Penghasilan 10 Orang Super Kaya Ini Bisa Membeli Vaksin untuk Umat Dunia

BBC Indonesia - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 14:14 WIB
Jeff Bezos disebut bisa memberikan bonus kepada puluhan ribu karyawannya dan masih bisa sekaya sebelum masa pandemi. (AFP)
Jakarta -

Kekayaan 10 laki-laki super kaya di dunia meningkat selama pandemi virus corona dan jika digabung, kekayaan mereka bertambah US$540 miliar atau sekitar Rp7.600 triliun, menurut organisasi bantuan Oxfam.

Jumlah itu akan cukup untuk mencegah semua orang di dunia jatuh miskin karena pandemi dan bisa membeli vaksin untuk semua orang, kata LSM itu.

Laporan organisasi menemukan, total kekayaan miliarder setara dengan seluruh pengeluaran semua pemerintah anggota G20 untuk pemulihan dari dampak wabah.

Badan amal tersebut mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan kemungkinan menerapkan pajak yang lebih besar bagi orang-orang super kaya.

Tetapi sementara kekayaan mereka mungkin melonjak selama pandemi, ada beberapa kontribusi penting yang telah dilakukan oleh orang-orang terkaya di dunia.

Apa isi laporan itu?

Laporan Oxfam, Virus Kesenjangan, telah dipublikasikan saat para pemimpin global berkumpul secara virtual dalam pertemuan "Dialog Davos" Forum Ekonomi Dunia.

Dukungan yang belum pernah terjadi sebelumnya dari pemerintah untuk membangkitkan perekonomian mereka menyebabkan ledakan pasar saham dan meningkatkan kekayaan miliarder, sementara ekonomi riil menghadapi resesi terdalam dalam satu abad, kata laporan itu.

Di seluruh dunia, kekayaan miliarder meningkat US$3,9 triliun (sekitar Rp56,3 juta triliun) antara 18 Maret dan 31 Desember 2020 dan sekarang mencapai US$11,95 triliun, yang setara dengan apa yang telah dikeluarkan pemerintah G20 untuk menanggapi pandemi.

Sepuluh orang terkaya, yang kekayaannya naik US$540 miliar sejak Maret 2020, termasuk pendiri Amazon Jeff Bezos, pendiri Tesla Elon Musk, dan pendiri Facebook Mark Zuckerberg.

Data vaksinasiBBC

Laporan tersebut mengatakan bahwa pendapatan Bezos naik begitu signifikan sampai periode September 2020 sehingga dia dapat memberikan bonus US$105.000 (Rp1,4miliar) kepada 876.000 karyawan Amazon dan masih tetap sekaya sebelum masa pandemi.

Data ini dibandingkan dengan mereka yang termiskin di dunia, yang pemulihan ekonominya membutuhkan waktu lebih dari satu dekade.

Oxfam memperkirakan bahwa sebanyak 500 juta lebih orang hidup dalam kemiskinan akibat pandemi, membalikkan penurunan kemiskinan global yang terlihat selama dua dekade terakhir.

"Kami pikir ini adalah ... kesempatan untuk melakukan sesuatu yang radikal tentang membangun kembali dengan lebih adil, untuk berpikir tentang pajak kekayaan, untuk berpikir tentang pajak perusahaan, untuk berpikir tentang meningkatkan landasan sosial dasar untuk setiap warga negara," kata Danny Sriskandarajah, kepala eksekutif Oxfam GB, kepada BBC.

Tunawisma di Dubai Januari 2021

Jutaan orang berada di ujung kemelaratan, kata laporan itu. (Getty Images)

Dengan merujuk ke Inggris, dia mengatakan pengenaan pajak bisa menghasilkan uang hingga jutaan.

Bukankah orang-orang terkaya di dunia sudah banyak menyumbang?

Ya, beberapa. Jumlah donasi amal besar-besaran relatif tinggi sejak pandemi terjadi. Donasi itu banyak diinisiasi selebritas, bintang olahraga, dan pemilik bisnis untuk merespons keadaan darurat Covid-19.

Bulan lalu, MacKenzie Scott, mantan istri Jeff Bezos, mengungkapkan bahwa dia telah menyumbangkan lebih dari US$4 miliar ke bank makanan dan dana bantuan darurat dalam empat bulan.

Dalam sebuah unggahan blog, Scott mengatakan dia ingin membantu orang Amerika yang berjuang karena pandemi.

Pada Juni tahun lalu, Bezos dilaporkan telah menyumbangkan US$125 juta untuk upaya penanggulangan virus corona.

Salah satu pendiri Twitter, Jack Dorsey, mengumumkan pada bulan April bahwa ia memindahkan US$1 miliar asetnya ke dalam bentuk uang tunai untuk mendukung upaya pemulihan pandemi dan sejumlah masalah lain.

Angka itu mewakili sekitar seperempat dari kekayaan bersihnya senilai US$3,9 miliar.

Penulis Harry Potter JK Rowling telah menyumbangkan Pound 1 juta untuk membantu para tunawisma dan mereka yang terkena dampak kekerasan dalam rumah tangga selama pandemi.

Sementara itu, pendiri Microsoft Bill Gates dan istrinya Melinda telah berkomitmen memberikan US$305 juta untuk vaksin, pengobatan dan pengembangan diagnostik melalui yayasan amal mereka.

(ita/ita)