Mobil Tesla Model 3 di China Kalah Laris dari Hong Guang Mini

BBC Indonesia - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 15:05 WIB
Mobil listrik Hong Guang Mini terjual 25.778 unit di China, sementara Tesla Model 3 terjual 13.843. (Getty Images)
Jakarta -

Mobil kecil Hong Guang Mini menjadi mobil listrik paling laris di China, mengalahkan Tesla. Bulan lalu, penjualannya dua kali lebih banyak dibandingkan Tesla.

Harga Hong Guang Mini dipatok US$4.500 (sekitar Rp63,7 juta), model paling murah tanpa sistem pendingin udara.

Pembeli yang ingin fitur pendingin udara harus merogoh kocek US$500.

Hong Guang Mini diproduksi oleh perusahaan milik negara, SAIC Motor, yang menggandeng pabrikan asal Amerika Serikat, General Motors dan perusahaan otomotif lokal, Wuling.

Para pakar mobil mengatakan baterai, jarah tempuh, dan kinerja Hong Guang Mini memang di bawah Tesla, namun mobil China ini unggul di harga dan kepraktisan.

Kapasitas muat Hong Guang Mini adalah empat orang, dengan kecepatan maksimal 100 km/jam.

Di kategori mobil dengan "energi baru", Hong Guang Mini saat ini adalah yang paling laris.

Pada enam bulan kedua tahun 2020, Hong Guang Mini terjual 112.000 unit, membuatnya sebagai mobil listrik terlaris kedua setelah Tesla Model 3, yang dibuat di Shanghai.

Hong Guang Mini, Tesla, mobil listrik

Model Hong Guang Mini termurah dijual US$4.500 tanpa sistem pendingin udara. (Getty Images)

Beberapa waktu lalu, regulator China memanggil Tesla terkait masalah kualitas dan keselamatan di pabrik mereka di Shanghai. China adalah pasar Tesla terbesar kedua setelah Amerika Serikat.

Untuk Januari 2021, penjualan Hong Gung Mini melampaui Tesla, dengan perbandingan dua dibanding satu. Kini diyakini, Hong Guang Mini telah menjadi mobil listrik terlaris kedua di bawah Model 3.

Menurut data Asosiasi Mobil Penumpang China, CPCA, penjualan Hong Guang Mini pada Januari mencapai 25.778 unit, sementara Tesla Model 3 terjual 13.843.

Tesla dijual lebih murah di China

Di China, Model 3 dijual di kisaran US$39.000, lebih murah dari harga di sejumlah pasar lain, karena dibuat di pabrik di Shanghai, dan karenanya Tesla bisa menekan harga jual.

"Pemerintah China sangat serius mengurangi polusi dan menjadi yang terdepan di bidang adopsi dan pengembangan mobil listrik," ujar Shaun Rein, direktur China Market Research Group kepada wartawan bisnis BBC, Justin Harper.

"Kami tetap yakin dengan tingkat adopsi mobil listrik dari kategori murah seperti Hong Guang Mini ke mobil listrik kelas atas seperti NIO dan Tesla," tambahnya.

Tesla Model 3, mobil listrik

Tesla memiliki pabrik di Shanghai yang membuat mereka bisa menekan harga jual Model 3. (Reuters)

Untuk mendorong akselerasi adopsi mobil listrik, pemerintah menawarkan pengurusan plat nomor kendaraan secara cuma-cuma.

Di banyak kota di China, pengurusan nomor kendaraan berbahan bakar bensin bisa memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun yang menggunakan sejumlah sistem lelang.

Wuling mengatakan ada kemungkinan mobil listrik Hong Guang diekspor karena kualitasnya lebih baik dibandingkan mobil-mobil lain di kelasnya.

"Ada banyak model mobil listrik kompak, namun hampir semuanya berkualitas rendah dan konsumen di negara-negara lain mungkin tak tertarik," kata Sam Fiorani, analis di Auto Forecast Solutions.

"Hong Guang Mini adalah model pertama [buatan China] yang bisa menyasar konsumen yang menginginkan mobil listrik [berkualitas dengan harga terjangkau]," katanya.

(ita/ita)