Partai Demokrat Kuasai Senat Lewat Kemenangan di Georgia, Apa Artinya?

BBC Indonesia - detikNews
Kamis, 07 Jan 2021 08:46 WIB
Jakarta -

Partai Demokrat, parpol afiliasi Presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden berhasil meraih kendali atas Senat - dan Kongres secara keseluruhan - melalui dua kemenangan di Negara Bagian Georgia.

Raphael Warnock and Jon Ossoff masing-masing mengalahkan petahana dari Partai Republik, Kelly Loeffler dan David Perdue.

Ini artinya, Partai Demokrat bakal menguasai Senat, DPR, dan Gedung Putih untuk pertama kalinya sejak 2009.

Diperkirakan sebanyak empat juta warga Georgia memberikan suara dalam pemilihan putaran kedua.

Hasil tersebut merupakan pukulan berat bagi Presiden Trump dari Partai Republik.

Pemilihan di Georgia diulang karena tidak ada calon dalam pemilihan umum pada November lalu yang mendapat 50% suara, jumlah minimal yang dibutuhkan untuk menang menurut peraturan negara bagian.

Warnock, seorang pendeta dari denominasi Gereja Baptis, menjadi senator kulit hitam pertama untuk Georgia - yang sebelumnya merupakan negara bagian pendukung perbudakan pada Perang Sipil AS. Dia juga menjadi anggota Senat kulit hitam ke-11 dalam sejarah AS.

Warnock memberikan penghormatan kepada ibunya, Verlene, yang saat remaja bekerja sebagai buruh tani.

"Pada masa lalu - karena ini Amerika - tangan-tangan perempuan berusia 82 tahun ini yang sebelumnya memetik kapas untuk orang lain, pergi ke tempat pemungutan suara dan memilih putra bungsunya untuk menjadi seorang senator Amerika Serikat," katanya.

Democratic US Senate candidate Jon Ossoff at the Dunbar Neighborhood Center

Jon Ossoff adalah pembuat film dokumenter berusia 33 tahun. (Reuters)

Apa makna kemenangan ini?

Berkat hasil di Georgia, Partai Demokrat dan Partai Republik masing-masing akan memiliki 50 kursi di Senat, yang merupakan majelis tinggi Kongres.

Akan tetapi, Wakil Presiden terpilih dari Partai Demokrat, Kamala Harris, akan memimpin Senat ketika dia menjabat sehingga Demokrat akan menjadi mayoritas.

Hal ini memberi peluang lebih besar kepada pemerintahan Biden untuk menjalankan agendanya dalam bidang-bidang seperti kesehatan dan perubahan iklim.

Senat juga memiliki kekuasaan untuk menyetujui atau menolak calon-calon pilihan Biden untuk jabatan-jabatan kabinet dan yudisial.

Trump akan disalahkan

Analysis box by Anthony Zurcher, North America reporterBBC

Tampaknya kekhawatiran Partai Republik tentang dua pemilihan putaran kedua di Georgia sangat beralasan.

Para pendukung Republik tidak memberikan suara dalam jumlah yang mereka harapkan. Sementara itu, Demokrat tampil dalam jumlah yang jauh lebih tinggi.

Di tiap-tiap wilayah, baik Jon Ossoff dan Raphael Warnock, mendapatkan jauh lebih banyak suara dari pemilihan sebelumnya.

Kedua kandidat Demokrat itu terkadang mencalonkan diri sebagai satu tim, dan tampak saling mendukung koalisi elektoral masing-masing.

Warnock memberi inspirasi pada pemilih kulit hitam di seluruh negara bagian itu. Sementara Ossoff menarik pemilih di wilayah-wilayah pinggiran kota dan yang berpendidikan di sekitar Atlanta.

Donald Trump akan banyak disalahkan dalam kekalahan Partai Republik. Partai yang kehilangan kursi Gedung Putih biasanya tampil lebih baik dalam pemilihan kongres, bukan lebih buruk. Dan Georgia, terlepas dari kemenangan Joe Biden di sana, masih merupakan negara bagian yang konservatif secara tradisional.

Sebaliknya, kedua pemilihan itu berlangsung ketat, selagi Trump menghabiskan sebagian besar waktu dan tenaganya untuk memperdebatkan kekalahan elektoral dan melancarkan serangan ke para pemimpin Republik di Georgia.

Ternyata itu mungkin bukan strategi elektoral yang bijaksana - dan itu akan membuat Partai Republik kehilangan kendali atas Senat.

Seberapa ketat hasil pemungutan suara?

Hasil kedua pemilihan itu sangat ketat. Warnock mengalahkan Senator Kelly Loeffler dengan proyeksi 50,7% suara atas 49,3%, sebagaimana diindikasikan Associated Press.

Loeffler, yang menjadi anggota Senat tahun lalu untuk mengisi kekosongan kursi, adalah pendukung setia Trump.

Hasil pemilihan lainnya bahkan lebih ketat lagi. Jon Ossoff unggul tipis dari Senator David Perdue, 70, dengan 50,28% suara melawan 49,72%.

Hasil akhir masih dinanti.

Presiden Trump terus membuat klaim penipuan elektoral yang tidak berdasar, dan meragukan integritas pemilihan di Georgia.

Pada hari Minggu, sebuah rekaman muncul yang menampilkan Trump menekan pejabat tertinggi pemilihan Georgia, Brad Raffensperger, seorang anggota Partai Republik, untuk "menemukan" cukup suara demi membatalkan kemenangan Biden di negara bagian itu.

(ita/ita)