Separuh Populasi Israel Sudah Divaksin, Warga Bisa Kunjungi Tempat Umum

BBC Indonesia - detikNews
Selasa, 23 Feb 2021 15:48 WIB
Pelonggaran terjadi setelah lebih dari 49% orang menerima setidaknya satu dosis vaksin (Reuters)
Tel Aviv -

Israel kini melonggarkan aturan pembatasan sosial seiring dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa vaksin Pfizer 95,8% efektif dalam mencegah rawat inap dan kematian.

Mulai hari Minggu, toko-toko, perpustakaan, dan museum dapat dibuka, tetapi warga masih diminta menjaga jarak sosial dan mengenakan masker.

Kementerian Kesehatan Israel mengatakan ini adalah tahap pertama untuk kembali ke kehidupan normal.

Israel memiliki tingkat vaksinasi tertinggi di dunia. Lebih dari 49% orang telah menerima setidaknya satu dosis.

Negara itu memasuki lockdown ketiganya pada 27 Desember setelah virus Corona muncul kembali.

Dengan langkah-langkah pelonggaran, orang sekarang dapat memasuki pusat perbelanjaan dan tempat-tempat wisata seperti kebun binatang.

An empty shopping mall in Tel Aviv

Pusat perbelanjaan sudah dibuka untuk publik (Reuters)

Sejumlah fasilitas lain sekarang dapat dibuka kembali termasuk pusat kebugaran, hotel, dan sinagoge.

Namun mereka membutuhkan "paspor hijau", sertifikat yang hanya dapat diperoleh setelah Anda divaksinasi.

Sejumlah kecil orang yang telah sembuh dari virus dan saat ini tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksin juga dapat memperoleh sertifikat tersebut.

Paspor, yang terdapat dalam aplikasi, dikeluarkan oleh kementerian kesehatan dan akan berlaku selama enam bulan, satu minggu setelah dosis kedua.

Kerumunan konser kini diizinkan dan acara olahraga boleh kembali digelar dengan kapasitas 75% tetapi tidak boleh lebih dari 300 orang di dalam dan 500 di luar ruangan.

Meskipun ada pelonggaran pembatasan, bandara Israel akan tetap ditutup selama dua minggu lagi.

Pada hari Sabtu, kementerian kesehatan mengatakan penelitian mengungkapkan risiko penyakit akibat virus telah turun sebanyak 95,8% di antara orang-orang yang mendapat kedua dosis vaksin Pfizer.

Kementerian itu juga menemukan bahwa vaksin itu 98% efektif dalam mencegah demam atau masalah pernapasan.

Perdana Menteri, Benjamin Netanyahu, mengatakan dia mengharapkan 95% orang Israel yang berusia di atas 50 tahun akan divaksinasi selama dua minggu ke depan.

Awal pekan ini, Jalur Gaza menerima dosis pertama vaksin tersebut setelah Israel menyetujui distribusi melalui perbatasannya.

Pengiriman tersebut termasuk 2.000 dosis vaksin Sputnik V Rusia yang akan digunakan pada pasien yang telah menjalani transplantasi organ dan mereka yang mengalami gagal ginjal, kata seorang pejabat kepada kantor berita Reuters.

Distribusi terjadi setelah Kementerian Kesehatan Palestina membuat kesepakatan dengan Kementerian Kesehatan Israel untuk memvaksinasi 100.000 warga Palestina yang bekerja di negara itu.

Diperkirakan sekitar lima juta warga Palestina sejauh ini tengah menunggu vaksin mereka.

(nvc/nvc)