Sosok Mate Rimac, Pembuat Mobil Hiper Listrik Seharga Rp 34 M

BBC Indonesia - detikNews
Kamis, 18 Feb 2021 11:00 WIB
Jakarta -

Mate Rimac memiliki perusahaan mobil listrik dengan mesin yang dapat dikatakan salah satu yang tercanggih di dunia, namun awal mula usahanya cukup sulit.

Dengan menggunakan suku cadang dari truk pengangkat barang, ia mengubah mobil BMW tua yang dijuluki Green Monster (atau monster hijau) untuk menguji teknologi elektronik yang ia kembangkan.

BMW yang sudah dikembangkan ini kemudian diikutkan dalam berbagai lomba dan menang dalam menghadapi mobil-mobil yang menggunakan mesin dengan teknologi lama. Mobil ini sempat menjadi kendaraan listrik tercepat di dunia.

Dua tahun kemudian pada 2009, ia membuat perusahaan sendiri.

"Saya ingin membuat mobil, itulah yang saya ingin capai," katanya.

Dilihat dari penampillannya, Rimac tidak terlihat seperti eksekutif industri mobil pada umumnya.

Berjanggut, berbaju rapi, pria berusia 33 tahun ini lebih banyak dikira orang sebagai salah satu anak muda yang bergerak dalam industri start-up di Silicon Valley.

Belakangan ini, ia sering dibandingkan dengan Elon Musk, produsen Tesla.

Mulai bekerja dari garasi sendiri sampai menciptakan mobil baru

The Green Monster

Green Monster, mobil yang dipakai dalam uji coba teknik perusahaan Rimac. (Rimac)

Namun ia menolak tawaran di California dan memilih tanah kelahirannya Kroasia.

Perusahaannya Rimac Automobili bermarkas di Sveta Nedelja, kota kecil di luar ibu kota Zagreb.

Namun teknologi yang dikembangkan di sana berkembang pesat dan dipiih oleh banyak perusahaan yang sudah maju.

Rimac Automobili dikenal karena mengembangkan mobil listrik hiper yang ultra eksklusif.

Mobil yang dinamakan The Concept One, pertama diluncurkan pada 2011 dengan kecepatan tinggi sampai 354 kilometer per jam.

Hanya delapan yang dibuat sejauh ini, dan pernah ada satu yang rusak berat saat presenter TV Richard Hammond yang mengendarai mobil itu, tergelincir dalam lomba di Swiss.

Mobil yang berikutnya diproduksi adalah C_Two, yang bahkan lebih cepat lagi dengan kecepatan maksimum 415 kilometer per jam, dan dengan akselerasi dari 0-97 km/jam dalam waktu 1,85 detik.

Mobil ini akan dijual tahun ini dengan harga 2 juta, atau sekitar Rp34 miliar.

Mate Rimac di showroom mobilnya di luar Zagreb.

Mate Rimac di showroom mobilnya di luar Zagreb. (Getty Images)

Bila dibandingkan dengan performa mobil-mobil lain, kendaraan ini bisa dikatakan luar biasa. Namun mobil ini hanyalah satu dari bagian bisnis yang dikembangkan Rimac.

Perusahaan yang ia bentuk saat ini semakin dicari sebagai pemasok teknologi ke perusahaan-perusahaan lain, yang ingin membangun mobil listrik dengan performa tinggi.

The Rimac C_Two

Rimac C_Two dengan kecepatan 415 km per jam. (Rimac)

"(Dulu) kami tak punya orang yang mau menanamkan modal, jadi kami harus menghasilkan dari hari pertama," katanya.

"Itulah saat kami menyadari bahwa orang tak mau investasi dalam perusahaan kecil hypercar kami, yang mereka mau yang bisnis besar."

Dengan memasok teknologi dan keahlian ke perusahaan lain, kata Rimac, ia dapat menarik sumber dana.

Satu hal yang sama yang dimiliki Mate Rimac dan pengusaha Silicon Valley lain adalah ia mulai bekerja dari garasinya sendiri.

Namun, ia langsung membuat mobil listrik sendiri, Green Monster dan tidak mengembangkan situs terlebih dahulu.

Tahapan berikutnya adalah merancang mobil baru. Namun membangun bisnis kendaraan di Kroasia merupakan tantangan berat.

Tak mungkin memproduksi mobil di Kroasia

Mate Rimac di showroom mobilnya di luar Zagreb.

Getty Images

"Saya tak bisa merekrut orang yang berpengalaman di bidang otomotif," kenangnya. "Saya kuliah di Universitas Zagreb dan mengatakan kepada teman-teman bahwa saya ingin membuat mobil."

"Mereka mengatakan tak mungkin membuat mobil di Kroasia dan mereka justru meminta saya segera menghentikan keinginan saya itu."

Dari sisi pendanaan, ia juga mengalami kesulitan, sekalipun punya jaringan di Silicon Valley.

"Mereka sama sekali tak tertarik. Itu delapan tahun lalu, saat mobil listrik tak banyak yang membicarakan. Mereka banyak menanam modal di bidang media sosial, dan sama sekali tidak menyentuh mobil listrik."

"Dewasa ini, sama sekali berbalik. Semua menanamkan dana besar untuk mobil listrik, berdasarkan keberhasilan Tesla," tambahnya.

Seorang teknisi di pabrik Mate Rimac di luar Zagreb.

Pada awal usahanya, Rimac kesulitan merekrut orang yang mengetahui soal teknologi mobil. (Getty Images)

Pada akhirnya ia mendapatkan sponsor besar. Pada awal 2018, produsen mobil sport, Porche membeli 10% saham dan kemudian meningkatkannya menjadi 15,5%.

Langkah ini dilakukan saat perusahaan induk Porsche, Volkswagen Group, mulai investasi miliaran euro untuk teknologi mobil listrik.

Namun Porsche, yang mengembangkan mobil sport listrik sendiri, bekerja sama dengan keahlian khusus Rimac terkait rancangan sistem performa tinggi.

"Ia mulai mengembangkan kendaraan listrik jauh sebelum kami," kata wakil direktur keuangan Porche, Lutz Meschke.

"Investasi kami terbukti tepat. Nilai perusahaan itu naik berlipat-lipat sejak kami bergabung. Perusahaan itu juga telah berkembang pesat dalam teknologinya," tambahnya.

Dua perusahaan mobil lain juga bergabung. Pada Mei 2019, pabrik Korea, Hyundai serta Kia, sepakat untuk melakukan investasi sebesar 80 juta.

Mobil listrik Porsche Taycan.

Porsche memiliki 15,5% saham di Rimac. (Getty Images)

Melalui kerjasama ini, perusahaan Korea itu mengembangkan mobil listrik baru bersama Rimac.

Menurut analis independen bidang otomotif Matthias Schmidt, langkah banyak negara dalam mengurangi mobil-mobil bensin dan solar, semakin meningkatkan peluang perusahaan Kroasia ini.

"Perusahaan-perusahaan mobil dipaksa untuk mengembangkan mobil listrik," kata Schmidt.

"Perusahaan besar seperti Volkswagen dan Stellantis dapat melakukannya. Namun perusahaan menengah tidak memiliki dana untuk melakukannya sendiri. Jadi mereka punya pilihan untuk membeli teknologi dari perusahaan lain," tambahnya.

Sementara itu, David Bailey, profesor dalam bidang strategi industri dari Universitas Birmingham, Inggris, mengatakan bisnis mobil tetap dapat menghasilkan uang.

"Perusahaan Mate Rimac tiba-tiba muncul dan produk mereka sangat menarik, dan mereka mengembangkan merek terkait mobil-mobil hiper."

Dalam kategori performa atau kecepatan, sport car atau mobil sport berada pada kelas paling bawah sebelum supercar dan hypercar.

Ia mengatakan merek-merek yang dapat dijual terkait mobil super listrik, dapat terjual ratusan ribu dolar dan bukan jutaan dolar.

"Teknologi berkembang sangat cepat. Saya rasa Rimac sangat berperan dalam bidang ini."

"Saya rasa, bisnis ini cukup menguntungkan," tutupnya.

(ita/ita)