Polisi Meksiko Bentrok dengan Ibu-ibu di Hari Perempuan Internasional

BBC Indonesia - detikNews
Selasa, 09 Mar 2021 16:33 WIB
Jakarta -

Pasukan polisi dan para aktivis terlibat bentrok di ibu Kota Meksiko di tengah aksi unjuk rasa memperingati Hari Perempuan Internasional pada Senin waktu setempat.

Petugas memaksa mundur para pengunjuk rasa dengan gas air mata dan tameng di lokasi demo yang berlangsung di alun-alun utama Mexico City, The Zocalo.

Para pemrotes saat itu menyerukan kepada pemerintah untuk menindaklanjuti tingginya kasus pembunuhan atas perempuan di Meksiko, yang disebut sebagai femisida, maupun kekerasan berbasis gender.

Menurut data pemerintah, pada 2020 sedikitnya 939 perempuan menjadi korban femisida.

Ribuan ibu-ibu, beberapa dengan anak perempuan mereka, mengikuti aksi unjuk rasa itu di Mexico City pada Senin waktu setempat.

Seorang gadis tampak membawa poster bertuliskan "Mereka belum membunuh saya, tapi saya hidup dalam ketakutan."

Di lokasi lain, sejumlah pemrotes mendobrak pagar pembatas keamanan di sekitar National Plaza dengan palu dan tongkat kayu.

perempuan, polisi, unjuk rasa, meksiko

Para pemrotes berupaya mendobrak pagar blokade yang didirikan polisi di sekitar lokasi unjuk rasa. (Reuters) perempuan, polisi, unjuk rasa, meksiko

Para pemrotes menyerukan kepada pemerintah untuk menindaklanjuti tingginya kasus pembunuhan atas perempuan di Meksiko, yang disebut sebagai femisida (Reuters)

Pihak berwenang mendirikan blokade di sekitar lokasi unjuk rasa. Namun, blokade itu lalu dipenuhi dengan nama-nama korban femisida yang dipasang oleh kelompok-kelompok perempuan.

Polisi antihuru-hara menggunakan tameng untuk menghalangi laju para pemrotes yang ingin masuk ke lokasi National Plaza. Surat kabar lokal El Universal mengungkapkan bahwa para demonstran lalu menyalakan api atas tameng-tameng milik polisi, "namun bisa segera dipadamkan."

Polisi lalu menggunakan gas air mata dan pentungan untuk membubarkan massa demonstran.

Namun, menurut media lokal, sedikitnya 15 polisi dan empat warga luka-luka akibat bentrokan itu.

perempuan, polisi, unjuk rasa, meksiko

Ribuan perempuan ikut aksi unjuk rasa di Mexico City (Reuters)

Muncul laporan bahwa polisi menahan wartawan maupun mereka yang berada di kerumunan massa pengunjuk rasa.

Bentrokan antara para aktivis hak perempuan dan polisi menjadi kian lazim di Mexico City karena, bagi para aktivis, itu adalah satu-satunya cara agar bisa mendapat perhatian dari pemerintah.

Mereka menuduh Presiden Andres Manuel Lopez Obrador mengabaikan masalah kekerasan atas perempuan. Tahun lalu, Lopez Obrador mengklaim bahwa isu femisida sudah "dimanipulasi" oleh para pengritik pemerintahannya.

November tahun lalu, muncul kemarahan di penjuru Meksiko setelah polisi di resor pantai Cancun melepaskan tembakan dalam aksi protes yang menentang pembunuhan atas perempuan.

Dua orang saat itu luka-luka kena tembakan dan dua pemrotes lainnya cedera dalam suatu kericuhan.

Tonton juga Video: Lusinan Aktivis Perempuan Bentrok dengan Polisi Meksiko

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)