156 Spesies Baru Tanaman Ditemukan Tahun Ini, Ada 'Anggrek Buruk Rupa'

BBC Indonesia - detikNews
Senin, 21 Des 2020 17:07 WIB
Jakarta -

"Anggrek paling jelek sedunia" dan jamur Inggris merupakan spesies baru yang dinamai oleh para ilmuwan di Royal Botanic Garden, Kew, Inggris pada 2020.

Para pakar mengatakan tanaman dan jamur yang "aneh dan indah" ini menyorot keragaman spesies yang menakjubkan yang masih bisa ditemukan dan didokumentasikan.

Sepertiga dari spesies baru tersebut adalah anggrek.

Sebanyak 19 anggrek ditemukan di Papua Nugini yang merupakan hotspot keanekaragaman hayati.

Anggrek lain, dengan bunga kecil berwarna coklat, ditemukan di sebuah hutan di Madagaskar.

Ilmuwan di Kew menggambarkannya sebagai "anggrek paling jelek di dunia".

Namun para ilmuwan terkejut ketika menemukan enam jamur payung Inggris, termasuk yang tumbuh di dekat Bandara Heathrow.

Penemuan yang paling tidak disangka adalah jamur payung yang tumbuh di antara pohon di samping penampungan air di Bandara Heathrow, yang ditemukan oleh ahli jamur Andy Overall.

"Warnanya coklat kemerahan, tidak berkesan jika dilihat, tapi itu hal yang istimewa," katanya kepada BBC News.

Para ahli di Kew memeriksa spesimen tersebut, dan studi DNA kemudian mengkonfirmasi bahwa jamur itu merupakan spesies baru.

Andy Overall menamai jamur payung itu Cortinarius heatherae, seperti nama istrinya, Heather.

Dua spesies lagi ditemukan di Inggris, satu di Devil's Dyke di Sussex dan yang lainnya di hutan dekat Barrow-in-Furness.

Tiga spesies baru juga ditemukan di Skotlandia; satu di Caithness di Highlands dan dua di Black Wood of Rannoch.

Keenam spesies tersebut termasuk dalam kelompok jamur yang produktif, yang dikenal sebagai topi jaring karena ditutupi oleh tutup benang yang menyerupai jaring laba-laba.

Jamur payung hidup selaras dengan pepohonan, membantu tumbuhan oak, beech, birch, dan pinus menyerap air dan nutrisi.

Ahli di Kew, Tuula Niskanen, menemukan dua spesies di Skotlandia, termasuk Cortinarius aurae, yang dinamai sesuai nama putrinya, Aura.

"Anda tidak perlu pergi ke Amazon atau Afrika untuk menemukan jamur baru, Anda dapat menemukannya di dekat Anda," katanya kepada BBC News.

"Bahkan di London, Anda bisa menemukan spesies baru."

Ia mengatakan penting untuk menemukan dan memberi nama spesies jamur baru agar mereka dapat lebih dipahami dan dilindungi.

Kami memiliki tingkat pengetahuan "Zaman Batu" tentang jamur dibandingkan dengan tumbuhan dan hewan, tambahnya.

Tumbuhan dan jamur baru masih bisa ditemukan di seluruh dunia, dengan kecepatan sekitar 2.000 per tahun.

Para ilmuwan di Kew dan kolaboratornya telah menamai dan menerbitkan detil ilmiah 156 spesies tahun ini.

Dari 27 spesies jamur baru, enam di antaranya ditemukan di Inggris.

Dr Martin Cheek, seorang ilmuwan senior di Kew, mengatakan telah ada daftar besar spesies baru yang luar biasa tahun ini.

"Sangat sensasional memiliki enam spesies baru dari Inggris dan itu hanya terjadi pada spesies jamur karena jamur di planet kita, kita tahu proporsi mereka yang sangat kecil."

Penemuan lain oleh para ilmuwan di Kew meliputi:

  • Semak sejenis blueberry yang ditemukan di dekat tambang emas terbesar di dunia di Papua, Indonesia.
  • Spesies ubi jalar di Peru yang bisa menjadi sumber makanan masa depan.
  • Semak bersisik aneh yang tumbuh di daerah kering di Namibia. Tanaman ini memiliki daun bersisik dan tumbuh di dalam pasir alami yang panas. Kurang dari 1.000 tanaman yang tersisa.
  • Tanaman sejenis nanas di Brasil, yang diserbuki oleh burung kolibri. Bromeliad hidup di tebing batu kapur di Brasil tetapi terancam akibat ekstraksi batu kapur untuk membuat semen.
  • Sebuah ramuan dengan khasiat obat yang ditemukan di hutan di perbatasan antara Zimbabwe dan Mozambik.
  • Dua spesies baru Aloe dari Madagaskar.
(ita/ita)