China Bangun Kota Beku dan Istana Warna-warni dalam Festival Es

BBC Indonesia - detikNews
Senin, 11 Jan 2021 11:39 WIB
Jakarta -

Festival Patung Es dan Salju Internasional Harbin ke-37 di China telah dibuka untuk pengunjung, yang menampilkan menara, istana, dan kastil beku.

Festival es dan salju di Harbin, sebuah kota di Provinsi Heilongjiang, China timur laut, adalah salah satu yang terbesar.

Acara ini menampilkan bangunan dari es dan salju yang menjulang tinggi, dan akan menjadi tuan rumah kegiatan seperti kereta luncur, hoki es, sepak bola es, speed skating dan kompetisi ski Alpine.

Dengan adanya larangan masuk ke China karena pandemi virus corona, wisatawan domestik diharapkan menjadi mayoritas pengunjung.

Membangun kota beku

Sebuah patung salju besar dari sebuah kastil Getty Images Patung es dari lukisan Gadis dengan Anting Mutiara oleh Johannes VermeerGetty Images

Festival Harbin ini dimulai pada tahun 1963 dan dihentikan selama Revolusi Kebudayaan China, dilanjutkan kembali pada tahun 1985.

Bangunan es berkubah yang diterangi Getty Images Menara es yang diterangiGetty Images

Pada bulan Desember, sekitar 300 "penambang es", banyak di antaranya adalah buruh konstruksi dan petani, membangun struktur es yang menjulang tinggi di festival tersebut.

Pekerja membangun struktur es di lokasi Festival Es dan Salju Internasional Harbin Carlos Garcia Rawlins / Reuters Para pekerja merokok saat membangun struktur es di lokasi Festival Es dan Salju Internasional Harbin Carlos Garcia Rawlins / Reuters Pekerja perancah membangun struktur es di lokasi Festival Es dan Salju Internasional Harbin

Carlos Garcia Rawlins / Reuters

Untuk membangun kota yang beku, puluhan ribu balok es diambil dari Sungai beku Songhua yang mengalir melalui Harbin. Lebar sungai ini sekitar satu kilometer.

Seorang pekerja berdiri di atas balok es sambil memecahnya menjadi potongan-potongan kecil untuk digunakan di Festival Es dan Salju Internasional Harbin, di Sungai Songhua yang membeku di Harbin

Carlos Garcia Rawlins / Reuters

Balok-balok itu kemudian dipindahkan dengan truk ke tempat festival dan digunakan untuk membangun istana, pagoda, jembatan, dan bahkan restoran hotpot yang berfungsi baik alias bukan sekadar pajangan.

Pekerja menggunakan pemecah es untuk memecah balok esCarlos Garcia Rawlins / Reuters

Penambang es Wang Qiusheng mengatakan kepada kantor berita Reuters mengapa mereka perlu menggunakan es dari sungai. "Es buatan tidak terlalu tebal, dan tidak cukup kuat untuk menahan angin," katanya.

Para pekerja mengenakan sepatu bot karet setinggi lutut, jaket bulu angsa, sarung tangan tebal, dan topi dengan penutup untuk melindungi telinga mereka dari suhu beku.

Seorang pekerja membawa balok es sambil membangun struktur es

Carlos Garcia Rawlins / Reuters

"Kami datang untuk menambang es pada pukul enam pagi setiap hari," kata Zhang Wei kepada Reuters.

"Kami kadang-kadang harus bekerja lembur, sampai pukul 20.00 atau 21.00, bahkan sampai larut malam."

Balok-balok es diletakkan di atas satu sama lain untuk membangun dinding.

Pekerja menempatkan balok es di atas struktur es

Carlos Garcia Rawlins / Reuters

Para pekerja kemudian membentuk, memotong, dan menyusun balok es sesuai ukuran dengan gergaji mesin, garpu acar, dan pahat gigi.

Seorang pekerja membawa gergaji mesin saat membangun struktur es

Carlos Garcia Rawlins / Reuters Seorang pekerja menggunakan gergaji mesin untuk mengukir balok es

Carlos Garcia Rawlins / Reuters

Saat bekerja, para penambang es menyantap makan siang mereka - semangkuk mie panas, pangsit atau roti kukus - di kantin darurat yang terbuat dari tiang kayu dan lembaran plastik.

Pekerja makan siang di dalam kantin darurat

Carlos Garcia Rawlins / Reuters

Struktur es yang rumit menyala di malam hari dalam berbagai warna yang indah.

Pekerja membangun struktur es di malam hari

Carlos Garcia Rawlins / Reuters

Festival Es Harbin berlangsung hingga 25 Februari 2021.

Pemandangan kota es yang luas di festival es Harbin

Getty Images

(ita/ita)