Kakek 82 Tahun di Inggris Jadi Penerima Pertama Vaksin AstraZeneca

BBC Indonesia - detikNews
Senin, 04 Jan 2021 18:49 WIB
PA Media
Jakarta -

Seorang pasien dialisis ginjal Brian Pinker, 82, menjadi orang pertama yang mendapatkan vaksin Covid-19 buatan Oxford-AstraZeneca.

Pinker diberi suntikan vaksin pada Senin (04/01) di Rumah Sakit Churchill, Oxford dan mengatakan ia "sangat senang." Pemerintah Inggris menyediakan 530.000 dosis yang siap diluncurkan mulai Senin (04/01).

"Perawat, dokter dan staf yang bertugas hari ini luar biasa dan sekarang sayang bisa menanti-nantikan kesempatan untuk merayakan ulang tahun pernikahan saya yang ke-48 bersama istri saya Shirley beberapa bulan lagi," ujar Pinker.

Seorang guru musik dan ayah dari tiga anak Trevor Cowlett, 88, dan Profesor Andrew Pollard, seorang dokter anak di lingkungan Rumah Sakit Universitas Oxford, juga mendapatkan vaksin di hari pertama program vaksinasi dengan Oxford-AstraZeneca.

Trevor Cowlett, vaksin Oxford-AstraZeneca, Covid-19

Trevor Cowlett, 88, juga diberi suntikan vaksin Covid-19 buatan Oxford-AstraZeneca pada hari pertama penggunaannya pada Senin (04/01). (PA Media)

Kepala perawat di Rumah Sakit Churchill, Oxford, yang memberikan suntikan pertama, Sam Foster mengatakan: "Setiap pasien yang kami vaksinasi selama dua pekan terakhir mempunyai kisah masing-masing tentang perubahan yang akan terjadi akibat vaksinasi ini, jadi pagi ini juga sama."

Vaksin Oxford-AstraZeneca dilakukan menyusul penggunaan vaksin pertama di Inggris, Pfizer-BioNTech, yang diluncurkan minggu pertama Desember lalu.

Penundaan dosis kedua

Inggris menggalakkan peluncuran vaksinasi massal karena tingkat penularan virus corona berada di luar kendali.

Konsekuensinya, vaksin yang semula direncanakan diberikan sebanyak dua dosis dengan rentang jeda 21 hari, diubah dengan rentang waktu antara dosis pertama dengan kedua menjadi 12 pekan.

Para pejabat kesehatan membela keputusan untuk menunda pemberian dosis kedua dengan mengatakan semakin banyak warga yang divaksinasi dengan dosis pertama "adalah lebih baik".

Jumlah infeksi harian pada Minggu (03/01) tercatat lebih dari 50.000 kasus baru. Jumlah di atas angka tersebut terjadi selama enam hari berturut-turut.

Menteri Kesehatan Matt Hancock mengatakan dalam acara BBC Breakfast bahwa peluncuran vaksin buatan Universitas Oxford ini merupakan "momen yang penting" dalam memerangi virus corona, dan mengatakan: "Beberapa pekan mendatang merupakan masa yang sulit, tetapi inilah jalan keluarnya."

Bersamaan dengan peningkatan kasus, Perdana Menteri Boris Johnson telah mewanti-wanti pembatasan yang berlaku mungkin akan diperketat lagi.

Inggris berpacu dengan waktu

Analysis Nick Triggle, wartawan kesehatanBBC

Tak diragukan lagi, Inggris berpacu dengan waktu.

Hal itu jelas dapat dilihat dari keputusan untuk menunda pemberian vaksin dosis kedua dan memusatkan perhatian pada pemberian vaksin dosis pertama ke sebanyak mungkin penduduk.

Ada bukti yang menunjukkan penundaan dosis dengan vaksin Oxford-AstraZeneca mungkin membuat langkah memerangi pandemi, jauh lebih efektif. Tetapi belum begitu jelas apakah bisa diterapkan dengan vaksin Pfizer-BioNTech karena uji klinis sebelumnya tidak menggunakan skenario penundaan dosis kedua.

Tetapi jika memang perlindungan terhadap penularan berkurang, satu dosis vaksin tetap mendorong respons kekebalan yang akan membantu mencegah penyakit serius.

Lalu seberapa cepat Badan Kesehatan Inggris, NHS, bisa melakukan vaksinasi? Pada akhirnya nanti NHS ingin memberikan dua juta dosis per minggu.

Tetapi target itu tidak bakal tercapai pekan ini karena jumlah dosis yang siap digunakan diperkirakan hanya sekitar satu juta .

Tetapi hari Senin (04/01) ini menandai permulaan bagi NHS untuk menggenjot pemberiaan vaksinasi.

Direktur medis NHS Profesor Stephen Powis mengatakan: "Program vaksinasi terbesar dalam sejarah NHS dimulai dengan baik, berkat usaha besar karyawan NHS yang telah memberikan lebih dari satu juta suntikan vaksin."

Dikatakannya pemberian vaksin Oxford itu "tercatat dalam sejarah sebagai yang pertama lagi di dunia yang akan memberikan perlindungan bagi ribuan orang lagi dalam pekan-pekan ke depan".

Vaksin Pfizer-BioNTech merupakan vaksin pertama yang disetujui di Inggris dan sejauh ini lebih dari satu juta orang telah mendapatkannya.

Vaksin Oxford-AstraZeneca - yang penggunaannya disetujui pada akhir Desember - dapat disimpan pada suhu kulkas normal sehingga lebih memudahkan distribusi dan penyimpanan dibandingkan vaksin Pfizer. Selain itu, harga setiap dosis juga lebih murah.

Secara keseluruhan Inggris telah memesan 100 juta dosis vaksin Oxford-AstraZeneca vaccine, cukup untuk sebagian besar penduduknya.

Penghuni panti jompo dan stafnya, warga berusia di atas 80 tahun, dan staf NHS di garis depan masuk golongan pertama yang diberi vaksin.

Vaksinasi dilakukan di rumah sakit, puskesmas dan pusat-pusat vaksinasi lain.

(ita/ita)