Diborong China, Keuntungan Lamborghini Melonjak Selama Pandemi

BBC Indonesia - detikNews
Senin, 22 Mar 2021 10:26 WIB
Getty Images
Jakarta -

Lamborghini mencatat tahun yang paling menguntungkan pada 2020, meski pabriknya di Italia sempat ditutup selama dua bulan akibat pandemi Covid-19.

"Kami terkejut," kata kepala eksekutif Stephan Winkelmann.

Meski angka penjualan tercatat sedikit lebih rendah dari tahun sebelumnya, Lamborghini menjual supercar khusus yang lebih mahal, sehingga mendorong keuntungan lebih tinggi.

China telah memicu banyak permintaan dan siap mengambil alih Jerman sebagai pasar terbesar kedua bagi Lamborghini pada tahun ini.

Mobil berkategori SUV (sport utility vehicle) teranyar Lamborghini, yang dinamakan Urus, mengalami penjualan yang sangat sukses, meraup 59% dari total penjualan produsen supercar itu di seluruh dunia tahun lalu.

Ini sejalan dengan terus meningkatnya minat pembeli mobil di China akan SUV ultra-mewah dari perusahaan seperti Rolls-Royce, Bentley dan Lamborghini.

"Urus memberi kami ketenangan pikiran dalam hal pengembalian investasi dan juga pendapatan, dan pendapatan tersebut memberi kami kepercayaan diri untuk berinvestasi kembali di masa depan," tambah Winkelmann.

Produsen mobil tersebut, yang dimiliki oleh Volkswagen, menjual 7.430 mobil di seluruh dunia pada tahun 2020, peringkat tertinggi kedua setelah 8.250 yang terjual pada tahun 2019.

Tapi Lamborghini melihat pendapatan yang kuat dari model "seri khusus terbatas" yang sangat menguntungkan.

"Kami telah memenuhi pesanan pelanggan sembilan bulan dalam setahun untuk 2021," kata Winkelmann. "Jadi kami melihat tahun 2021 dalam kecenderungan yang cukup positif."

Dia mengatakan kepada CNBC: "Ini mirip dengan pasar saham: semangat pembeli naik. Mereka tidak sabar untuk keluar lagi dan menikmati hidup."

Mobil listrik dan China

China diharapkan menjadi pasar terbesar kedua perusahaan itu tahun ini, mendahului Jerman untuk pertama kalinya. Amerika Serikat adalah pasar terbesar Lamborghini, dengan pengiriman 2.224 mobil pada tahun 2020.

Tantangan terbesar bagi Lamborghini adalah pengetatan regulasi emisi di seluruh dunia dan peralihan ke kendaraan listrik.

Lamborghini belum mengumumkan rencana untuk supercar listrik, meski pengumumannya bisa datang pada bulan April.

"Kami juga harus mengantisipasi perubahan pikiran pelanggan dan penggemar kami. Ini adalah momen yang sangat penting untuk mobil sport super, di mana Anda harus benar-benar menetapkan capaian untuk masa depan," tambah Winkelmann.

Menanggapi spekulasi bahwa Volkswagen dapat menjual Lamborghini, Winkelmann mengatakan bahwa "Grup Volkswagen adalah pasangan yang sempurna untuk Lamborghini".

(ita/ita)