Orang Swedia Anggap Rabu sebagai Sabtu Kecil, Ini Alasannya

BBC Indonesia - detikNews
Sabtu, 06 Feb 2021 16:53 WIB
Jakarta -

Seiring minggu-minggu kerja berlalu dan batas antar hari mengabur, meminjam tradisi Nordik dapat memberi kita sesuatu untuk dirayakan.

Ketika angin Arktik mulai bertiup kencang dan menghembuskan timbunan salju, Harpo Adolfsson mulai bekerja.

Adolfsson, operator mesin di Icehotel yang terkenal di Jukkasjrvi, Swedia Utara, membersihkan salju yang menutupi jalanan dan trotoar. Pada hari-hari ketika angin begitu kencang, ia bekerja hingga 12 jam, mulai dari pukul 4 pagi.

"Bekerja dengan mesin, Anda harus awas setiap waktu, sehingga bisa sangat melelahkan," ujarnya. "Kadang-kadang, akhir pekan terasa begitu panjang."

Empat tahun lalu, Adolfsson dan beberapa koleganya mulai bertemu pada hari Rabu malam untuk nongkrong tengah pekan.

Mereka menuang bir, dan bergantian memasak di rumah satu sama lain. Kolega mereka yang orang Denmark membawa smrrebrd, sementara Adolfsson lebih suka memanggang hamburger dan daging rusa.

"Anda tak akan pernah tahu akan makan apa," katanya. "Kadang-kadang goreng-gorengan, atau salmon. Kadang-kadang hidangan lengkap, dengan makanan pembuka dan penutup."

Adolfsson berkata kumpul-kumpul tiap Rabu itu, yang penuh dengan makanan enak dan perbincangan seru, menjaga dirinya tetap semangat dan memberinya sesuatu untuk ditunggu-tunggu - terutama pada musim dingin ketika langit gelap hingga 20 jam sehari.

"Ini membuat saya senang karena Anda tahu ini akan terjadi dan pasti akan asyik," ujarnya.

Kumpul-kumpul Adolfsson adalah contoh dari praktik 'Sabtu Kecil', atau lillrdag, tradisi budaya Nordik yang menganggap hari Rabu sebagai kesempatan untuk perayaan kecil-kecilan ala akhir pekan.

Menurut Rickard Grassman, kepala departemen manajemen dan dosen senior di Universitas Stockholm, ekspresi itu berasal dari masa ketika pelayan bekerja pada hari Sabtu dan mendapat libur di hari kerja.

"Sejarahnya, sejak itu ia menjadi semacam liburan kecil di tengah pekan ketika orang-orang butuh waktu untuk melepas penat."

Seiring pandemi mengaburkan batasan antara hari kerja dan akhir pekan, meminjam tradisi Nordik ini dapat menjadi cara untuk mengkalibrasi pekan itu, dan bahkan menambah sedikit selebrasi dan kelegaan pada rutinitas kerja di rumah.

Ini terutama bagus pada waktu ketika memprioritaskan kesehatan dan kebahagiaan amatlah penting, kata Grassman.

"Menganut pandangan yang lebih moderat dan terukur tentang keseimbangan kehidupan-pekerjaan menciptakan rasa kebahagiaan yang lebih stabil," ujarnya.

"Sedikit waktu ekstra untuk merayakan Sabtu Kecil adalah awal yang bagus untuk menatap masa depan dengan optimisme."

Kesenangan sederhana - dan mungkin kelegaan besar

Tak semua orang Swedia ikut merayakan lillrdag, namun praktik ini dirasa cocok bagi beberapa orang, seperti Adolfsson, yang mendapati bahwa istirahat di tengah pekan menghidupkan semangatnya.

Dan meskipun hari kerja apa pun secara teknis bisa menjadi lillrdag (di Norwegia dan Denmark, Sabtu Kecil disebut lille lrdag), ia biasanya dirayakan pada hari Rabu.

Para mahasiswa mungkin akan pesta besar di pub, tetapi Sabtu Kecil juga dapat menjadi malam yang tenang dengan keluarga dan kawan atau alasan untuk memanjakan diri.

Di Instagram, puluhan ribu kiriman dengan tagar #lillrdag memamerkan makanan lezat dari kerang dan sampanye hingga aktivitas khusus seperti berkemah.

Lillrdag sangat berlawanan dengan konsep 'Hump Day' di Amerika Utara, yang memandang Rabu sebagai hari terburuk kedua dalam sepekan setelah Senin; Anda hampir selesai, tapi masih ada banyak waktu yang harus dilalui sebelum akhir pekan.

Menurut Constanze Leineweber, profesor madya di Institut Penelitian Stres di Universitas Stockholm, memandang Rabu sebagai Sabtu Kecil dapat membuat pekan kerja lebih mudah dilalui - terutama sekarang saat dalam isolasi, batas antara hari tampak mengabur "tanpa tahu kapan akan berakhir".

"Sabtu Kecil dapat cukup efektif untuk membantu orang-orang menciptakan struktur dan kepuasan, bahkan saat mereka merasa hilang arah," imbuhnya.

"Anda dapat termotivasi dengan tujuan-tujuan kecil dalam waktu sepekan yang dapat Anda capai dan dengan itu, mendapat hadiah... tanpa sepenuhnya kehilangan konteks dan struktur yang kita butuhkan."

'Sabtu Kecil adalah tentang menjaga kewarasan'

Meskipun Swedia menempati peringkat pertama Indeks Kesetaraan Gender di Uni Eropa, perempuan tetap lebih rentan terhadap kelelahan emosional akibat kurangnya keseimbangan kehidupan-pekerjaan, kata Leineweber, yang mempelajari konflik pekerjaan-keluarga di negara-negara Nordik.

Penelitiannya menunjukkan bahwa perempuan lebih jarang menggunakan waktu di luar pekerjaan untuk bersantai dibandingkan laki-laki; alih-alih, mereka berfokus pada kebutuhan rumah tangga dan keluarga.

Bagi Anitha Clemence, seorang ibu dua anak, dan Ann Sderlund, seorang ibu lima anak, keduanya berbasis di Stockholm, praktik lillrdag menjadi lebih penting bagi kehidupan mereka selama Covid-19.

Clemence mengizinkan anak-anaknya memakan dessert seperti kue cokelat atau permen pick-and-mix kesukaan orang Swedia, dan mengenakan lipstik untuk bertemu kawan-kawannya di Zoom. Sementara Sderlund dan suaminya memesan makanan untuk putra-putra mereka yang berusia empat hingga 18 tahun.

"Di masa kanak-kanak, setiap hari kami merayakan lillrdag karena ayah saya adalah seorang jurnalis, dan kami sering bepergian dan berpindah-pindah. Ini ada dalam darah saya," jelas Sderlund yang, seperti temannya Clemence, bekerja sebagai aktris dan penulis.

Enam tahun yang lalu, tradisi ini menginspirasi dua sahabat itu untuk membuat podcast bernama Lillelrdag, yang mereka rilis setiap hari Rabu.

Mereka berbincang-bincang seputar masalah tabu terkait hubungan, keibuan, dan gaya hidup, mengatakan apapun yang mereka mau dan menjunjung slogan, "Tidak ada yang sakral pada Sabtu Kecil".

Acara Clemence dan Sderlund disukai banyak sekali pendengar wanita, dan kini Lillelrdag termasuk dalam 50 podcast teratas di Swedia.

Menurut Clemence, para co-host tersentuh ketika mendengar betapa podcast memainkan peran penting dalam kehidupan para pendengar selama pandemi, memberi mereka soundtrack yang asyik saat jalan-jalan di luar ruangan dan istirahat makan siang, menghidupkan perasaan Sabtu Kecil itu.

"Sabtu kecil adalah tentang menjaga kewarasan," kata Clemence sambil tertawa. "Kami selalu mendorong para pendengar kami untuk memanjakan diri pada Sabtu Kecil dengan sesuatu yang ekstra tanpa alasan itu sangat membantu kami."

Hal-hal kecil

Dengan pandemi yang kita tak tahu kapan akan berakhir - dan, karena itu, minggu-minggu kerja yang melelahkan - meminjam praktik lillrdag ala orang Nordik dapat memberi kita sesuatu untuk dinantikan setiap pekan sebagai kesempatan istirahat dari rutinitas yang monoton.

Sderlund, yang pernah terinfeksi Covid-19, mengatakan bahwa pandemi telah membantunya mengingat betapa pentingnya kesenangan-kesenangan sederhana dalam hidup - dan bagaimana di masa-masa sulit, hal-hal kecil dapat membuat perbedaan.

"Setiap hari, saya menata sedikitnya 21 garpu, pisau, dan piring [untuk makan malam], kami belajar dan bekerja dari rumah," ujarnya, sambil menghela napas.

"Di saat corona, lillrdag telah menjadi semakin penting bagi saya. Saya bisa bersantai dan minum segelas anggur."

(ita/ita)