Kongres AS Akan Sahkan Kemenangan Biden di Tengah Tekad Trump Bertahan

BBC Indonesia - detikNews
Rabu, 06 Jan 2021 18:49 WIB
Pendukung Trump mulai berkumpul di Washington DC sejak Selasa (05/01). (Reuters)
Washington DC -

Kongres Amerika Serikat (AS) dijadwalkan bersidang pada Rabu (06/01) untuk mengesahkan kemenangan Joe Biden dalam pemilihan presiden namun Presiden Trump dan pendukungnya tetap tidak menerima kekalahan dan justru menggelar protes.

Sejumlah anggota Kongres dari Partai Republik telah menyatakan dukungan terhadap upaya Trump membalikkan hasil pemilihan presiden dengan jalan menolak pengesahan itu, tetapi ikhtiar itu hampir dipastikan gagal.

Pendukung Trump juga telah berkumpul di Washington DC untuk menggelar aksi menentang pengesahan kemenangan Biden yang sekaligus pengesahan kekalahan Trump.

Dalam cuitannya pada Selasa (05/01), Trump mengumumkan ia akan berbicara dalam pawai umum "SAVE AMERICA RALLY" keesokan harinya.

Hingga kini ia tetap menolak mengakui kekalahan dalam pemilihan presiden pada tanggal 3 November tahun 2020 dan berkali-kali melontarkan tuduhan kecurangan pemilu meskipun tanpa memberikan bukti.

Biden dari Partai Demokrat dijadwalkan akan dilantik sebagai presiden pada tanggal 20 Januari.

Apa yang terjadi di Kongres?

Dua majelis Kongres - DPR dan Senat - akan menggelar sidang bersama pada Rabu (06/01). Dalam sidang, akan dibuka sertifikat dalam amplop dari masing-masing 50 negara bagian. Amplop berisi dokumen suara elektoral.

Berdasarkan sistem pemilihan AS, pemilih memberikan suara untuk "elektor" atau semacam perwakilan pemilih, yang akan menyalurkan suara mereka untuk memilih kandidat beberapa minggu sesudah pemilihan digelar.

Berdasarkan sistem elektoral ini, Biden mendapat 306 suara, sedangkan Trump 232 suara, dalam pemilihan presiden pada 3 November lalu.

Wakil-wakil kedua partai di DPR dan Senat akan membacakan hasil pilpres dan melakukan penghitungan resmi.

Di dalam Partai Republik sendiri terjadi perpecahan tentang sikap yang mesti diambil. Puluhan anggota DPR dari Republik dan sejumlah anggota Senat dari kubu yang sama diperkirakan akan menyatakan keberatan atas hasil penghitungan suara di sejumlah negara bagian penting.

Belasan senator di bawah komando Ted Cruz menyerukan penundaan selama 10 hari untuk memungkinkan audit tuduhan tak berdasar soal kecurangan pemilihan ini.

Wakil Presiden Mike Pence - selaku presiden Senat yang dijadwalkan memimpin sidang dan menyatakan Biden sebagai pemenang - sudah mengatakan ia menyambut langkah tersebut.

Pence tidak sampai mengulangi tuduhan kecurangan tetapi menurut kepala stafnya, Pence merasakan hal yang disebutnya sebagai "keprihatinan jutaan warga AS tentang kecurangan pemilih dan penyimpangan-penyimpangan".

Berdasarkan undang-undang pemilu AS, tugas Pence dalam sidang Kongres hanyalah tugas administratif, tetapi Trump telah mendesak wapres untuk "mempengaruhi" hasil pemilu.

Keberatan yang disetujui oleh seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan seorang anggota Senat harus dipertimbangkan oleh Kongres dalam debat selama dua jam, disusul dengan pemungutan suara.

Namun mayoritas suara di DPR dan Senat harus mendukungnya agar keberatan itu dapat diterima.

Republik menguasai Senat tetapi sebagian dari mereka telah menyatakan tidak akan menolak hasil pilpres. Demokrat menguasai kursi DPR.

Para politikus senior Republik mengatakan peran Senat dalam mengesahkan hasil pemilihan ini hanyalah seremonial dan semestinya tidak dijadikan peluang untuk mengulur-ulur perdebatan tentang hasilnya.

Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell sudah mengakui kemenangan Joe Biden dan meminta sesama Republikan untuk tidak menolaknya.

Protes digelar

Ribuan pendukung Donald Trump, termasuk aktivis kanan-jauh, diperkirakan turut bergabung dalam aksi unjuk rasa di Washington pada Rabu ini. Sebagian massa sudah mulai berkumpul sejak sehari sebelumnya.

"Saya berada di sini hanya untuk mendukung presiden," kata salah seorang peserta kepada kantor berita Associated Press. "Saya tidak yakin apa yang dapat ia lakukan pada tahap ini, tetapi saya ingin mendengar apa yang akan dikatakannya."

Pendukung Trump berkumpul di Freedom Plaza

Pendukung Trump, termasuk aktivis kanan-jauh, dijadwalkan mengadakan unjuk rasa di Washington, bahkan sebagian sudah berkumpul di ibu kota AS itu sehari menjelang sidang Kongres. (EPA)

Pihak berwenang meminta para pendukung Trump untuk tidak membawa senjata.

Pasukan Garda Nasional telah diminta oleh wali kota Washington DC untuk membantu pihak berwenang setempat. Menurut para pejabat, pasukan tidak akan membawa senjata dan mereka diterjunkan untuk membantu mengendalikan massa serta mengatur lalu lintas.

Dalam kaitan protes sebelumnya, kepolisian pada Senin (04/01) menangkap Enrique Tarrio, pemimpin kelompok kanan-jauh, supremasi kulit putih, Proud Boys, dengan dakwaan perusakan properti. Ia telah dibebaskan tetapi hakim memerintahkan agar ia tidak masuk ke wilayah Washington.

Tarrio, melalui media sosial, mengatakan Proud Boys akan "turun dalam jumlah terbanyak sejauh ini", dan menyebut anggotanya sebagai "kelompok paling terkenal yang terdiri dari laki-laki yang luar biasa".

(nvc/nvc)