Politisi Demokrat Serukan Trump Dicopot Usai Kerusuhan di Capitol

BBC Indonesia - detikNews
Jumat, 08 Jan 2021 09:02 WIB
Jakarta -

Politisi Partai Demokrat di dua majelis Kongres menyerukan agar Donald Trump dicopot dari jabatannya sebagai presiden Amerika Serikat menyusul penyerbuan Gedung Capitol di Washington DC oleh gerombolan pendukungnya.

Senator Demokrat, Chuck Schumer, mengatakan Trump harus segera disingkirkan. Jika Trump tidak disingkirkan, menurut Ketua DPR Nancy Pelosi, Trump bisa dimakzulkan.

Mencopot Trump dari jabatannya membutuhkan dukungan dari Partai Republik, dan sejauh ini hanya sedikit yang setuju dengan langkah itu.

Empat orang tewas saat kerusuhan di Capitol Hill, dan 68 orang telah ditangkap.

Tindakan penangan polisi menjadi sorotan. Para petugas dikritik karena gagal menghentikan aksi perusuh yang memasuki Gedung Capitol.

Pejabat yang bertanggung jawab atas keamanan di Gedung DPR itu kini telah mengundurkan diri. Schumer meminta penanggung jawab keamanan Senat untuk dipecat.

Presiden tepilih Joe Biden mengatakan: "Tidak ada yang bisa menjelaskan kepada saya bahwa jika kemarin yang beraksi adalah para pengunjuk rasa Black Lives Matter, mereka tidak akan diperlakukan sangat berbeda dari para perusuh yang menyerbu Gedung Capitol."

Trump sendiri belum berbicara tentang apa yang terjadi di Capitol Hill. Namun, juru bicara Trump, Kayleigh McEnany, mengatakan presiden dan pemerintahannya mengecam kekerasan "dalam makna yang paling kuat".

Kepala Kepolisian Capitol Amerika Serikat (USCP) mengatakan para petugasnya menghadapi "perilaku kriminal yang berbahaya" dan dia menggambarkan tindakan para petugas sebagai "heroik".

Sementara itu, Pelosi memintanya untuk mengundurkan diri. Serikat Polisi DC mengatakan bahwa kepemimpinan USCP "tidak siap untuk serangan ini baik dalam jumlah tenaga maupun sumber daya".

Menteri Transportasi, Elaine Chao, adalah anggota pemerintahan Trump terkini yang mengundurkan diri sebagai aksi protes atas kerusuhan tersebut. Beberapa pejabat tingkat bawah juga telah mengundurkan diri.

Bagaimana tanggapan para anggota parlemen?

Semakin banyak yang menyerukan agar Trump dicopot sebagai presiden. Sebagian besar dari mereka berasal dari Partai Demokrat kubu Biden, namun beberapa dari Partai Republik juga bergabung.

"Presiden ini seharusnya tidak menjabat satu hari lagi," kata Schumer, yang akan memimpin mayoritas Demokrat di Senat ketika sesi sidang baru akan dimulai akhir bulan ini.

Dia mendesak kabinet Trump untuk mencopotnya dari jabatannya itu berdasarkan Amandemen ke-25 Konstitusi AS, yang memungkinkan wakil presiden untuk bertindak jika presiden tidak dapat menjalankan tugasnya karena menderita penyakit mental maupun fisik.

Langkah itu akan membutuhkan Wakil Presiden Mike Pence dan setidaknya delapan anggota kabinet untuk memutuskan hubungan dengan Trump dan mengajukan amandemen itu - sebuah langkah yang sejauh ini tampaknya tidak mungkin terjadi.

Pelosi menggambarkan Trump sebagai "seseorang yang sangat berbahaya" dan mengatakan: "Ini adalah keadaan darurat dengan tingkat kepentingan yang paling tinggi."

Dia membuka opsi pemakzulan jika rekan-rekan Trump tidak memulai proses Amandemen ke-25.

Namun, pihak Demokrat perlu mengandalkan dukungan dari Partai Republik untuk mengamankan dua pertiga mayoritas yang diperlukan di Senat untuk menghukum Trump berdasarkan pasal pemakzulan dalam konstitusi, dan kemungkinan tidak akan mendapatkan jumlah dukungan yang dibutuhkan itu.

Anggota Kongres Adam Kinzinger dari Illinois adalah salah satu anggota dari Partai Republik pertama yang menyerukan penggunaan Amandemen ke-25. Ia mengatakan: "Api yang dipicu oleh presiden akhirnya melompat keluar dari panci."

Gubernur Maryland dan Vermont dari Partai Republik juga menyerukan agar Trump dicopot dari jabatannya.

Anggota-anggota Demokrat di Komite Kehakiman DPR mengatakan bahwa tindakan Trump memenuhi persyaratan amandemen tersebut.

Secara terpisah, DPR dan Senat telah memasuki masa reses sampai setelah Biden dilantik pada 20 Januari.

Kedua majelis harus dibuka kembali untuk memulai proses pemakzulan.

Beberapa pejabat administrasi Trump telah mengundurkan diri akibat kerusuhan, termasuk Elaine Chao.

Chao, yang telah menjabat selama seluruh masa kepresidenan Trump dan menikah dengan anggota senior Partai Republik di Senat, Mitch McConnell, mengatakan peristiwa itu "sangat mengganggu saya dan saya sama sekali tidak bisa kesampingkan".

Tokoh-tokoh lainnya yang akan mundur termasuk utusan khusus Mick Mulvaney, seorang pejabat keamanan nasional senior, dan sekretaris pers untuk Ibu Negara Melania Trump. Seorang penasihat Departemen Luar Negeri juga dipecat setelah menyebut Trump "tidak layak untuk menjabat" dalam sebuah cuitan.

Presiden juga menghadapi pembatasan baru dalam penggunaan media sosialnya. Facebook, yang juga memiliki Instagram, telah menangguhkannya dari kedua platform tersebut setidaknya sampai dia meninggalkan kantor dan mungkin hingga waktu yang tidak ditentukan.

Twitter menangguhkan akunnya selama 12 jam.

Apa peran polisi?

Polisi mendapat kritik keras atas tanggapan mereka terhadap kekerasan yang terjadi.

Gambar-gambar yang diambil di dalam Gedung Capitol menunjukkan para perusuh berjalan menelusuri beberapa koridor tanpa kesulitan. Soerang pria memasuki kantor Pelosi dan mengangkat kakinya ke atas meja, sementara seorang lain berjalan keluar membawa mimbar.

Police stand guard during the curfew overnight on WednesdayReutersPolisi berjaga selama jam malam pada hari Rabu.

Polisi Washington mengatakan sejauh ini 68 orang telah ditangkap, hanya satu dari mereka berasal dari wilayah DC.

Seorang petugas USCP diberikan cuti setelah seorang perempuan ditembak mati di lantai Gedung DPR. Wanita itu, yang disebut sebagai veteran angkatan udara Ashli Babbitt, 35, adalah bagian dari kelompok yang memaksa masuk ke dalam ruangan saat sesi rapat masih berjalan.

FBI sekarang berusaha mengidentifikasi orang-orang yang terlibat dalam penyerbuan itu.

Departemen Kehakiman mengatakan mereka yang ditangkap dapat menghadapi tuduhan konspirasi yang menghasut, serta kerusuhan dan pemberontakan.

Salah satu dari mereka yang ditahan di Capitol memiliki "senjata otomatis tingkat militer dan 11 bom molotov," menurut pengacara federal untuk Washington DC.

Pada hari Kamis, kru mulai memasang pagar setinggi 2 meter yang tidak dapat dipanjat di sekitaran Capitol. Pagar ini akan berdiri selama setidaknya 30 hari.

Analysis box by Anthony Zurcher, North America reporterBBC

Amandemen ke-25, yang disahkan pada tahun 1967, dirancang untuk memberikan proses yang lebih rinci untuk suksesi kekuasaan presiden. Para penulis amandemen membayangkan bencana nasional atau presiden yang secara medis tidak mampu, sebagai situasi yang tercakup dalam pasal itu.

Tidak terpikirkan, setidaknya pada awalnya, pasal itu sebagai sarana untuk menyeret presiden yang dipandang sebagai ancaman bagi negara dari jabatan yang didudukinya.

Namun, itulah yang disarankan oleh banyak politisi Demokrat - termasuk Ketua DPR Nancy Pelosi - harus terjadi pada Donald Trump. Itulah yang diminta oleh seorang anggota Kongres Partai Republik saat ini, Adam Kinzinger dari Illinois, dan apa yang dikatakan oleh salah satu mantan kepala staf Gedung Putih Trump, John Kelly, yang mendukung langkah itu.

Dengan hanya 13 hari tersisa dalam masa kepresidenan Trump, mencopot kekuasaan presiden - yang membutuhkan persetujuan dari wakil presiden dan mayoritas dari 15 anggota kabinet presiden - tampaknya tidak mungkin. Tetapi laporan bahwa langkah-langkah seperti itu sedang dipertimbangkan menggarisbawahi gawatnya situasi saat ini.

Anggota-anggota Demokrat juga sekali lagi berbicara tentang pemakzulan dan penghukuman oleh Senat, sebuah proses yang akan memakan lebih banyak waktu tetapi akan, sebagai manfaat tambahan dalam pikiran mereka, melarang Trump mencalonkan diri di masa depan.

Apa reaksi lainnya yang bergulir?

Michelle Obama, istri mantan Presiden Barack Obama, merilis pernyataan yang menyerukan perhatian pada perbedaan rasial dalam cara aparat mengawasi berbagai protes.

Dia menggambarkan Trump sebagai "presiden kekanak-kanakan dan tidak patriotik yang tidak dapat menerima kegagalannya sendiri", dan mengatakan tidak mungkin untuk melangkah ke depan sampai ada tindakan terkait peristiwa hari Rabu itu.

"Dan bagi mereka yang menyebut orang lain tidak patriotik karena hanya berlutut dalam protes diam, bagi mereka yang bertanya-tanya mengapa kita perlu diingatkan bahwa Black Lives Matter, peristiwa kemarin secara jelas menunjukkan bahwa orang-orang Amerika tertentu, pada kenyataannya, dibiarkan untuk merendahkan martabat, bendera dan lambang negara kita. Mereka harus melihatnya dengan benar," tulis Michelle Obama.

The New York Times melaporkan, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, bahwa Trump sedang mempertimbangkan untuk memberikan pengampunan pada dirinya sendiri di hari-hari terakhir kepresidenannya.

Legalitas dari langkah tersebut belum teruji.

(ita/ita)