Berfoto dengan Selebriti Israel, Penyanyi Mesir Hadapi Tuntutan Hukum

BBC Indonesia - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 13:25 WIB
Pemerintah Israel membagikan foto Mohamed Ramadan dan pemain bola Israel Diaa Saba (AFP)
Kairo -

Pengadilan Mesir akan menggelar sidang tuntutan terhadap penyanyi kondang Mohamed Ramadan yang difoto bersama dua selebritis dalam acara pesta di Dubai.

Tuntutan ini diajukan oleh seorang pengacara dengan sangkaan Mohamed Ramadan telah "menghina rakyat Mesir " karena foto-foto yang dikecam oleh banyak orang Arab sesudah pemerintah Israel menyebarkannya.

Penyanyi berusia 32 tahun itu menegaskan ia tidak tahu-menahu kebangsaan para selebritis.

Mesir dan Israel terlibat dalam empat perang sebelum kedua negara meneken perjanjian perdamaian pada tahun 1979. Namun demikian, hubungan antara kedua negara kadang-kadang tegang.

Baru-baru ini Uni Emirat Arab dan Bahrain menandatangani perjanjian dengan Israel untuk menormalisasi hubungan. Sudan telah menyatakan rencana serupa.

Lagu Yahudi di acara pesta

Kasus ini bermula pada Sabtu (21/11) ketika akun resmi Facebook and Twitter Negara Israel dalam bahasa Arab membagikan foto Ramadan memeluk penyanyi Israel Omer Adam dalam sebuah bar yang terletak di lantai paling atas gedung di Dubai.

Kredit foto itu diberikan kepada seorang wartawan Uni Emirat Arab dan diberi keterangan: "Seni selalu menyatukan kita bersama."

Unggahan lain menampilkan foto Mohamed Ramadan bersama pemain sepak bola Israel Diaa Saba.

Beredar pula video pendek di daring yang tampak menunjukkan orang-orang berjoget dengan diiringi lagu rakyat Yahudi Hava Nagila di acara pesta yang dihadiri Ramadan.

Foto-foto tersebut memicu kemarahan di media sosial, banyak di antara mereka menuduh Ramadan "mengkhianati" rakyat Palestina.

Tagar "Mohamed Ramadan adalah seorang Zionis" trending di Twitter.

Wartawan Mesir dan dan anggota parlemen Mustafa Bakry mencuit: "Mohamed Ramadan, artis asal Mesir Hulu, memeluk penyanyi Zionis dan [oleh karenanya] kehilangan penggemar Arab sejatinya. Sungguh rugi."

Bakry mengajukan pertanyaan kepada Ramadan: "Apakah Anda tahu ada populasi Arab yang terusir dari wilayah mereka dan wilayah mereka diduduki dan kesucian mereka dinodai."

Ramadan menolak kritikan yang diarahkan kepadanya melalui cuitannya pada Minggu (22/11) dan menuduh orang-orang yang mengkritiknya berusaha "menghentikan kesuksesan dan kepopuleran saya".

"Saya tidak bertanya asal negara orang yang ingin berfoto bersama saya, kecuali mereka mengatakannya sendiri," tulisnya.

Ia juga membagikan video ketika ia bersama dengan seorang pria Palestina yang tampaknya berada di tempat yang sama di Dubai. Ia menyampaikan "salam kepada saudara rakyat Palestina".

Pembelaan Ramadan ini tidak mengurungkan niat pengacara Mesir, Tareq Mahmoud, mengajukan gugatan hukum yang akan digelar di pengadilan Kairo pada tanggal 19 Desember.

Persatuan Serikat Artistik juga mengatakan lewat akun Facebook bahwa pihaknya membekukan keanggotaan Ramadan setelah ia dimintai klarifikasi "paling lambat pada pekan pertama bulan Desember".

Dalam tanggapannya, Ramadan mengatakan ia "menghormati keputusan serikat", dengan menekankan bahwa seandainya ia tahu Omer Adam adalah orang Israel maka ia "akan menolak berfoto bersama dengannya".

Sebuah sandiwara yang menampilkan Ramadan juga dilaporkan dibatalkan.

(nvc/nvc)