Pria Berpedang Bunuh 2 Orang di Kanada, Polisi: Tak Terkait Organisasi Teroris

BBC Indonesia - detikNews
Senin, 02 Nov 2020 14:56 WIB
Polisi menangkap pelaku pada hari Minggu (01/11) pagi. (AFP)
Jakarta -

Seorang pria bersenjatakan pedang ala Jepang dan mengenakan kostum abad pertengahan, yang menikam setidaknya dua orang sampai tewas di kota Quebec, Kanada, tidak terafiliasi dengan kelompok teroris mana pun, kata polisi.

Lima orang lainnya terluka dalam serangan malam Halloween (31/10) tersebut.

Seorang pria berusia pertengahan 20-an ditangkap sesaat sebelum pukul 01:00 waktu setempat pada hari Minggu.

Serangan itu terjadi di lingkungan Old Quebec yang bersejarah.

Perdana Menteri Justin Trudeau mengatakan di Twitter: "Hati saya hancur memikirkan orang-orang yang ditinggalkan oleh dua orang yang tewas dalam serangan mengerikan semalam di Kota Quebec.

"Saya juga berharap pemulihan penuh untuk mereka yang luka-luka. Kami memikirkan Anda dan akan selalu ada untuk Anda semua."

Dia juga berterima kasih kepada petugas pertolongan pertama atas tindakan cepat mereka.

Identitas tersangka belum diumumkan.

Pada konferensi pers hari Minggu (01/11), Kepala Polisi Kota Quebec Robert Pigeon mengatakan diyakini serangan itu direncanakan sebelumnya.

Dia menambahkan bahwa tersangka, yang berasal dari pinggiran Montreal, datang ke Kota Quebec dengan "niat untuk menyebabkan kerusakan yang sebisa mungkin".

"Dia mengenakan kostum abad pertengahan dan dipersenjatai dengan pedang Jepang, semuanya itu membuat kami percaya bahwa dia memilih korbannya secara acak," tambah Pigeon.

Tersangka telah berbicara untuk melakukan serangan "dalam konteks medis" lima tahun lalu, tetapi hal itu tidak diketahui polisi dan ia tidak memiliki catatan kriminal, kata polisi.

Tersangka ditangkap di dekat kawasan bisnis Espace 400e.

Surat kabar Le Soleil melaporkan bahwa pelaku terbaring di tanah, tanpa alas kaki dan mengalami hipotermia ketika dia ditangkap. Dia menyerah kepada polisi tanpa perlawanan, katanya.

Setelah ditangkap, ia dibawa ke rumah sakit untuk "dievaluasi".

Lima korban luka juga dirawat di rumah sakit, dengan tingkat cedera yang berbeda-beda, menurut polisi.

Polisi belum merilis detail identitas atau usia korban.

Wartawan di tempat kejadian telah mengunggah foto-foto pos komando polisi di luar Gedung Parlemen Quebec.

https://twitter.com/iciquebec/status/1322762536865959936

(ita/ita)