Cari Bukti Kehidupan, Wahana Penjelajah NASA Mendarat di Mars

BBC Indonesia - detikNews
Jumat, 19 Feb 2021 09:07 WIB
Foto yang diabadikan dari kamera Perseverance menunjukkan permukaan Planet Mars. (NASA)
Jakarta -

Ada robot baru di permukaan Planet Mars.

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) sukses mendaratkan wahana penjelajahnya, Perseverance, ke kawah dekat garis khatulistiwa planet tersebut.

Kawah selebar 45 kilometer itu dinamai Jezero, seperti sebuah kota di Bosnia-Herzegovina. Dalam beberapa bahasa Slavia, jezero juga berarti 'danau'.

Para ilmuwan di pusat kendali NASA di California bersorak kegirangan ketika Perseverance dipastikan mendarat.

Wahana penjelajah beroda enam itu kini akan menghabiskan setidaknya dua tahun mengebor bebatuan di planet Mars, mencari bukti kehidupan masa lalu.

Jezero diperkirakan menampung danau raksasa miliaran tahun lalu. Dan, jika ada air, ada pula kemungkinan pernah terdapat kehidupan.

Sinyal yang memberi tanda kepada pusat kendali bahwa Perseverance mendarat dalam kondisi aman, muncul 20:55 GMT atau pukul 03:55 dini hari WIB, Jumat (19/02).

Jika ini bukan masa pandemi, mereka akan berpelukan dan berjabat tangan seperti yang terjadi di masa lalu. Namun, karena dibatasi protokol kesehatan, para ilmuwan dipisahkan dengan kaca transparan. Tos menggunakan kepalan tangan adalah aksi paling jauh yang diperbolehkan.

Bagaimanapun, kegembiraan jelas terlihat. Tepuk tangan terus berlanjut tatkala dua foto pertama muncul di layar yang diabadikan kamera wahana penjelajah.

Perseverance

Perseverance punya beragam instrumen, dari kamera, mikrofon, hingga alat pengebor. (NASA/JPL-Caltech)

Analisis pascapendaratan mengindikasikan Perseverance mendarat sekitar 2km arah tenggara dari delta di Jezero yang hendak diselidiki.

"Kami berada di titik datar yang bagus. Wahana itu hanya miring sekitar 1,2 derajat," kata Allen Chen, pimpinan tim pendaratan.

"Kami sukses menemukan tempat parkir dan wahana dalam keadaan aman. Saya sangat bangga pada tim saya karena mampu melakukannya," imbuh Chen.

Steve Jurczyk, pelaksana tugas pemmpin NASA, memuji pencapaian itu. "Tim yang luar biasa, bekerja menembus segala rintangan dan tantangan dalam mendaratkan wahana penjelajah di Mars, ditambah tantangan Covid. Pencapaian menakjubkan," ujarnya.

mars

FOTO ATAS: Perseverance mendarat sekitar 2km arah tenggara dari delta di Jezero yang hendak diselidiki. FOTO BAWA: Komputer pada wahana penjelajah Perseverance memilih tempat pendaratan yang mulus (biru) menghindari permukaan yang berbahaya (merah). (NASA)

Melakukan pendaratan di Mars bukan perkara mudah, dan meskipun NASA ahli dalam jal itu, semua orang di dalam tim Perseverance berbicara dengan nada hati-hati. Wahana seberat satu ton ini adalah wahana kedua yang didaratkan di Mars oleh NASA.

Wahana pertama adalah Curiosity yang mendarat di kawah berbeda pada 2012. Saat itu Curiosity menguji beragam teknologi, termasuk perangkat bertenaga roket, yang kini dipakai Perseverance.

Perseverance akan mengambil sampel di dasar delta dan bergerak menuju pinggiran kawah. Di tempat itulah sejumlah satelit mendeteksi bebatuan karbonat. Di Bumi, materi semacam itu amat baik menampung aktivitas biologi.

Perseverance juga dilengkapi beragam instrumen yang akan dipakai para ilmuwan di Bumi untuk meneliti materi di Planet Mars hingga ke taraf mikroskopis.

Simak juga video 'Robot NASA Gagal Menggali Permukaan Mars':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)