Militer Taiwan Libatkan Pasangan LGBT dalam Acara Pernikahan Massal

BBC Indonesia - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 18:37 WIB
Jakarta -

Dua pasangan lesbian menjadi pasangan pertama yang diikutkan dalam pernikahan massal di Taiwan, satu-satunya negara di Asia yang melegalkan perkawinan gay.

Militer Taiwan mengadakan pernikahan massal setiap tahun namun inilah untuk pertama kalinya pasangan sejenis ikut serta.

Salah satu pasangan yang ikut mengatakan, ia berharap langkah itu dapat memberikan inspirasi dan "lebih banyak orang LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender) dalam militer untuk berdiri (menghadapi dunia)."

Sekitar 4.000 pasangan melangsungkan pernikahan sejak Taiwan melegalkan perkawinan sesama jenis tahun lalu.

"Militer kami memiliki pikiran sangat terbuka," kata Chen Ying-xuan, seorang letnan angkatan darat yang menikah dengan Lee Ying-ying, kepada kantor berita Associated Press (AP).

"Atas nama cinta, semua orang diperlakukan setara," katanya dan menambahkan ia selalu terbuka terkait orientasi seksualnya.

Wang Yi (kanan) dan Meng You-mei berpose.

Wang Yi (kanan) dan Meng You-mei berpose. (EPA)

Mayor Wang Yi dan istrinya Meng You-mei membawa bendera LGBT dalam upacara pernikahan itu.

Orang tua Meng tidak hadir namun kedua orang tua Wang dan gurunya datang untuk memberikan dukungan.

"Saya benar-benar merasakan ini terobosan besar dalam militer," kata ibu Wang kepada kantor berita AP.

"Mungkin bagi pasangan heteroseksual ini hanya dokumen saja, namun ini sangat penting bagi pasangan gay," tambahnya.

Sebanyak 188 pasangan ikut dalam pernikahan massal ini.Sebanyak 188 pasangan ikut dalam pernikahan massal ini. (Reuters)

Militer Taiwan mengatakan mengikutkan pasangan sesama jenis dalam upacara tahun ini menggambarkan "sikap progresif."

Upacara ini memberikan dukungan kepada semua pasangan, apa pun orientasi seksualnya, tambah militer

Tahun lalu, tiga pasangan homoseksual mendaftarkan untuk ikut serta dalam pernikahan massal tahunan ini.

Namun mereka kemudian mundur karena "tekanan sosial", menurut media lokal yang mengutip sumber-sumber militer.

Taiwan melegalkan perkawinan sesama jenis tahun lalu, tetapi pasangan-pasangan gay mengatakan mereka belum menerima hak yang sama seperti pasangan heteroseksual.

Pada 2017, pengadilan konstitusional Taiwan menetapkan pasangan sesama jenis memiliki hak untuk menikah.

Namun muncul kecaman publik dan mayoritas orang menolak langkah melegalkan perkawinan LGBT.

Akibatnya Taiwan mengatakan mereka tidak akan mengubah definisi perkawinan di hukum perdata dan memberlakukan undang-undang khusus untuk perkawinan sesama jenis.

Peraturan ini menetapkan pasangan sesama jenis menghadapi sejumlah pembatasan termasuk hanya bisa menikah dengan orang asing yang berasal dari negara-negara yang melegalkan pernikahan gay.

Mereka juga hanya diizinkan untuk mengadopsi anak kandung masing-masing.

Taiwan merupakan satu-satunya negara yang mengakui hak gay di Asia dan mengadakan pawai pride di ibu kota Taipeh setiap tahun.

Di India, Mahkamah Agung setempat menetapkan pada 2018 bahwa hubungan seksual sesama jenis tidak lagi merupakan tindak pidana.

Sudah pernah menyimak saluran YouTube BBC Indonesia? Silakan berlangganan

https://www.youtube.com/watch?v=RzOY5BQdEgo

https://www.youtube.com/watch?v=oXJph0Ixr0o&t=9s

https://www.youtube.com/watch?v=EJb082dBR1s&feature=youtu.be

(ita/ita)