Enam Hal yang Perlu Diketahui tentang Kesepakatan Dagang Pasca-Brexit

BBC Indonesia - detikNews
Sabtu, 26 Des 2020 12:54 WIB
PA Media
Jakarta -

Inggris dan Uni Eropa (UE) membuat kesepakatan tentang perdagangan dan hubungan mereka di masa depan pasca-Brexit.

Sejak Inggris keluar dari UE pada 31 Januari, kedua pihak telah berdiskusi tentang aturan baru.

Negosiasi berlangsung sampai saat-saat terakhir, seiring hubungan Inggris/UE yang berlaku saat ini (disebut "transisi") berakhir pada 31 Desember.

1) Apa itu UE dan Brexit?

Uni Eropa terdiri dari 27 negara Eropa.

Warga UE bebas untuk tinggal dan bekerja di negara UE lainnya, dan perusahaan di negara-negara tersebut dapat membeli dan menjual barang satu sama lain tanpa pemeriksaan atau bea tambahan di perbatasan.

Inggris adalah negara pertama yang keluar dari UE dan peristiwa ini dikenal dengan nama Brexit - kependekan dari "British exit".

2) Apa isi kesepakatan ini?

Kesepakatan baru antara Inggris dan UE berisi aturan mengenai bagaimana kedua pihak akan tinggal, bekerja, dan berdagang bersama. Ia berlaku mulai 1 Januari 2021.

Kesepakatan ini berarti:

  • Tidak ada bea masuk bagi barang satu sama lain ketika melintasi perbatasan - disebut tarif - untuk mengurangi ongkos perdagangan.
  • Tidak ada batasan bagi jumlah barang yang bisa diperdagangkan (disebut kuota).

Pemerintah Inggris mengatakan kesepakatan ini menaungi perdagangan senilai 668 miliar poundsterling pada 2019.

Presiden Komisi Eropa Ursula Von der Leyen berkata aturan kompetisi - dirancang untuk mencegah satu pihak mendapat keuntungan yang tidak adil - "akan adil dan tetap adil".

Boris JohnsonReutersPM Inggris Boris Johnson

Ia berkata Inggris dan UE akan "terus bekerja sama dalam semua area kepentingan bersama, termasuk dalam hal-hal seperti perubahan iklim, energi, keamanan, dan transportasi".

Namun, bahkan dengan kesepakatan ini, akan tetap ada pengecekan barang di perbatasan - jadi para pengusaha harus bersiap-siap untuk perubahan.

Dan Inggris tidak akan ikut serta dalam program pertukaran pelajar Erasmus.

Ada banyak detail dalam kesepakatan ini dan barangkali perlu sedikit waktu untuk betul-betul memahami maknanya bagi aktivitas kehidupan sehari-hari, termasuk liburan dan belajar di UE pada masa depan.

3) Seberapa pentingkah kesepakatan ini?

UE adalah mitra dagang terdekat dan terbesar Inggris, jadi mendapatkan kesepakatan selalu menjadi prioritas.

Ketika Inggris masih di UE, perusahaan dapat membeli dan menjual barang melintasi perbatasan UE tanpa membayar tarif. Tanpa kesepakatan, para pengusaha harus mulai membayar bea, yang akan menambah ongkos mereka.

Tanpa kesepakatan juga berarti lebih banyak pengecekan di perbatasan, yang dapat menyebabkan penundaan bagi truk-truk pembawa barang.

4) Bagaimana dengan kesepakatan dagang Inggris lainnya?

Ketika Inggris masih di UE, ia secara otomatis menjadi bagian dari kesepakatan dagang UE dengan lebih dari 70 negara.

Sejak keluar, Inggris sudah membuat kesepakatan dengan 58 negara tersebut, demi melanjutkan perdagangan seperti biasa. Pembicaraan dengan 10 negara masih berlangsung, tetapi banyak kesepakatan terpenting telah selesai.

BrexitGetty ImagesInggris dan Jepang meneken kesepakatan dagang baru pada bulan Oktober.

Pendukung Brexit mengatakan keluar dari UE akan membuat Inggris lebih bebas untuk membuat kesepakatan dagang di seluruh dunia. Para penentangnya mengatakan lebih baik tetap dekat dengan UE karena UE merupakan mitra dagang yang penting.

5) Mengapa bisa terjadi Brexit?

Pemungutan suara - atau referendum - diadakan pada Juni 2016, untuk memutuskan akan tetap Inggris menjadi anggota UE.

Pilihan "keluar" menang dengan 52% suara. Tingkat partisipasi masyarakat dalam referendum sangat tinggi yakni 72%, dan lebih dari 30 juta orang memberikan suara.

UK map showing which parts of the country voted for and against BrexitBBC

6) Apa yang terjadi setelah ini?

Meski kesepakatan sudah diteken, namun ia tetap perlu dijadikan undang-undang.

Untuk mewujudkannya, ia harus dibaca dan disetujui oleh parlemen di Inggris dan Eropa.

Karena sudah terlambat, Parlemen Eropa tidak akan punya waktu untuk menekennya sebelum akhir tahun. Itu seharusnya tidak menghambat kesepakatan tersebut untuk mulai berlaku pada 1 Januari, tetapi akan perlu waktu lebih lama sebelum ia secara resmi disahkan.

Pemerintah Inggris dapat meminta anggota parlemen agar bekerja dalam periode Natal untuk melakukan pemungutan suara atas kesepakatan tersebut. Namun, tidak akan ada waktu untuk berdebat dan membaca perinciannya secara cermat.

(ita/ita)