surat pribadi Istri Pangeran Harry itu kepada ayahnya tanpa izin.

Hakim pengadilan lalu memerintahkan pengelola MoS untuk menerbitkan pernyataan pada halaman satu dan tiga di surat kabar itu bahwa media tersebut telah melanggar hak cipta milik Meghan.

Namun penayangan itu ditunda setelah pihak penerbit, yaitu Associated Newspapers Limited (ANL), meminta izin untuk mengajukan banding.

Selain menerbitkan koran Mail on Sunday, ANL juga mengelola laman media MailOnline.

Pelanggaran hak cipta itu terkait penerbitan surat hasil tulisan tangan Meghan kepada ayahnya, Thomas Markle, pada Agustus 2018. Beberapa isi surat itu dipublikasikan MoS.

Bulan lalu, perempuan berusia 39 tahun itu menang gugatan terkait perlindungan hak cipta dan privasi. Hakim saat itu memutuskan bahwa surat tersebut bersifat "pribadi dan rahasia". Meghan memiliki "harapan yang masuk akal bahwa isi surat itu akan tetap dirahasiakan".

Hakim Pengadilan Tinggi Lord Justice Warby kemudian memutuskan bahwa korban MoS harus menerbitkan pernyataan terkait pelanggaran hak cipta Meghan di halaman pertama dan bersambung ke halaman tiga.

Tidak hanya itu, laman MailOnline juga harus menerbitkan pernyataan yang sama "untuk jangka waktu satu pekan."

Pada Senin waktu setempat, Hakim Warby mengatakan bahwa ANL mengajukan izin untuk banding atas putusan pengadilan.

Hakim awalnya menolak permohonan izin dari ANL, namun memberikan perintah penangguhan eksekusi itu hingga mendapat putusan dari Pengadilan Banding.

Dia mengatakan bahwa perintah penangguhan eksekusi itu akan berakhir pada 6 April, sehingga ANL harus segera melayangkan permohonan mereka itu kepada Pengadilan Banding.

Sementara itu, Meghan menyambut baik kemenangan gugatannya di Pengadilan Tinggi bulan lalu.

Setelah Mail on Sunday diperintahkan memuat pernyataan pelanggaran awal bulan ini, juru bicara surat kabar itu mengatakan, "Kami akan melayangkan permohonan kepada Pengadilan Banding, berkenaan dengan aspek-aspek yang diputuskan dalam pengadilan."

Data pribadinya 'dikorek-korek' orang bayaran

The Duchess of Sussex

Informasi, termasuk nomor telepon Meghan ikut diakses (Reuters)

Sebelumnya, seorang detektif swasta dari Amerika Serikat mengatakan kepada BBC News dibayar oleh surat kabar The Sun untuk memperoleh informasi pribadi mengenai Meghan Markle yang bergelar Duchess of Sussex, pada awal-awal berhubungan dengan Pangeran Harry.

Tapi detektif itu, Daniel Hanks, mengakui mendapatkan informasi rinci secara tidak sah, termasuk nomor jaminan sosial Meghan.

The Sun mengakui telah membayar Hanks tapi ia harus bertindak sesuai hukum.

Meghan dan Harry mengatakan, ini menjadi "momentum untuk berkaca" bagi industri media.

BBC News telah melihat apa yang disebut "laporan menyeluruh mengenai Meghan dan keluarganya" yang dikirim detektif swasta itu, yang dikenal sebagai Danno Hanks, kepada The Sun.

Hal ini termasuk nomor telepon, alamat, nomor jaminan sosial serta informasi mengenai anggota keluarganya. Laporannya juga termasuk informasi mengenai mantan suami, dan mantan pacarnya.

Di Amerika Serikat, detektif swasta berlisensi dibolehkan mengakses penuh data-data informasi pribadi dengan alasan hukum, seperti laporan-laporan pengadilan. Tapi untuk mengakses secara rinci demi kepentingan jurnalistik merupakan pelanggaran hukum.

Hanks mengatakan: "Hampir seluruh yang saya temukan itu, mereka bisa dapatkan melalui sarana hukum - dengan pengecualian nomor jaminan sosial.

"Saat kamu memiliki informasi itu... Itu adalah kunci masuk ke kerajaan."

Meskipun, tak ada bukti bahwa hal itu terjadi dalam kasus ini, nomor jaminan sosial secara khusus berpotensi bisa disalahgunakan untuk kepentingan lainnya.

Seorang juru bicara Harry dan Meghan mengatakan: "Duke dan Duchess of Sussex merasakan bahwa hari ini adalah momentum penting bagi industri media untuk berkaca dan juga masyarakat secara luas, laporan penyelidikan ini menunjukkan bahwa praktik curang di masa lalu masih digunakan, membuat kerusakan bagi hubungan orang dan keluarga.

"Harry dan Meghan berterima kasih kepada mereka yang bekerja di media yang menjunjung tinggi nilai-nilai jurnalisme, yang saat ini lebih dibutuhkan."

The Duke and Duchess of Sussex

Harry dan Meghan baru-baru ini muncul dalam wawancara dengan Oprah Winfrey (Harpo Productions/Joe Pugliese/Reuters)

Harry dan Meghan yang bergelar Duke dan Duchess of Sussex punya hubungan yang buruk dengan sejumlah media dan tabloid di Inggris. Saat pasangan ini satu panggung dengan Oprah Winfrey, mereka mengatakan, surat-surat kabar ini telah menciptakan "lingkungan yang buruk" dengan "kontrol dan ketakutan" yang menjadi alasan terbesar bagi mereka untuk meninggalkan Inggris.

Pangeran Harry saat ini menggugat surat kabar The Sun, dan Daily Mirror, atas tuduhan peretasan telepon sebelum 2011.

Sejumlah cerita muncul di The Sun, dan surat kabar lainnya ini berlangsung saat awal hubungan antara Harry dan Meghan. Dalam sebuah artikel, mereka mengklaim Pangeran Harry "membombardir" calon istrinya dengan pesan teks. Artikel lainnya merinci saat Harry berakhir pekan di rumah Meghan di Toronto.

Siapa Danno Hanks?

Danno Hanks bekerja sebagai detektif swasta di Amerika Serikat selama lebih dari 40 tahun, mengumpulkan informasi para selebritis dan tokoh-tokoh terkenal, termasuk Michael Jackson dan Jeffrey Epstein.

Dia cukup dikenal pada era 1990an, muncul dalam televisi dan empat kali masuk penjara, kasus terakhirnya pada 2017 dengan tuduhan pemerasan.

Hanks mengatakan, dia juga memasok laporan untuk sebagian besar media dan tabloid Inggris.

Surat kabar The Sun menulis laporan-laporan dari Hanks-persisnya setelah adanya penyelidikan publik terkait dengan perilaku, praktik dan etika pers di Inggris menyusul skandal peretasan News International (Leveson Inquiry). Ia kemudian disodorkan kontrak kerja, dan berjanji akan bertindak sesuai hukum.

Tapi dia mengklaim, tak pernah ada yang menanyakan dari mana dia memperoleh informasi. "Mereka tidak peduli. Mereka hanya menginginkan informasi," katanya.

Hanks muncul ke permukaan setelah didekati Graham Johnson, seorang jurnalis lepas dan editor Byline Investigates, yang menerbitkan tulisan-tulisan di media Inggris.

Johnson, mantan editor investigasi di Sunday Mirror, mengaku bersalah atas dua tuduhan peretasan telepon pada 2013.

Meghan and Harry in 2017

Meghan dan Harry pada ajang Invictus Games di Toronto pada 2017, kemunculan pertama mereka di depan publik. (PA Media)

Dari websitenya dia menerima uang dari pendukung terkemuka reformasi pers, termasuk aktor Hugh Grant dan Steve Coogan, yang masing-masing menjadi korban peretasan telepon, dan pasangannya, Emma Jones adalah anggota dari Hacked Off, kelompok kampanye reformasi pers.

Johnson, yang membayar Hanks untuk mendapatkan dokumennya, mengatakan: "Cerita ini jelas menonjol di dunia, setelah Penyelidikan Leveson, karena ini terjadi lima tahun setelah kami mengira praktik-praktik ini telah dihentikan."

Hanks, yang yang saat ini sudah pensiun, mengaku sudah melihat wawancara Harry-Meghan dengan Oprah, yang mendorongnya untuk berkata. "Saya hanya melakukannya untuk menjernihkan hati nurani saya," katanya.

Ketika ditanya seandainya ia berhadapan langsung dengan Meghan dan Harry, apa yang ingin ia sampaikan? "Saya sangat menyesal atas apa yang sudah saya lakukan... dan saya bersedia jika pengacara Anda ingin berbicara dengan saya. Saya siap untuk memberikan semua yang saya tahu. Memberi Anda dengan informasi apa pun. Saya hanya berharap kejadian ini tak terulang lagi."

Dalam sebuah pernyataan, News Group Newspapers - induk perusahaan Sun - mengatakan: "Pada 2016, The Sun membuat permintaan resmi kepada Hangks untuk mencari kontak dan alamat Meghan Markle dan kemungkinan kerabatnya dengan cara menggunakan lisensi yang ia pegang, untuk mendapatkan database secara legal. Dia dibayar $250 (Rp3,5 juta).

"Hanks tidak ditugaskan untuk melakukan tindakan ilegal atau melanggar Undang Undang Privasi - memang dia diperintahkan secara jelas secara tertulis untuk bertindak sesuai jalur hukum dan dia menandatangani surat perjanjian hukum, bahwa ia akan melakukannya.

"Informasi yang dia berikan tak dapat dan tidak menimbulkan kekhawatiran, bahwa dia telah menggunakan praktik ilegal untuk mendapatkan informasi tersebut.

"Sun tak pernah meminta nomor jaminan sosial Meghan Markel, tidak juga menggunakan informasi yang ia berikan untuk yang melanggar hukum.

"The Sun mematuhi semua hukum dan peraturan dan menggunakan protokol yang ketat dalam kaitannya memperoleh informasi dari pihak ketiga. Hal ini juga mencakup seluruh prosedur peliputan kami."

(ita/ita)