Satelit Uni Emirat Arab Tangkap Gambar Menawan Planet Mars

BBC Indonesia - detikNews
Senin, 15 Feb 2021 16:35 WIB
Gambar menunjukkan tiga gunung berapi dalam satu garis, serta Olympus Mons, gunung berapi terbesar di Tata Surya (AESA/MBRSC/LASP/EMM-EXI)
Jakarta -

Misi 'Hope' Uni Emirat Arab telah menangkap gambar Planet Mars pertamanya.

Pesawat ruang angkasa itu memasuki orbit di sekitar Planet Mars pada Selasa (09/02), menjadikan UEA negara Arab pertama dalam sejarah yang mencatatkan kehadiran ilmiah mereka di planet dekat Bumi itu.

Gambar pertama ini akan diikuti oleh banyak pemandangan Mars yang serupa.

Hope ditempatkan pada orbit yang lebar sehingga ia dapat mempelajari cuaca planet dan sistem iklim, yang berarti ia juga akan melihat cakram penuh planet tersebut.

Ini adalah jenis pemandangan yang biasa dilihat dari teleskop yang berbasis di Bumi, tetapi tidak begitu terlihat dari satelit yang diposisikan di Mars.

Satelit secara tradisional ditempatkan dekat dengan planet sehingga bisa menangkap gambar permukaan beresolusi tinggi dan berguna sebagai stasiun relay telekomunikasi untuk robot yang mendarat, yang berkontak dengan Bumi.

Ilustrasi Hope

Ilustrasi Hope (MBRSC)

Gambar di bagian atas halaman ini ditangkap oleh instrumen EXI Hope dari ketinggian 24.700 km di atas permukaan Mars pada pukul 20:36 GMT pada hari Rabu - jadi, satu hari setelah tiba di Planet Merah.

Kutub utara Mars berada di kiri atas gambar.

Di tengah, yang baru muncul di bawah sinar matahari pagi, adalah Olympus Mons, gunung berapi terbesar di Tata Surya. Lihatlah tepat di batas antara siang dan malam, yang disebut terminator.

Tiga gunung berapi dalam satu baris adalah Ascraeus Mons, Pavonis Mons, dan Arsia Mons.

Lihatlah ke timur, ke ujung planet, dan Anda dapat melihat sistem ngarai, Valles Marineris, yang sebagian tertutup awan.

"Transmisi gambar Mars pertama dari Hope Probe adalah momen yang menentukan dalam sejarah kami dan menandai UEA bergabung dengan negara-negara maju yang terlibat dalam eksplorasi ruang angkasa," kata akun twitter misi tersebut.

"Kami berharap misi ini akan mengarah pada penemuan baru tentang Mars yang bermanfaat bagi umat manusia."

Hope sekarang mengorbit pada elips di sekitar Mars, dengan jarak terdekat sejauh 1.000 km dari planet dan terluar sejauh hampir 50.000 km.

Selama beberapa minggu ke depan, jarak ini akan dipangkas menjadi orbit 55 jam, 22.000 km-kali-43.000 km yang miring ke ekuator sekitar 25 derajat.

Dari tempat tinggi inilah Hope berencana untuk melakukan beberapa penelitian baru.

Hope akan melacak bagaimana energi bergerak melalui atmosfer, dari paling bawah ke paling atas.

Salah satu yang akan dilakukan adalah mempelajari kebocoran atom netral hidrogen dan oksigen ke ruang angkasa - sisa-sisa dari air Mars yang dulu melimpah.

Temuan ini akan menambah pemahaman kita tentang bagaimana planet yang sebelumnya hangat dan basah itu menjadi planet yang dingin, berdebu, dan kering seperti sekarang ini.

Orbit insertionBBC

Pada hari Hope UEA mengambil gambar pertama ini, wahana Tianwen-1 China tiba di Mars.

Seperti Hope, satelit harus melakukan manuver pengereman untuk memastikan gravitasi planet itu tertangkap.

Misi Tianwen-1 membawa rover yang akan diluncurkan ke permukaan planet pada bulan Mei atau Juni.

Badan antariksa China telah merilis gambar awal dari apa yang dilihat satelitnya.

Gambar-gambar ini bukan berasal dari kamera sains seperti instrumen EXI Hope, tetapi dari kamera resolusi rendah yang digunakan oleh para insinyur untuk memeriksa pesawat ruang angkasa.

Dalam video di bawah ini, pemandangan didominasi oleh panel surya Tianwen-1, tetapi atmosfer Mars dan topografi permukaan terlihat jelas.

Minggu yang akan datang ini, giliran Amerika.

Penjelajah Perseverance mereka mencapai Mars pada hari Kamis dan akan segera mencoba mendarat di kawah yang disebut Jezero.

Apa itu misi Hope?

Uni Emirat Arab berharap dapat mencetak sejarah dengan menempatkan pesawat tanpa awak di orbit planet Mars.

Pesawat luar angkasa bernama Misbar al-Amal, berarti "Harapan" dan dikenal secara internasional dengan nama "Hope", diluncurkan dari Bumi tujuh bulan lalu.

Satelit itu diharapkan akan mencapai momen yang menentukan dalam perjalanan panjangnya insersi orbit.

Satelit itu bergerak dengan kecepatan lebih dari 120.000 km/jam dan harus menyalakan mesin pengeremannya selama 27 menit supaya dapat ditangkap oleh gravitasi Planet Merah.

Jika sukses, Hope akan memulai misinya untuk mempelajari iklim Mars.

"Kami memasuki fase yang sangat kritis," kata direktur proyek, Omran Sharaf, akhir pekan lalu.

"Ini adalah fase yang pada dasarnya menentukan apakah kita bisa mencapai Mars, atau tidak; dan apakah kita akan mampu melakukan penelitian, atau tidak.

"Jika kita melaju terlalu lambat, kita akan menabrak Mars; jika kita melaju terlalu cepat, kita akan melewatkan Mars," katanya kepada BBC News.

Hope adalah yang pertama dari tiga misi yang tiba di Planet Merah bulan ini.

Satelit Tianwen-1 China juga akan berusaha memasuki orbit, sementara Amerika akan datang pada tanggal 18 dengan robot penjelajah besar.

Bagi Hope, semuanya bergantung pada manuver insersi orbit hari Selasa (09/02).

Dalam beberapa bulan terakhir, para insinyur telah mengatur lintasan pesawat tanpa awak itu sehingga mencapai planet pada momen yang tepat dalam ruang dan waktu untuk memulai pengereman.

Kecepatan saat mendekati Mars harus turun hingga sekitar 18.000 km/jam.

Pengendali misi di Pusat Antariksa Muhammad bin Rasyid (MBRSC) di Dubai akan mencatat data tentang kinerja mesin pendorong Hope, namun tidak ada yang bisa dilakukan jika terjadi kesalahan.

Pasalnya, Mars dan Bumi saat ini terpisah sejauh 190 juta km, yang berarti komando melalui gelombang radio perlu waktu 11 menit untuk mencapai wahana tersebut terlalu lama untuk membuat perbedaan. Hope harus mengandalkan sistem otomatisnya untuk menyelesaikan manuver itu.

"Ini pasti akan menegangkan; memikirkannya saja sudah membuat saya merinding," kata teknisi propulsi Ayesha Sharafi.

"Tapi kami memiliki sistem yang dapat mengkompensasi masalah apa pun yang mungkin terjadi selama pengereman, jadi saya rasa kami berada dalam posisi yang baik untuk sukses memasuki orbit Mars."

Sinyal konfirmasi bahwa pengereman telah dimulai seharusnya diterima di Bumi tak lama setelah 19:40 Waktu Standar Teluk (22:40 WIB). Sinyal ini akan datang melalui antena radio Deep Space Network milik badan antariksa AS (NASA).

Hope membawa sekitar 800 kilo bahan bakar. Sekitar setengah dari massa ini akan dikonsumsi oleh enam pendorong yang terlibat dalam manuver selama 27 menit.

Tak lama setelah mesin dimatikan, pesawat ruang angkasa akan menghilang di belakang Mars seiring lintasannya menekuk ke posisi orbit yang direncanakan. Sekali lagi, tim di MBRSC akan harap-harap cemas menanti sinyal dari Hope melalui jaringan antena NASA.

Jika ikhtiar hari Selasa berhasil, mereka akan mendapatkan beberapa data ilmiah yang menarik dalam bulan-bulan mendatang.

Dubai Frame

Dubai Frame menyalakan lampu merah untuk menandai kedatangan Hope di Mars. (UAE Space Agency)

Hope bisa digambarkan sebagai semacam satelit cuaca atau iklim untuk Mars.

Lebih khusus lagi, ia akan mempelajari bagaimana energi bergerak melalui atmosfer - dari bawah ke atas, sepanjang hari, dan melalui semua musim dalam setahun.

Ia akan melacak fitur-fitur seperti awan debu yang di Mars sangat mempengaruhi suhu atmosfer.

Ia juga akan mengamati apa yang terjadi dengan perilaku atom netral hidrogen dan oksigen tepat di atas atmosfer. Ada dugaan bahwa atom-atom ini memainkan peran penting dalam erosi atmosfer Mars oleh partikel energi yang mengalir dari arah Matahari.

Ini berperan dalam cerita mengapa planet ini kehilangan sebagian besar air yang jelas pernah dimilikinya pada awal sejarahnya.

Ruang kendali MBRSCPengendali misi akan memantau performa mesin pendorong Hope dengan teliti. (MBRSC)

Ini berarti kita akan mendapatkan gambar spektakuler dari seluruh Planet Merah secara rutin.

"Setiap gambar Mars yang kami dapatkan akan ikonik, tetapi saya tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya mendapatkan gambar utuh pertama Mars, begitu kami berada di orbit," kata Sarah Al Amiri, menteri negara Emirat untuk teknologi canggih dan ketua Badan Antariksa UEA.

"Dan bagi saya juga, ini tentang mendapatkan data-data ilmiah dan meminta tim ilmuwan kami mulai menganalisisnya dan menemukan artefak yang tak pernah ditemukan sebelumnya."

Kegembiraan di seluruh negeri sangat terasa. Gedung-gedung menyalakan lampu berwarna merah. UEA mengandalkan misi ini untuk menjadi inspirasi bagi kaum muda dan pemuda Arab pada umumnya untuk mengambil mata pelajaran STEM di sekolah dan di tingkat pendidikan yang lebih tinggi.

Hope in the cleanroom

Berat total Hope 1.350kg. Sekitar 800kg-nya adalah bahan bakar, yang setengahnya akan digunakan dalam pengereman pada hari Selasa. (MBRSC)

Misi ini dimulai enam tahun lalu untuk membuahkan hasil pada saat perayaan emas UEA (Federasi didirikan pada 2 Desember 1971). Ketika mulai menerbangkan satelit di Bumi pada 2009, negara ini belum memiliki keahlian penuh untuk melakukan misi antarplanet.

Oleh karena itu, Emirat mendekati sejumlah lembaga penelitian AS untuk melibatkan mereka sebagai mentor. Institusi Amerika termasuk Universitas Colorado di Boulder; Universitas Negeri Arizona; dan Universitas California, Berkeley.

"Secara pribadi menyenangkan, secara teknis menyenangkan, dan menyaksikan kemampuan pribadi setiap orang berkembang sangat memuaskan," kata Pete Withnell, manajer program Hope di Laboratorium Fisika Atmosfer dan Luar Angkasa Colorado.

"Sekarang ada persahabatan seumur hidup yang akan terus berlanjut jauh setelah misi ini."

Simak video 'Setelah Uni Emirat Arab, Wahana China Ikutan Tiba di Mars':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)