Cerita Aktris China yang Ujung Hidungnya Menghitam Usai Bedah Kosmetik

BBC Indonesia - detikNews
Sabtu, 06 Feb 2021 16:56 WIB
Jakarta -

Seorang aktris China memberi peringatan kepada kaum perempuan akan bahaya operasi kosmetik. Dia membagikan foto hidungnya yang rusak setelah prosedur yang ia jalani gagal.

Gao Liu adalah seorang penyanyi dan aktris yang telah membintangi banyak film dan program TV, dan kini dipandang sebagai bintang yang sedang naik daun.

Namun, ia tak lagi jadi pusat perhatian dalam beberapa bulan terakhir.

Unggahan di platform media sosial yang populer di China, Sina Weibo, ia menjelaskan alasan mengapa dirinya absen dari publik selama berbulan-berbulan karena "insiden bedah kosmetik".

Insiden bedah kosmetik itu membuat hidungnya mengalami nekrosis, yang berarti jaringan di ujungnya telah mati.

Gao mengunggah foto-foto terbarunya kepada lima juta pengikutnya, yang kemudian memicu diskusi tentang bedah kosmetik, yang sangat populer di China.

Ia menuturkan bahwa pada bulan Oktober lalu, seorang teman memperkenalkannya kepada seorang ahli bedah plastik di sebuah klinik di selatan kota Guangzhou.

Aktris itu mengatakan dia memutuskan menjalani operasi pada hidungnya atas saran agar hidungnya "sedikit langsing".

Ia berpikir bedah kosmetik itu akan membantu meningkatkan karirnya.

"Seluruh prosedur berlangsung empat jam. Saya pikir dalam empat jam ini, saya akan menjadi lebih cantik," katanya kepada para pengikutnya.

"Saya tidak menyangka empat jam ini menjadi awal dari mimpi buruk."

Setelah menjalani prosedur, ia mengaku hidungnya mengalami "iritasi dan kesemutan" dan kemudian berulang kali mengalami infeksi.

Kendati begitu, ia diberitahu oleh dokternya bahwa ia bisa kembali bekerja pada Desember.

"Kulit di ujung hidung saya menjadi lebih gelap dan menghitam, dan hidung saya mengalami nekrotik," katanya, menambahkan bahwa ia sempat terbesit untuk bunuh diri.

Gao menambahkan ia akhirnya dirawat di rumah sakit selama dua bulan, dan merugi sebesar 400.000 yuan, atau sekitar Rp867 juta karena kehilangan pekerjaan.

Ia mengatakan bahwa dirinya baru bisa menjalani operasi lanjutan yang rekonstruktif setidaknya selama satu tahun ke depan, karena tingkat kerusakan hidung yang ia alami.

Situs berita populer The Paper telah membagikan data publik dari Biro Kesehatan Distrik Tianhe di kota tersebut, yang menunjukkan bahwa klinik tempat Gao dirawat telah menerima lima sanksi administratif pada periode Maret hingga Oktober 2020.

Hingga kini belum jelas aturan apa saja yang dilanggar oleh klinik tersebut.

Sejumlah keluhan terkait klinik tersebut telah dilayangkan pada biro kesehatan sejak Gao berbagi pengalamannya di dunia maya, menurut The Paper.

Sebuah penyelidikan berkaitan klinik itu kini sedang berlangsung.

Di dunia maya, beberapa orang mendesak agar orang-orang yang terlibat dalam bedah kosmetik Gao bertanggungjawab.

Sementara pengguna internet yang lain menuntut perbaikan regulasi terkait cedera kosmetik di China.

Bedah kosmetik populer di China selama bertahun-tahun terakhir hingga akhirnya pada 2004, China menjadi tuan rumah ajang ratu kecantikan khusus bagi mereka yang menjalani bedah kosmetik.

Prosedur kosmetik sangat lazim di kalangan kaum muda.

Surat kabar South China Morning Post mengatakan pada 2019 bahwa hampir dua pertiga dari 20 juta orang yang menjalani prosedur pada tahun sebelumnya berusia di bawah 30 tahun, dan "satu dari lima adalah pasca-milenial", yang berusia di bawah usia 21 tahun.

Surat kabar itu mengatakan bahwa banyak lulusan sekolah menengah memilih untuk "menjalani operasi sebelum memulai universitas, percaya bahwa hal itu akan meningkatkan peluang mereka di tempat kerja dan dalam cinta".

Tetapi meningkatnya permintaan untuk bedah kosmetik menyebabkan menjamurnya klinik tanpa sertifikat atau klinik yang mempekerjakan ahli bedah yang tak memiliki kualifikasi.

Belum jelas bagaimana kondisi di klinik tempat Gao menjalani prosedur.

Dewan Negara China mengatakan pada bulan April bahwa mereka telah "mendeteksi tanda-tanda peningkatan pelanggaran" di seluruh negeri dan menegaskan kembali perlunya operasi kosmetik yang dilakukan oleh "staf medis berlisensi".

Namun, seperti yang dicatat situs berita Global Times, banyak warga China yang menganggap peraturan yang ada sebagai "kacau", belum lagi sulit untuk ditindaklanjuti, mengingat pada 2019 "jumlah klinik operasi plastik yang tidak memenuhi syarat melebihi 60.000 enam kali lipat dari klinik biasa."

(ita/ita)