Italia Mencari Pakar untuk Merekonstruksi Lantai Colosseum di Roma

BBC Indonesia - detikNews
Senin, 28 Des 2020 14:49 WIB
Roma -

Colosseum

Colosseum adalah amfiteater terbesar yang didirikan oleh Kekaisaran Romawi. (Getty Images)

Pemerintah Italia sedang mencari insinyur untuk merekonstruksi lantai Colosseum di Roma dan mengembalikannya ke kejayaan semula.

Proyek ini memiliki total anggaran sebesar 18,5 juta Euro (Rp 320 miliar), dan pengerjaannya dijadwalkan mulai tahun depan.

Mereka ingin Colosseum dipasangi lantai yang bisa dibuka dan pintu jebakan serta elevator tersembunyi.

"Rekonstruksi ini... adalah ide bagus yang telah menyebar ke seluruh dunia," kata Menteri Kebudayaan Dario Franceschini dalam pernyataan pers.

"Ini akan menjadi intervensi teknologi besar-besaran yang menawarkan pengunjung kesempatan untuk tidak hanya melihat ruang bawah tanah ... tapi juga menghargai keindahan Colosseum sambil berdiri di tengah arena," tambahnya.

Kementerian Kebudayaan Italia mengatakan lantai yang didesain ulang, serta pintu jebakan atau komponen mekanis apa pun, harus dapat ditutup dengan cepat untuk melindungi ruang bawah tanah dari hujan.

Image shows the Colosseum in Rome

Dibangun 2.000 tahun yang lalu, Colosseum adalah amfiteater terbesar yang dibangun di Kekaisaran Romawi, tempat diselenggarakannya pertarungan gladiator serta hiburan publik lainnya. (Getty Images)

Lantai baru akan "memungkinkan publik untuk memahami sepenuhnya guna dan fungsi ikon dunia kuno ini", imbuh pernyataan itu.

Kementerian Kebudayaan mengatakan acara budaya, seperti konser dan teater, akan dapat diadakan di Colosseum begitu lantai dipasang.

Dibangun 2.000 tahun yang lalu, Colosseum adalah amfiteater terbesar yang dibangun di Kekaisaran Romawi, tempat diselenggarakannya pertarungan gladiator serta hiburan publik lainnya.

Ia tetap menjadi salah satu monumen paling terkenal di Italia, dan sekitar 7,6 juta orang mengunjungi situs tersebut pada tahun 2019.

Proposal untuk merekonstruksi lantai Colosseum harus diserahkan paling lambat 1 Februari, dan proyek tersebut diperkirakan selesai pada 2023.

(nvc/nvc)