Wahana Antariksa China Kirim Foto Berwarna dari Bulan

BBC Indonesia - detikNews
Kamis, 03 Des 2020 11:53 WIB
Chang'e-5 mendarat di barat laut sisi dekat Bulan. (CNSA/CLEP)
Jakarta -

Wahana antariksa China, Chang'e-5, telah mengirim foto berwarna pertama dari permukaan Bulan.

Wahana tersebut menangkap pemandangan panorama yang membentang dari "tanah" bulan tepat di bawah kakinya hingga ke cakrawala.

Setelah mendarat pada Selasa (01/12), Chang'e-5 mulai mengumpulkan bebatuan dan debu untuk dikirim kembali ke Bumi.

Sampel-sampel tersebut akan dikirim ke pesawat luar angkasa yang mengorbit untuk membawanya ke Bumi.

Proses itu bisa terjadi paling cepat Kamis (03/12).

https://twitter.com/XHNews/status/1334135654507134976?s=20

Chang'e-5 adalah wahana antariksa China ketiga yang melakukan pendaratan di Bulan dalam tujuh tahun.

Dua wahana sebelumnya - Chang'e-3 dan Chang'e-4 - meletakkan pendarat statis dan penjelajah kecil.

Namun, upaya terbaru ini jauh lebih kompleks.

Moon graphicBBC

Sebuah "tumpukan" pesawat luar angkasa dengan berat 8,2 ton diluncurkan dari Bumi lebih dari seminggu yang lalu. Pesawat multi-modul itu kemudian terbelah menjadi dua bagian setelah mencapai orbit bulan pada akhir pekan.

Setengah dari bagian pesawat itu - yang terdiri dari pendarat dan kendaraan pendaki - turun ke permukaan. Sementara, setengah bagian lain - yaitu kendaraan yang menyetir pesawat itu dan kendaraan untuk masuk kembali ke atmosfer - tetap mengudara.

Wahana pendarat itu menggunakan peralatan-peralatannya, termasuk sekop dan bor, untuk mengidentifikasi dan mengumpulkan sampel-sampel bulan terbaik. Setelah operasi ini selesai, bahan-bahan yang dikumpulkan itu akan dilemparkan ke dalam kendaraan pendaki menuju komponen pesawat yang mengudara.

Sampel bebatuan dan tanah kemudian diserahkan ke kendaraan penggembala dan kendaraan masuk kembali untuk perjalanan pulang.

Lander

Misi ini berharap dapat mengambil beberapa kilo sampel permukaan. (CNSA)

Sudah 44 tahun sejak batu dan debu terakhir kali dibawa kembali dari Bulan.

Hampir 400 kilogram diambil oleh astronaut Apollo milik Amerika Serikat dan robot pendarat Luna milik Soviet.

Tetapi semua sampel ini sangat tua, yaitu berusia lebih dari tiga miliar tahun.

Bahan-bahan yang akan dibawa pulang Chang'e-5 seharusnya sangat berbeda.

Misi tersebut menargetkan wilayah vulkanik tinggi yang disebut Mons Rmker. Sampel dari lokasi ini mungkin tidak lebih dari 1,2 atau 1,3 miliar tahun, dan, dengan demikian, akan memberikan wawasan tambahan tentang sejarah geologi Bulan.

Sampel juga akan memungkinkan para ilmuwan untuk lebih akurat mengkalibrasi "kronometer" yang mereka gunakan untuk menghitung usia permukaan di planet-planet terdekat Matahari dalam Tata Surya.

Ini dilakukan dengan menghitung kawah (semakin banyak kawah, semakin tua permukaannya), tetapi itu tergantung pada penanggalan pasti di sejumlah lokasi, dan sampel Apollo serta Soviet adalah kuncinya. Chang'e-5 akan menawarkan titik data lebih lanjut.

Shadow of landing leg

Bayangan kaki kendaraan pendarat di permukaan Bulan. (CNSA)

(ita/ita)