Kereta Terkubur Ribuan Tahun Ditemukan Nyaris Utuh di Dekat Kota Romawi Kuno

BBC Indonesia - detikNews
Senin, 01 Mar 2021 18:10 WIB
Para ahli meyakini bahwa kereta tersebut kemungkinan besar digunakan dalam acara perayaan dan parade, termasuk kemungkinan untuk resepsi pernikahan. (Handout via EPA)
Jakarta -

Sejumlah arkeolog di Italia mengungkap sebuah kereta parade yang ditemukan di dekat kota Romawi kuno, Pompeii.Kereta yang memiliki empat roda itu ditemukan di dekat sebuah kandang, tempat penemuan jasad tiga ekor kuda pada 2018 lalu.Para ahli meyakini bahwa kereta tersebut kemungkinan besar digunakan dalam acara perayaan dan parade.

Mereka menggambarkan temuan kereta kuda berusia ribuan tahun ini sebagai "luar biasa" dan kondisinya terpelihara "sangat baik".Kota Pompeii, yang dilanda letusan gunung berapi Vesuvius pada tahun 79, merupakan harta karun arkeologi.

Letusan gunung berapi mengubur kota itu dalam lapisan abu tebal, sehingga "melestarikan" banyak warga dan bangunannya.

Kereta itu ditemukan di serambi dua tingkat yang terhubung ke sebuah kandang kuda di bangunan vila kuno di Civita Giuliana, sebelah utara tembok kota kuno.

Pompeii, Romawi

Temuan ini diumumkan kepada publik pada Sabtu lalu. (Handout)

Pernyataan oleh pengelola taman arkeologi Pompeii menggambarkan kereta tersebut memiliki "komponen besi, perunggu yang indah dan dekorasi dari timah" serta tali dan hiasan bunga yang ditemukan "nyaris utuh".Para arkeolog mengatakan upaya ekskavasi kereta itu memakan waktu selama berminggu-minggu setelah pertama kali dimunculkan dalam upaya penggalian pada 7 Januari lalu.Mereka mengatakan material yang rapuh membuat proses penyelamatannya menjadi sangat rumit, sehingga dibutuhkan teknik khusus, termasuk penggunaan cetakan plester, yang digunakan untuk membukanya tanpa menimbulkan kerusakan.

Archeologists uncover an ancient ceremonial carriage in a dig near the ancient Roman city of Pompei

Para arkeolog mengatakan upaya ekskavasi kereta itu memakan selama berminggu-minggu setelah pertama kali dimunculkan dalam upaya penggalian pada 7 Januari lalu. (Handout via Reuters) Close-up of design shows two figuresPimpinan situs Pompeii mengatakan kereta itu kemungkinan digunakan untuk mengangkut pengantin perempuan ke rumah barunya. (Handout via Reuters)

Operasi ekskavasi dilakukan bekerja sama dengan otoritas kejaksaan setempat karena adanya tindakan kriminal penjarahan benda-benda warisan budaya dari situs tersebut, seperti menggunakan sarana terowongan-terowongan ilegal.'Penemuan luar biasa' Para pejabat terkait menggambarkan kereta itu tidak memiliki kemiripan dengan temuan lainnya di Italia."Ini adalah penemuan luar biasa yang memajukan pemahaman kita tentang dunia kuno," kata Massimo Osanna, direktur situs tersebut, dalam siaran persnya.

Silhouette of carriage is seen below volcanic ash debris

Para ahli meyakini bahwa kendaraan itu adalah pilentum - kereta seremonial beroda empat. (Handout via EPA) Ornate decoration seen on half-emerged chariott vehicle

Kereta yang memiliki empat roda itu ditemukan di dekat sebuah kandang, tempat penemuan jasad tiga ekor kuda pada 2018 lalu. (Handout via EPA)

Dia mengatakan beberapa ornamen hiasan menyiratkan bahwa kereta itu digunakan untuk kegiatan pesta komunitas, dan kemungkinan termasuk pada upacara pernikahan.

"Mengingat sumber-sumber kuno menyinggung penggunaan Piletum - kereta seremonial beroda empat - oleh para pendeta perempuan dan kaum perempuan, tidak dapat mengesampingkan kemungkinan bahwa benda ini bisa jadi merupakan kereta yang digunakan untuk kegiatan ritual yang berkaitan dengan pernikahan, untuk membawa pengantin perempuan ke rumah barunya," katanya.Dario Franceschini, Menteri Kebudayaan Italia, mengatakan Pompeii "terus membuat kami takjub dengan penemuannya dan akan melakukannya selama bertahun-tahun, dengan 20 hektar masih harus digali".Kota kuno Pompeii, yang terletak sekitar 23 km di tenggara Napoli, adalah situs warisan dunia Unesco.

Tempat ini biasanya menjadi salah satu tempat wisata terpopuler di Italia, namun saat ini ditutup karena pandemi virus corona.

Simak juga Video: Jejak Restoran Cepat Saji Jaman Romawi Kuno Ditemukan

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)